Konser Musik Berkedok Gala Catur,Cederai Masyarakat Kota Siantar

0
459 views
Satpol PP “Ciut” melawan kebijakan Pimpinan yang menyesatkan,Peraturan Daerah,hanya peraturan anak sama bapak
Pencopotan spanduk oleh satpol pp
Oleh Redaksi
MONALISANEWS | SIANTAR | – Konser Tunggal Artis Ibukota Judika berkedok olah raga catur ‘Gala Catur Emas Road To Master’ yang akan digelar hari ini Minggu (7/10/2018) menuai protes dari berbagai kalangan.
Gelaran konser musik berkedok olah raga catur ini semangkin memanas dan menuai protes dari berbagai OKP dan Ormas Islam hingga membuat statemant meminta pemko pematangsiantar agar Konser Musik tersebut dibatalkan,menurut keterangan beberapa ketua organisasi mulai menggalang kekuatan.
Diminta MUI Kota Pematangsiantar sebagai penggagas pertama izin untuk mempergunakan lapangan H Adam Malik sebagai lokasi Tablig Akbar pada hari yang sama turut serta untuk membatalkan konser musik yang notabenenya tidak ada edukasi keagamaan didalamnya.
Dedi Damanik Ketua Pemuda GKPS kepada monalisanews melalui pesan Whatsapp minggu (7/10/2018) wekitar pukul 9.25 menyesalkan kebijakan Pemko Pematangsiantar dengan memberi izin Konser Musik dikemas Gala Catur Emas Road To Master.Alhasil persoalan saling menghormati serta menghargai umat beragama di kota siantar seakan hilang begitu saja.ungkapnya
Dedi lebih lanjut mengatakan,Bukan hanya satu agama tertentu sudah terganggu aktivitas keagamaannya. Kali ini, hal sama sedang terjadi bentuk intoleran di kota Sapangambei Manoktok Hitei.Pada tanggal 16 April 2017 lalu, bertepatan Hari besar umat kristiani, telah mencederai warna toleransi di kota siantar.’terangnya.
“Kembali dilakukan oleh Pemerintah kota siantar dimana telah memberikan izin untuk melaksanakan event road race pada jalan protokol kota siantar.Event tersebut sangat besar mempengaruhi aktivitas umat kristiani dalam beribadah (GKPS Jl.Jend.Sudirman),” ujarnya.
Dedi menambahkan,Kali ini pemerintah kota siantar telah melakukan kesalahan yg sama.dimana pada hari ini Minggu (7/10/2018) pemko telah memberikan izin untuk mengadakan kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB hingga acara puncak (konser) pada malam hari.
“Kenapa harus hari Minggu Pemko memberikan izin? Apakah tidak ada lagi hari lain yang tidak mengganggu aktivitas umat beragama?..”tanyanya.
“Pemko kan sudah belajar dari persoalan sebelumnya. Seharusnya jangan lagi terulang hal seperti ini. Kami juga ingin dihargai seperti kami menghargai keseluruhan umat beragama di kota siantar.Kegiatan hari ini sudah pasti akan mengganggu kemaslahatan aktivitas ibadah umat kristiani dimana di sekitar kegiatan ada sebuah Rumah Ibadah (GKPS Jl.Jend.Sudirman),” pungkasnya.
Bamby Lubis sebagai kader Pemuda Pancasila juga menyesalkan sikap Pemko Pematangsiantar atas kebijakan sepihak dan tidak konsisten atas penegakan Perda penggunaan lapangan H Adam Malik,” Pemko jangan membuat kebijakan sepihak memberikan izin konser dikemas dengan olah raga catur seperti itu,apa lagi sebelumnya izin MUI untuk menggelar Tablig Akbar dilokasi dan waktu yang sama.ini kan sudah pelecehan kepada kami sebagai umat muslim.Lebih mengutamakan hiburan dunia ketimbang,menambah amal Ibadah.”ujarnya.
Bamby juga menyesalkan Satpol PP sebagai pengawal Peraturan Daerah Kota Pematangsiantar tidak tanggap atas kegiatan yang membuat masyarakat menyoal izin yang dikeluarkan Pemko sehingga membuat kondisi keamanan Kota Pematangsiantar menjadi tidak kondusif.
“Pemko harus secepatnya mendudukan seluruh elemen agar bisa saling berkoordinasi sehingga kegiatan ini tidak menuai persoalan yang nantinya bisa membuat Kota Pematangsiantar tidak kondusif.Terutama Satpol PP jangan tinggal diam sebagai pengawal Perda,jangan ABS (asal bapak senang) akhirnya peraturan yang ada hanya sebatas peraturan,”pungkasnya.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Pro Kontra Lahan Relokasi Mandiri Pengungsi Sinabung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here