Hancur Kali,Untuk Pengadaan Gordyn RSUD Perdagangan ‘Hutang’

0
202 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | PERDAGANGAN | – Untuk peningkatan Sarana dan Prasarana RSUD Perdagangan,melaksanakan kegiatan pengadaan Gordyn dengan jumlah anggran Rp 200.000.000.- berdasarkan Indikator Kinerja yang telah ditanda tangani Direktur dr Maslina Sipayung MSi.

Ironisnya kegiatan sudah selesai dikerjakan 100% tetapi pembayaran belum diselesaikan.Ternyata pembayaran pengadaan Gordyn tersebut masuk dalam pengakuan hutang APBD 2018.

Hasil penelusuran monalisanews,Gordyn bunga bunga  warna dasar biru yang terpasang disetiap dinding kaca RSUD perdagangan hanya jenis kain biasa dan ditengarai harga kain dibawah jenis kain baldu,kalau dari harga sesuai indikator kinerja RSUD Perdagangan.Pengadaan Gordyn sudah cukup mewah dengan kain berkwalitas tinggi,seperti yang sudah terpasang disepanjang dinding dan pintu kaca RSUD Perdagangan.

Azhari Nasution,pernah sebagai pelaksana barang dan jasa pemerintah ikut serta menelusuri kegiatan yang ditengarai tidak sesuai dengan hasil pengadaan gordyn,menurutnya begitu mahal  kepada monalisa mengatakan,Kalau pengadaan gordyn dengan kwalitas kain seperti ini,berapa besar keuntungan yang ditarik pengusaha atau rekanan,dan itupun kalau pihak rekanan yang mengerjakannya.

“Aku berani nender separoh harga,kalau aku yang mengerjakan,ini paket lemak,” ujar Nasition sambil memengang kain gordyn yang sudah terpasang didinding kaca RSUD Perdagangan.

Inilah kondisinya,kalau indikator kinerja RSUD Perdagangan dalam mengalokasikan anggaran tidak Rasional sehingga untuk peningkatan sarana dan prasarana  aparatur tidak mengacu kepada Peraturan Pemerintah RI Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.”Bagaimana mungkin pengadaan Gordyn sebegitu besarnya.Inikan namanya pemborosan anggaran,apa lagi pengadaan tersebut menjadi pengakuan hutang Ta 2018.Apa ini ga namanya pemborosan anggaran,” tegasnya.

Ketika monalisanews ingin konfirmasi dengan Dirut RSUD Perdagangan dr Maslina Sipayung MSi terkait pengadaan Gordyn dengan permasalahan yang ada,diterima oleh KTU diruang kerjanya,dan mengatakan bahwa Dirut tidak berada dikantor.”Dirut baru keluar,kalau ada keperluan,biar nanti saya sampaikan,kalau boleh sekalian nomor hapenya Pak,”ujarnya.(Bersambung)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Ibnu " Kecam Kekerasan di Rohingya Myanmar "

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY