Manfaatkan Dana Desa, Warga Desa Saragih Timur Gali Batangan Emas LamaTerkubur Dirawa Gambut

0
132 views
Awak Media Monalisa News, Syarifuddin Simatupang saat meninjau proyek pengeringan rawagambut sepanjang 1500X3X2 meter yang dibiaya DD TA 2018

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS |TAPTENG | – Bertahun tahun masyarakat Desa Saragih Timur Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapnuli Tengah (Tapteng) Sumut, bermohon kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, agar dialokasikan anggaran untuk mengeringkan lahan rawa gambut milik warga.

Harapan dan usulan warga melalui Kadesnya itu tidak juga terwujud. Namun masyarakat tidak habis sabar kendati lahan miliknya menjadi tertinggal karena tidak dapat diusahai atau ditanami.

Kemudian, setelah Dana Desa (DD) Tahun Angggaran (TA) 2018 disepakati melalui Musawarah Desa (Mudes) Rawagambut itu untuk digali, dibuat parit dan dikeringkan.

“Lahan rawagambut kini sudah kering, sebahagian warga pemilik lahan sudah mengelolah lahannya. Semak belukar sudah mulai diimas selanjutnya untuk ditanami. Harga tanah yang selama ini tertinggal itu otomatis harganya melonjak bagaikan harga Emas”. sebut warga.

Tidak sampai disitu, warga juga mengatakan. Batangan Emas yang terkubur dirawa gambut itu sudah tergali berkat dana desa. Tinggal pemilik lahan bagaimana caranya untuk menggali batangan emas yang terkubur dilahannya masing masing.

Kades Saragih Timur Kecamatan Manduamas Tapteng, Santosa, dengan Wartawan Monalisa News, Syarifuddin saat meninjau proyek rabat beton yang dibiayai DD TA 2018.

“Setelah dilakukan pengeringan, melalui penggalian parit 4 X 1500 X 2 meter. Nilai objek tanah bagaikan harga Emas yang terkubur dalam lahan rawa gabut. Batangan emas itu akan kami gali dengan cara menanami bibit tanaman. Otomatis, hasil panen tanaman itu akan kami jual lalu kubelikan emas”. sebut warga sekitar.

Kades Saragih Timur, Santosa, didampingi Ketua BPD-nya, Alasan Harianja (48), dan warga, diantanya, Justinus Marbun (37) membenarkan DD TA 2018 untuk desa itu sebesar Rp.700.000.000,- dialokasikan untuk rabat beton sepanjang 250 meter. Dan Pengeringan rawa gambut 3 X 1500 X 2 meter, selebihnya untuk BUMDes.

BPD Saragih Timur, Alasan Harianja ini mebenarkan kepada Monalisa News, Minggu (12/8-2018) di rumah Kades Santosa. Sebelumnya lahan rawagambut itu dibiarkan pemiliknya terlantar karena tidak dapat diusahai atau  tdak dapat ditanami.

Berita Terkait: 👉  DPRD Sahkan Ranperda Pemkab Sergai

“setelah dikeringkan dengan menggunakan dana desa, lahan tertinggal itu sekarang sudah mulai diusahai pemiliknya. Karena dekat dengan pemukiman warga, lahan rawagambut ini menjadi bernilai seperti harga emas karena pemiliknya sudah semangat untuk mengusahai”. terang Alasan, diamini Justinus Marbun.

Justinus menambahkan, lahannya seluas 1 ha sudah pernah ditanami bibit kelapa sawit. Tetapi gagal tumbuh, akibat terendam air rawagambut.

“Dalam waktu dekat, saya akan mengulangi mngusahai lahan ini dan akan menanami bibit kelapa sawit. Emas batangan yang terkubur didalam rawagambut itu akan saya gali. Pasti, 3 tahun akan datang, emas itu akan saya dapat. Kenapa.? karena hasil penjualan panen buah kelapa sawit itu nanti akan dapat membeli emas batangan”. tandasnya, membuat suasana gembira dirumah Kades.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY