Warung Warung Dipinggiran Jalan Lintas Parapat,Rusak Keindahan Kawasan Destinasi Danau Toba

0
63 views

Oleh Ekolin

MONALISANEWS | PARAPAT | – Kawasan Danau Toba yang belakangan ini menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat sudah harus melakukan pembenahan dan penataan tata ruang kawasan wisata sehingga tidak terkesan kumuh.

Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo berharap Danau Toba akan menjadi destinasi wisata dunia.Namun sangat disayangkan,pencanangan presiden RI itu sepertinya tidak berpengaruh kepada para pelaku usaha.Pasalnya disepanjang jalan menuju kota perapat telah berdiri warung warung sehingga berpengaruh pada keindahan danau toba juga jaminan keamanan para wisatawan.

Seperti kita ketahui, kejadian tenggelamnya kapal KM. Sinar Bangun, dimana diduga terjadinya kecelakaan itu tidak lepas dari kelalaian dinas terkait. Oleh kerena itu perlu dinas terkait terutama dalam hal perizinan melakukan fungsinya dengan baik dan tidak di interfensi oleh kepentingan kepentingan pihak pihak tertentu.

Dari pantauan Tim Investigasi Topan RI Sumatera Utara disampaikan kepada Monalisanews Selasa,(21/8/2018), keberadaan warung warung pada tepi jalan menuju Parapat dari Simpang Hotel Patra Jasa hingga mendapati kota Parapat, menutupi keindahan  danau toba saat kita melintas jalan tersebut.

Yang menjadi permasalahannya warung warung itu juga di bangun dengan tingkat keamanan yang perlu diperhatikan. Mengingat berada tepat dibibir jurang dan riskan runtuh oleh karena kelabilan tanah yang berbatu batu yang bisa menyebabkan terjadinya longsor..

Hasil pantoan monalisanews dilokasi, pondasi berdirinya warung warung ada yang hanya memakai tiang dari kayu, dengan diameter yang tergolong kecil, juga ada yang memakai tiang cor beton dengan ukuran tidak standar dengan lokasi bangunan induk.Hal ini sangat perlu perhatian, sebab ini menyangkut keamanan pengunjung di danau toba.

Untuk hal ini, tim berusaha mencari keterangan mengenai Izin Bangunan warung warung tersebut. Dari keterangan sekretaris dinas perizinan Kabupaten Simalungun mengatakan bahwa sepengetahuan mereka warung warung tersebut tidak ada mereka menyeluarkan izin, sebab mereka tidak pernah menerima rekomendasi dari dinas terkait yang berhubungan dengan teknis sehingga mereka juga tidak pernah mengeluarkan izin terhadap berdirinya warung warung di bibir jurang jalan menuju kota Parapat.

Berita Terkait: 👉  AKP. Edy Sukamto. SH. MH, Guna Berantas Narkoba Kita Akan Tes Urine Anggota

Paling ironisnya, bila tidak ada izin, mengapa tidak ada tindakan tegas dari Pemkab Simalungun. Apakah ada hal hal khusus terhadap keberadaan warung warung di pinggir jalan parapat ini?.

Dalam hal ini, tim Topan RI Sumut segera meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun bertindak tegas terhadap bangunan warung di pinggir jalan Parapat, khusus kepada Sappol PP, karna fingsi sappol PP itu penegak perda,  bila benar tidak memiliki izin dan dapat diduga bangunan warung warung ini Liar.

Perlu perhatian khusus, selain menghalangi pemandangan, warung warung ini diduga liar dan tidak memiliki izin. Keamanan dan standard bangunan juga sangat minim, kita harus perhatikan keamanan, jangan nanti setelah jadi musibah, baru saling menyalahkan. demikian ungkap komandan investigasi Topan RI Sumut.gatakan,

Sementara itu,Kepala Satpol PP Kabupaten Simalungun Ronni Butar Butar saat dikonfirmasi melalui telpon selular mengatakan,bahwa dirinya menunggu surat laporan dari Dinas PIT,apa bila warung warung yang selama ini sudah ada dan bangunan baru tidak memiliki SIMB untuk ditertibkan,”Kalau memamang bangunan tersebut tidak memiliki SIMB dari dinas PIT dan ada surat untuk menghentikan atau membongkar itu baru kita laksanakan,tapi sejauh ini belum ada surat dari Dinas PIT yang ditujukan ke Satpol PP,”kita tunggulah Lae!..kalau surat dari Dinas PIT sudah masuk,baru kita tindak lanjuti,” pungkasnya.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY