“Gunakan Handak” Menangkap Ikan, 9 Nelayan Diamankan TNI AL Sibolga

0
82 views
Danlanal Sibolga, Letkol (P) Fajar Priyanto K, dengan Tim AL Sibolga, beserta 9 awak kapal dan alat-alat penangkap ikan KM RESTU BUNDA II, GT.06. No:232/S.69, yang berhasil diamankan karena menggunakan "Handak",

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Kapal penangkap ikan berhasil ditangkap saat hendak berangkat melaut, sebelumnya kapal tersebut telah dibuntutti oleh TIM Angkatan Laut (AL) Sibolga sejak sore. Diduga melakukan penangkapan ikan dengan Bahan Peledak (Handak).

Kapal penangkap ikan KM RESTU BUNDA II, GT.06. No:232/S.69, beserta 9 orang awaknya berhasil diamankan, Jumat (17/8-2018) malam sekitar pukul 22.00 Wib diperairan laut Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut.

Danlanal Sibolga, Letkol (P) Fajar Priyanto K, dalam konfrensi persnya di Mako Lanal jln.S.Parman Sibolga, Sabtu kemarin kepada wartawan mengatakan,Kapal penangkap ikan berhasil ditangkap saat hendak berangkat melaut, sebelumnya kapal tersebut telah dibuntutti oleh TIM Angkatan Laut Sibolga sejak sore.

“Untuk ke-4 kalinya Satuan TNI Angakatan Laut Sibolga, berhasil menggagalkan kegiatan menangkap ikan dengan menggunakan Handak,(Bahan Peledak), di perairan laut Sibolga”. kata Letkol (P) Fajar Priyanto K.

Sebagai Danlanal, lanjut Fajar Priyanto K, harus berkomiten untuk meneggakkan kedaulatan dan keamanan di wilayah laut Sibolga. “Amanah ini yang saya laksanakan, hasilnya selama menjabat kami sudah menangkap dan memproses, ini yang ke empat kalinya kapal ilegal fishing dengan menggunakan Handak”. kata Fajar.

Fajar menegaskan, Penindakan yang dilakukan oleh Lanal Sibolga, Sabtu, tepatnya pukul 22:00. Satuan TNI Angakatan Laut Sibolga, melaksanakan penangkapan kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan “Handak”.

“Ini bagian dari komitmen saya pertama kali menjabat, bahwa saya akan menegakkan keamanan diwilayah kerja saya. Banyak pelanggaran keamanan yang terjadi diperairan Sibolga, salah satu contohnya penangkapan ikan secara ilegal”. tegas Fajar.

Kemudian dijelaskan Fajar, bahwa penagkapan ikan dengan menggunakan Handak merupakan kejahatan yang terbesar dibidang perikanan. Penggunaan Handak dapat merusak habitat laut.

Berita Terkait: 👉  Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Air Baku Di Karo Senilai Rp 13 Milyar Terancam Mangkrak

Pernah orang Sibolga bercerita, dulu Nelayan Tradisional menangkap ikan hanya disekitaran Pulau Poncan. Tetapi karena terumbu karang sudah rusak, dan habis. Nelayan tradisional menangkap ikan harus pergi jauh-jauh ketengah laut sana.

“Ini adalah komitmen saya. Saya akan menangkap semua pelaku ilegal fishing terutama penggunaan Handak”. tegas Fajar.

Danlanal Sibolga, Letkol (P) Fajar Priyanto K menerangkan. Pelaku yang berhasil diamankan ada 9 orang, identitas kapal KM.Bunda Restu II, dan satu buah stempel sebagai transper, koordinat TKP disekitar Suar Labuhan angin, sebagai titik temunya kapal stempel dengan kapal ilegal.

“Kapal ilegal ini ditangkap bukan saat melakukan kegiatannya, jadi kita cegah dulu. Kenapa saya bisa mengatakan kapal ini ilegal fishing menggunakan bahan handak, barang bukti dan alat bukti sangat mendukung bahwa ini adalah kapal handak”. sebut Fajar.

Fajar lalu menunjukkan alat-alat yang digunakan sebagai alat Handak, seperti kompresor, Dupa, blerang sekitar 1,5kg, korek api, alat selam. “Dan pengakuan dari yang bersangkutan, bahwa dia akan melakukan pengeboman ikan. Jadi, mereka kita kenakan Undang-undang perikanan pasal 53 percobaan Handak”. jelas Fajar.

Harapan saya kepada pihak pengadilan nanti. Sebagai pencegahan ke depan, agar alat bukti dan barang bukti dimusnahkan. “Sebab ini adalah kejahatan paling tinggi kalau tidak seperti itu nanti akan diulangi lagi”. tandas Fajar.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY