Mekanik Nusantara Mobil “ Abal- Abal “ (Bag I)

0
563 views

Oleh Ekolin

MONALISANEWS |SIANTAR |- Dalam dunia perdagangan selalu kita mendengar bahwa pelanggan atau konsumen adalah ‘Raja’ yang harus dilayani dengan baik,Artinya agar pelanggan atau konsumen merasa puas atas pelayanan yang diberikan sehingga tidak meras kecewa.Baik itu dalam  konteks membeli atau memperbaiki (Service).

Namun hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh Pimpinan Redaksi Monalisanews Kemas Edi Junaidi saat melakukan perbaikan kendaraan roda empat di Nusantara Mobil Jl Merdeka Pematangsiantar Sumatera Utara.

Kerja ( service ) asal jadi mereka lakukan sehingga merugikan konsumen yang seharusnya mendapatkan kepuasan,berawal saat Monalisanews melakukan service bahan ekspansi serta perbaikan Air Conditioner ( AC ) mobil.

Setelah usai service AC yang dilakukan bengkel Nusantara Mobil dan dianggap selesai,Redaksi Monalisanews membayar sesuai dengan kwitansi yang disodorkan.oleh pihak bengkel dan berlalu langsung memijak gas beranjak dari bengkel dan melakukan aktivitas peliputan.

Betapa kecewanya,setelah dua minggu berjalan,AC yang baru diservice sudah tidak lagi dapat dipergunakan.Ternyata pelayanan yang diberikan oleh Nusantara Mobil tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.sebab perbaikan AC yang terbilang mahal dengan total biaya Rp.800.000,dan pergantian Espansi AC dengan harga Rp 350.000,-tidak juga dapat AC berjalan normal apa yang telah dinyatakan mekanik AC Nusantara Mobil.

Untuk ketiga kalinya,Pemred Monalisanews mempertanyakan,AC ngadat dan tidak dapat befungsi seperti yang diharapkan dan hanya mengeluarkan udara panas.mekanik AC Nusantara Mobil mengatakan,bahwa ada kebocoran disaluran (selang).”Ada kebocoran halus,sehingga Freon AC menguap,ini harus diisi ulang pak!..,” ujar mekanik,ketika monalisanews kembali mempertanyakan penyebab AC tidak berfungsi sebagai mana mestinya,Senin (3/9/2018) berkisar pukul 14.00 Wib.

Mendengar jawaban ringan dan sepertinya lepas tanggung jawab,Kemas kembali mempertanyakan kepada mekanik,”Kemarin yang diservice AC yang mana,” tanyanya.”Kemarin hanya bagian atas untuk bagian bawah tidak termasuk secervice seleng yang dibawah bocor halus ini,”kata mekanik Nusantara Mobil sekenanya.

Berita Terkait: 👉  Terkait Kelangkaan Gas Elpiji 3Kg, Agen Resmi Dukung Pemkab Tapteng Lakukan Razia

Setelah selesai pengecekan,menurut mekanik Nusantara Mobil harus diisi Freon dan ganti selang,dan harus mengeluarkan biaya,Kemas mulai meradang,”Uda dipasang kembali yang abang buka tadi,”tegasnya.”Ia pak!..”ujar mekanik dan kembali mesang dasbord yang telah dibuka untuk mengetahui penyebab kerusakan AC.

Kembali kekantor Redaksi Monalisanews,Kemas masih meradang dan seperti dipermainkan oleh pengusaha Nusantara Mobil.

Melalui Crew Monalisanews meminta mempublikasikan kepada masyarakat kota Pematangsiantar untuk tidak berbengkel atau membeli dan service AC mobil di Nusantara Mobil JL Merdeka Pematangsiantar.karena apa yang dialami Kemas jangan samapai terulang kembali kepada Masyarakat Sumatera Utara terkhusus Masyarakat Pematangsiantar.

”Kami sangat sesalkan atas pelayanan pengusaha Nusantara mobil,sepertinya kami sebagai konsumen atau pelanggan merasa ditipu dengan hasil kerja mekanik yang tidak mampu memperbaiki sesuai bon faktur yang diberikan pengusaha.Ini akan kami tidak lanjuti dan laporkan kepada Lembaga Perlindungan Konsumen.Karena disinyalir mekanik tidak memiliki sertifikat tenaga ahli,”tegas Kemas.

Berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Bab VI Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Dalam Pasal 19 menjelaskan,Bahwa Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.

Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi.

Sementara untuk Sanksi Pidananya Pasal 61 yaitu Penuntutan pidana dapat dilakukan terhadap pelaku usaha dan/atau pengurusnya.

Untuk Pasal 62 disebutkan,Bahwa Pelaku Usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat 2, Pasal 15, Pasal 1 ayat 1 huruf a, huruf b, huruf c, huruf c, ayat 2, dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Berita Terkait: 👉  Dedi Nekat Gorok Teman Sendiri

Pengusaha Kavling Trotoar  

Dalam pantauan Monalisanews,keberadaan toko/bengkel Nusantara ,tidak mengindahkan perda yang telah dibuat oleh Pemko Pematang Siantar, dimana trotoar yang menjadi hak pejalan kaki,kondisinya saat ini seperti di kavling oleh mereka dan dijadikan lahan tempat mereka dalam menjalankan usaha perbengkelan.

Hal ini sangat tidak lazim dan patut dipertanyakan kepada Pemko Pematang Siantar,agar memberi tindakan  yang serius kepada pemilik toko/bengkel Spart Part Nusantara Mobil.(Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here