Mangkraknya Proyek Pengadaan Air Bersih,Miliaran Anggaran Negara Sia-Sia

0
123 views
Oleh: Syarifuddin Simatupang
MONALISANEWS | TAPTENG | -a Proyek Pengadaan Air Minum (PAM) dengan menghabiskan dana Rp 8 Miliar untuk 7 Desa dan 1 Kelurahan.Sudah tidak berfungsi “mangkrak”,pasalnya air yang menjadi sumber kehidupan ribuan masyarakat kecamatan Amdan Dewi itu sudah tidak dapat dinikmati lagi.
Proyek air bersih yang di kerjakan pada tahun 2017 dan baru berfungsi hingga bisa dinikmati warga pada bulan Februari 2018 lalu.Bersumber dari Sungai Aek Sirahar menggunakan pompa tenaga linstrik dengan sistim bak sentral penampung diatas bukit di Desa Sosorgonting.
Akibat tidak berfungsinya air bersih yang dibangun dengan dana miliar rupiah tersebut,warga Desa Sirami-ramian, Bondar Sihudon 1, Uratan, Ladang Tengah, Sitiris-tiris, Sosorgonting, dan Desa Lobutua, juga warga Kelurahan Rinabolak Kecamatan Amdandewi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut harus kembali ke sungai untuk mandi dan mencuci serta mengambil air minum.
“Sekitar bulan Maret-April 2018, pipa yang menyambungkan air bersih kerumah warga/pelanggan yang sudah terpasang meteran milik PDAM sudah tidak dialiri air lagi,” jelas Tumbur Simatupang (55), Mariden Manalu ST (52), Awdy Yoharto Purba (32).
“Kendati meteran air milik PDAM itu tidak bayar. Namun uang pasang, meteran itu kami bayar Rp.30.000,- lain lagi biaya untuk membeli pipa, dan bak/drum penampung air harus kami beli. Setelah 2 bulan airnya mengalir, bulan maret atau april 2018. Air ini sudah mati sampai sekarang”. pungkas Tumbur jengkel.
Tumbur mengaku sebagai bendahara Gereja Metodis merasa durugikan, karena untuk pemasangan saluran air bersih untuk Gereja Metodis Bondar Sihudon, harus mengeluarkan uang kas sebesar  Rp.900.000,- untuk membeli pipa.
“Kenyataanya, air bersih itu tidak mengalir mulai bulan april lalu sampai sekarang”. kesal, tokoh agama itu, dibenarkan Awdy Yoharto, dan Mariden.
Mariden Manalu, dan Awdy Yoharto Purba menambahkan, dan seorang pemerhati pengguna air bersih di Kecamatan Amdandewi, Robby Manalu (65), dari awal dipasang air PAM kerumah mereka.pemasangan meteran sembarangan sehingga dari sambungan pipa bocor. air bersih itu tidak utuh sampai ke bak penampungan air dikamar mandi mereka.
“Dari awal kami sudah kecewa menyaksikan pekerjaan karyawan perusahaan yang mengerjakan proyek pengadaan air bersih ini. Begitu selesai kran dan meteran dipasang oleh pihak perusahaan kontraktor ,air dari setiap sambungan bocor,” tegas Mariden. Awdy yoharto,dan Robby.
Secara terpisah. Robby Manalu dan Tokoh Pemuda Amndandewi, Mulyadi Simanulang sangat menyesalkan pihak perusahaan yang tidak bertanggung jawab atas kekecewaan masyarakat kecamatan Amdandewi, karena tidak dapat menikmati air bersih yang diprogramkan pemerintah itu.
“Seogianya, pihak perusahaan tidak boleh melepas begitu saja, setelah selesai dikerjakan proyek pengadaan air bersih ini. Lalu mereka pergi begitu saja tanpa menghiraukan kepentingan masyarakat yang mendambakan sarana air bersih”,ujar Mulyadi dan Robby.
Sementara Kepala Desa Sirami-ramian, Rikky Nelson Tinambunan. ketika dikonfirmasi Monalisa News, mengaku kecewa atas gagalnya air bersih yang didambakan penduduk desanya itu.
“Hingga sekarang air bersih itu tidak ada mengalir lagi kerumah penduduk didesa Sirami-ramian. Sama dengan dirumah saya”. kata Nelson, sembari menujukkan meteran air didepan rumahnya
Camat Amdandewi, Demsi Limbong SPd, kepada Monalisa News, mengaku kecewa atas gagalnya air bersih yang didambakan masyarakat.hingga sekarang tidak ada air itu mengalir lagi kerumah mereka.
“Mengingat kondisi di 7 desa dan 1 kelurahan wilayah kecamatan Amdandewi ini sulit mendapatkan air bersih. Kami berharap kepada pemerintah agar menindak lanjuti gagalnya air bersih yang menjadi dambaan masyarakat”.ungkapnya.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Bupati Taput Bekali Peserta Magang dari BLK ke Jepang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here