Dua Karyawan Meregang Nyawa Dalam Bungker Inti Sawit Kebun Pabatu

0
477 views

Oleh Budi Hartono.

MONALISANEWS | T TINGGI | – Dua orang karyawan PTPN 4 Perkebunan Pabatu meregang nyawa meninggal dunia saat menjalankan tugasnya. Herman Wijaya (45) dan Suyatno (42) diketahui meninggal dunia Rabu (19/9/2018) berkisar pukul 7.30 Wib didalam Bungker Inti Sawit Perkebunan PTPN IV Pabatu.

Adapun kronologi kejadian, tugas rutin mereka berdua adalah mengecek jumlah volume Inti Sawit yang ada dalam Bunker Penampungan  setiap pagi,tutup bunker tersebut harus dibuka karena untuk mengeluarkan zat asam dari inti sawit  yang dihasilkan setelah penggilingan.

Seperti biasa sewaktu mengukur volume inti sawit disetiap bunker menggunakan besi pengukur.Tapi entah mengapa 2 korban berada didalam bunker tersebut. Menurut rekan kerja korban yang enggan menyebutkan namanya.

Mereka tidak mengetahui kapan alm.Herman Wijaya (HW)  masuk ke bunker. Disaat mereka hendak mengukur volume inti sawit, S melihat HW sudah dalam keadaan tidak bergerak didalam.

S berteriak memberi info kepada rekan kerja lainnya dan S langsung masuk kedalam bunker dengan niat hendak menolong HW. Tapi rupanya niat tidak seiring dengan takdir, dikarenakan zat asam didalam bunker masih tinggi akhirnya S juga ditemukan tidak bernyawa.

Menyikapi tragedi tersebut rekan kerja kedua korban lainnya memberi info kepada atasannya bahwa ada 2 orang karyawan saat ini berada didalam bunker sudah tidak bergerak.

Untuk mengangkat kedua korban dari dalam bunker dengan menggunakan tali. Setelah terangkat, HW dan S dibawa dengan ambulan ke RS.Pabatu dan hasil pemeriksaan keduanya dinyatakan meninggal dunia karena terlalu banyak menghirup zat asam yang berasal dari dalam bunker.

Dari hasil konfirmasi  dengan Manager Unit Pabatu A.Simanjuntak  kepada monalisanews, turut  prihatin dan berduka cita atas kejadian ini.

Menetahui karyawanya meninggal dunia,A Simanjuntak sebagai Manager Unit  terkejut,sebab SOP  mengukur inti sawit harus menggunakan alat.”saya tidak mau berasumsi biarlah Tim Keselamatan Kerja dari Holding Pusat mencari Fakta Penyebabnya dan Perusahaan akan secepatnya memberikan apa yang memang menjadi hak-hak dari kedua almarhum HW dan S,” ujar Manager.

Berita Terkait: 👉  Travelling Ala JR Saragih,Belajar Pariwisata di Samosir

Karena kejadian ini alm.HW meninggalkan seorang istri, 4 orang anak dan alm.S meninggal seorang istri serta 2 orang anak.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here