Topan- RI Minta Poldasu Tangkap Pelaku Mark-Up Monografi Di Simalungun

0
278 views
Oleh Ekolin
MONALISANEWS | SIMALUNGUN | – DPW TOPAN-RI Sumut melalui Divisi Intelijen / investigasi menelusuri adanya dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan monografi di beberapa desa di kabupaten simalungun.
Simon Nainggolan selaku komandan divisi DPW TOPAN-RI Sumut kepada monalisanews Jumat (12/10-2018) disalah satu kedai kopi Jl MH Sitorus mengatakan,Beberapa waktu lalu menerima informasi adanya mark up pengadaan monografi yang direalisasikan pada beberapa desa di kabupaten Simalungun.
“Dari hasil penelusuran,Tim mendapat kiriman video berdurasi kurang lebih sepuluh menit.Video itu berisi rekaman pengakuan kepala desa Bandar siantar, kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun yang kemudian diketahui bernama Suroso,”jelasnya.
Lanjutnya’,Dalam vidio ini Suroso mengatakan kalau dia di minta uang untuk monografi sebesar Rp. 13,5 juta. Uang monografi itu diambil oleh pak Yatno kerumah saya, waktu saya kasi uang itu tidak ada dari kaur pemerintahan, hanya saya dengan istri saja dan gak ada kwitansi tanda bukti, diminta aja begitu, dasar hukumnya memang itu untuk monografi.”ungkap Simon menirukan perkataan Suroso.
“Hampir semua desa di kecamatan Gunung malela di kutip uang monografinya, setahu saya cuma 1 desa yang tidak. Kata pak Yatno uang itu dikasi sama orang partai,” ujar Surosa dalam rekaman vidio tersebut.
“Masalah ini sudah sampai inpektorat. Sampai sekarang juga saya minta surat penerimaan, pak Yatno menjawab nanti nanti. Inspektorat suruh pulangkan Rp.7 juta kali 15 desa yang berada di kecamatan Gunung Malela,” ungkap Suroso lagi dlm vidio rekaman yang disampaikan Simon Nainggolan kepada Monalisanews.
“Kita semua pangulu sudah tau, kalau monografi begini paling tinggi Rp.5 juta. ” ungkap pak Suroso dalam rekaman video.
Simon mengatakan,Atas dasar rekaman ini divisi investigasi Topan Ri Sumut melakukan konfirmasi dan kordinasi dengan BPMN Simalungun .Bahwa benar ada pengadaan monografi di semua desa di kecamatan Gunung Malela dengan anggaran Rp. 15 juta per desa dan itu Tahun anggaran 2017.
“Tim sudah melakukan rapat koordinasi dan akhirnya Divisi investigasi DPW TOPAN-RI Sumut memutuskan untuk melaporkan hal dugaan mark-up pada pengadaan monografi ini ke Polda Sumut.”terangnya.
“Dengan barang bukti yang otentik berupa rekaman video dan keterangan, kita melaporkan secara tertulis dan menyerahkan barang bukti ke Pihak Polda Sumatera Utara kamis 04 Oktober 2018,” ujar Simon menambahkan.
Dari kesimpulan atas dasar rekaman pengakuan pak Suroso,Pengadaan monografi dimaksud patut diduga adanya interfensi oknum yang merupakan kader partai politik dalam proyek pengadaan monografi itu’.jelasnya
Simon menambahkan,Ada mark-up harga satuan sebesar Rp. 7 juta per unit monografi.”Kami melihat bahwa telah terjadi mark-up harga monografi sehingga berpotensi merugikan keuangan negara dan diduga mencari keuntungan yang tidak wajar,” ungkapnya.
Lanjutnya,DPW TOPAN RI SUMUT juga menemukan dugaan adanya upaya merubah sumber anggaran pada pengadaan monografi dimaksud.”Dari keterangan kepala BPMN Simalungun pembelian monografi dari alokasi dana desa”terangnya.
Sementara kepala Inspektorat Simalungun Frans Saragih mengatakan, Pengadaan Monografi bersumber dari Dana desa 2017.”Pengadaan monografi bukan hanya di kecamatan Gunung Malela,mungkin ada 160 Desa dan ini sudah terealisasi,” ujarnya.
Atas laporan terkait dugaan mark-up Monografi,DPW TOPAN RI Sumut minggu depan akan mendatangi Poldasu untuk mendesak agar laporan dugaan mark-up pengadaan monografi segera di tindak lanjuti.
“Minggu depan akan kita tidak lanjuti ke Poldasu,hal ini guna menghindari upaya para terduga menghilangkan barang bukti dan dikhawatirkan melarikan diri, DPW TOPAN RI Sumut¬† minta Poldasu segera melakukan penangkapan.” tegas Simon Nainggolan.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: ūüĎČ  Jaksa Kembalikan Berkas, 3 Bulan Berlalu Kasus RN P19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here