Pukat Trawl Beroperasi di Laut Sibolga – Tapteng, “Bahayakan” Seorang Nelayan Tradisional

0
59 views

Oleh: Syarifuddin Simatupaang

MONALISANEWS | Tapteng | – Kapal pukat trawl KM Hendrik, Jumat kemarin sekitar pukul 06,30 Wib melintas di perairan Teluk Tapian Nauli, Pulau Mursala menabrak tali saw (tali jangkar) bagan apung. Mengakibatkan awak bagan apung Galung Hutagalung (28) mengalami luka luka.

Akibat kejadian itu, Galung Hutagalung mengalami luka-luka. Sekujur tubuhnya, dan mengalami memar akibat dihempas katrol tali jangkar yang terseret kapal pukat trawl.

Galung Hutagalung sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Metta Medika Sibolga, karena mengalami luka-luka setelah tali jangkar bagan apungnya ditabrak dan diseret kapal pukat trawl KM Hendrik.

Beroperasinya kembali pukat trawl di perairan laut Sibolga dan diwilayah perairan Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumut kembali meresahkan dan merugikan nelayan kecil di daerah perairan Pantai Barat Sumut.

Bagan apung, adalah salah satu alat penangkap ikan nelayan tradisional diperairan Pantai Barat Sumut, tepatnya di Teluk Tapian Nauli Sibolga dan Tapteng. Antara lain, milik Arwan Swandy Hutagalung, nelayan asal Sibolga tempat Galung mencari nafkah.

Menurut Arwan Swandy ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, Jumat malam mengatakan. Begitu dia mengetahui kejadian yang dialami anak buahnya. Arwan Swandy Hutagalung langsung melarikan Galung Hutagalung ke rumah sakit Meta Medika di Sibolga untuk mendapatkan perawatan intensif. Lalu membuat laporan di Satpolair Sibolga.

“Kita tidak terima, anggota kita telah menjadi korban atas beroperasinya kapal pukat trawl ini. Kita tidak ingin berdamai, kita ingin proses hukum berjalan”. tegas Arwan Swandy.

Selanjutnya dijelaskan, Arwan Swandy, sebelum kejadian, anggotanya itu. Galung saat itu sedang menggulung tali jangkar. Saat kapal pukat trawl mendekat, semua rekan Galung di bagan apung memberi kode.

Berita Terkait: 👉  Gunung Sinabung Jadi Ajang Pendapatan Dana Segar

“Kapal pukat trawl itu bukannya berhenti, malah terus melaju kencang hingga menabrak tali jangkar dan menyeret Galung hingga terhempas katrol tali jangkar, sehingga mengalami luka-luka”. jelas Arwan Swandy.

Sembari mengatakan, Galung sudah diperboleh pihak rumah sakit pulang, selanjutnya dirawat di rumah.

Kasat Polair Sibolga AKP Marudur Sihombing, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan, pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.

“Ya, kita sudah terima laporannya, kita akan lakukan penyelidikan dulu”, kata AKP Marudur.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here