Proyek DD Tapteng TA 2018 di Saragih Barat Dilaksanakan 60% Terkesan “Asal Jadi”

0
205 views

Warga: “Lebih Baik Kami Rugi Dahulu, Tetapi Beruntung Kemudian”

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALIDSANEWS | TAPTENG | – Masyarakat petani Dusun Uruk Timbul Desa Saragih Barat Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut, mengaku, setelah pembangunan akses jalan yang di biayai Dana Desa (DD) baru mereka merasakan kemerdekan Repebulik Indonesia (RI).

Ketika ditemui awak Monalisa News, Minggu (12/8-2018) Tahan Barasa (58), Marihot Naibaho (37), dan Parluhutan Simanullang (40) warga Desa Uruk Timbul menuturkan. Di tahun 1974 para orang tua mereka menggarap lahan hutan belantara untuk dijadikan lahan pertanian.

Selanjutnya, sebut Tahan Barasa, setelah orang tuanya  membuka lahan pertanian,  lalu membuka pemukiman pada tahun 1976 disebut namanya Uruk Timbul. Namun, mereka kesulitan mengangkut hasil pertaniannya karena tidak ada akses jalan.

“Saat panen hasil tanaman padi, dan hasil pertanian lainnya, kami kesulitan untuk mengangkut hasil panen itu ke kampung”. sebut Tahan Barasa.

Tetapi, setelah Pemerintah RI memprogramkan pembangunan didesa yang dibiayai dana desa. Warga Dusun Uruk Timbul, yang sekarang menjadi Desa Saragih Barat, sangat terbantu. Kendati-pun warga harus merelakan sebahagian tanah miliknya terkena untuk dijadikan jalan.

Dengan logat cakap Batak, Tahan Barasa katakan, tumagon ma hami rela rugi dijolo, alai mangomo dung di pudi. ‘Lebih baik kami rugi dahulu, dibelakang hari kami beruntung’.

“Lantaran, 4X32 meter kami relakan tanah kami terkena pembangunan jalan itu. Tetapi, hasil dari pembangunan jalan itu kami sudah beruntung, karena hasil panen tanaman, dan bahan perawatan pertanian sudah kami angkut dengan kenderan roda 2, atau roda 4”. ujar tahan, dibenarkan Marihot Naibaho.

Kendatipun Parluhutan Simanullang tidak memiliki lahan di areal pembangunan jalan yang dibiayai dana desa itu. Tetapi Parluhutan dan warga sekitar lainnya sangat bersyukur dan mendukung pembangunan itu.

Berita Terkait: 👉  Mampukah Warga Menjaga Dan Merawat Hasil Pembangunan Dana Desa

Secara terpisah, Warga sekitar dusun Uruk Timbul menyesalkan mutu pekerjaan dana desa itu. Katanya, proyek itu dikerjakan asal jadi, kades itu yakin tidak akan ada orang yang meninjau pekerjaannya karena jauh dan sulit dijangkau.

“Kalau-pun kades merasa aman semau dia mengerjakan bangunan itu, sehingga terkesan asal jadi. Tetapi, kami siap menjelaskan kekurangan dan kejanggalan pelaksanaan proyek dana desa itu”. tukas warga sekitar.

Kepala Desa Saragih Barat, Rino Tumanggor selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DD TA 2018, hendak dikonfirmasi awak media ini tidak berhasil.

Meski-pun sudah dihubungi melalui telepon selularnya, namun tidak diangkat. Di SMS-pun juga tidak dibalas.

Menurut sumber, Kades Rino Tumanggor sulit dijumpai sejak dana desa TA 2018 dikerjakan. “Takut kepada aktifis pemantau pembangunan”. pungkas tidak mau disebut namanya di media.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here