Keuangan Pemkab Simalungun ‘Pailit’,Sekda Rapat Internal Terburu buru

0
767 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | SIMALUNGUN |-Saat ini kondisi keuangan  daerah Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam posisi nol. Sementara,desakan tenaga honor guru meminta pemerintah untuk segera memenuhi kebutuhan gaji sebagai hak mereka belum juga terpenuhi.

Selain itu,gaji tenaga honorer di masing masing SKPD sudah berjalan lima bulan belum juga terealisasi.Demikian juga dengan hutang kepada pihak ketiga,serta pekerjaan proyek Tahun Anggaran 2018 yang sudah selesai dikerjakan,hingga empat bulan berjalan belum juga dicairkan Dinas PPKAD.

Sekretaris Daerah Pemkab Simalungun Gidion Purba sebelum menggelar rapat internal dengan pimpinan SKPD di kantor Dinas PPKAD,Selasa (18/9/2018) dengan raut wajah gusar mengakui,kondisi keuangan Pemkab simalungun Nol,semua kegiatan dipangkas untuk pembahasan P APBD Ta 2018.Termasuk anggaran Reses DPRD Simalungun.

“Kalau saat ini!..harap maklum,semua kegiatan kita pangkas termasuk kegiatan reses DPRD.Jadi tahun ini hanya gaji yang diterima seluruh PNS.Makanya ini kami mau rapat internal soal anggaran agar tidak terjadi rasionalisasi,” ungkap Gidion sambil berlalu dan pamit memasuki salah satu ruangan.

Panton MonalisaNews,selain Sekda,Asisten,Inspektorat,Kadis pertanian,Sekdis Pendapatan,Kadis PPKAD dan Kabag Keuangan dan Staf.

Menurut informasi, saat ini pemerintah kabupaten tidak memiliki cadangan dana alias nol. Biasanya dana cadangan tidak kurang dari Rp 100 miliar. Namun, saat ini kondisinya nihil, hingga pelaksanaan perubahan anggaran.

Pemkab Simalungun saat ini tidak bisa berbuat apa-apa.Seperti GU (ganti uang) sudah berjalan enam bulan atau Triwulan Ke II dan Ketiga III belum juga dicairkan.Alhasil hutang bendahara SKPD untuk pendahuluan operasional kegiatan semangkin menumpuk.

“Aduh bang!…sudah ga kuat lagi aku menahankan beban ini.sepeserpun ga ada yang dipegang.sementara fungsi pelayanan harus terus berjalan.Sampai kapan kami akan bertahan,” ujar bendahara SKPD yang baru keluar dari bagian keuangan.

Berita Terkait: ­čĹë  BANGUN SINERGITAS ANTARA POLRI DAN TNI DIWILAYAH HUKUM KABUPATEN ASAHAN

Melihat kondisi keuangan Pemkab Simalungun pailit,Wakil Ketua Tim Investigasi LSM MASA Rudy Lubis kepada MonalisaNews diperkantoran SKPD mengatakan,Untuk mengembalikan keuangan sudah kosong dengan menjual aset merupakan satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan Pemkab Simalungun dari kebangkrutan.

“Penjualan aset untuk menutup defisit. Untuk menutup defisit itu ada tiga sumber yaitu cadangan keuangan, aset, dan pinjaman. Cadangan, Pemkab tidak ada, pinjaman tidak mungkin karena tidak mampu bayar bunganya karena sudah meminjam Rp 160 miliar dari PT SMI untuk pembangunan insfrastruktur, satu-satunyanya ya penjualan aset,” kata Rudi.

Menurut dia, penyebab kondisi pailit yang menjerat Pemkab Simalungun saat ini dikarenakan kebutuhan setiap tahun berjalan untuk menutupi keberlangsungan pemerintahan. Kondisi tersebut salah satunya berawal dari biaya ribuan tenaga honorer.

“Indikator Pemkab alami masalah finansial terlihat dari penurunan hasil PAD yang tidak mencapai target dan atau berkisar 47%.Anggaran yang disajikan kepada Badan Musyawarah Anggaran DPRD Simalungun sudah tidak Rasional dari capaian sehingga terjadi pemangkasan anggaran atau rasionalisasi anggaran.Akibatnya keuangan Pemkab Simalungun pailit,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here