Pekerjaan Ipal Komunal Oleh KSM Melati, Diduga Tidak Akan Selesai Tepat Waktu

0
130 views

Oleh Ekolin

MONALISANEWS | SIANTAR | – Limbah yang berasal dari WC memang sangat berbahaya karena mengandung banyak bakteri. Selain itu limbah WC juga bisa menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.

Air limbah yang asalnya WC didalamnya ada banyak kandungan bakteri E.Colli yang bisa membuat seseorang terserang penyakit perut. Misalnnya saja seperti penyakit typhus, diare, kolera. Apabila tidak menjalankan sistem IPAL Komunal, limbah WC tersebut kemudian bisa meresap ke dalam sumur dan mencemari air sumur.

IPAL Komunal adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah yang merupakan sarana untuk mengolah limbah yang berbentuk cair misalnya seperti limbah dari WC, dari air cuci ataupun dari kamar mandi. Dan di kalangan masyarakat banyak disebutkan bahwa IPAL adalah sarana untuk limbah WC lebih dikenal dengan sebutan septik tank.

Sementara masih banyak limbah masyarakat diperkotaan,pembuangan limbah melalui saluran drainase umum,tanpa ada memiliki septik tank pribadi.

Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Tata Ruang dan Pemukiman melalui program Lingkungan Sehat Perumahan, Kegiatan Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Dasar Terutama Bagi Masyarakat Miskin.

Proyek Pembangunan Instalasi Air Limbah ( IPAL ) Komunal di Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat Pematang Siantar yang dilaksanakan Kelompok Swadaya Masyarakat ( KSM ) Melati, dengan Pagu Rp.348.538.000,- sumber Dana Alokasi Khusus ( DAK ), berdasarkan Plank Proyek Waktu pekerjaan 90 Hari Klender dengan Nomor SPK: 37/PPK/SPMK/PLSP/PSABSD/OKTOBER/PRKP/2018. diragukan warga.

Pasalnya, proyek yang saat ini sedang dikerjakan terkesan asal jadi, lobang penanaman pipa sebagai saluran yang mengarah ke septik tank kedalamannya dianggap tidak sesuai yang akan berdampak pada penyumbatan di dalam pipa akibat kotoran limbah pada masyarakat ( tinja ) dari kamar mandi warga tidak akan berjalan lancar.

Berita Terkait: šŸ‘‰  Semangat Gotong Royong,Babinsa Penen Padi Dengan Kelompok Tani Bunut

Dari hasil penelusuran Monalisanews dilokasi, plank proyek yang terpampang dengan waktu 90 hari masa kerja, ini sangat di ragukan sebab kondisi saja saat.Pekerjaan yang sudah dilaksanakan oleh KSM, belum mencapai 50%, ditambah lagi kontrak kerja yang sudah di sepakati, harus selesai pada bulan desember ini.

Salah seorang warga yang tak mau disebut namanya dilokasi mengatakan, kalau dilihat cara kerja yang dilakukan oleh KSM Melati, dirinya sangat.pesimis bahwa proyek tidak akan selesai pada bulan yang telah ditetapkan, ditambah lagi, pantoan monalisanews pekerjaan yang dilaksanakan tidak tetap.

“Kadang mereka kerja, tapi nanti beberapa hari tidak terlihat melakukan aktifitas, lihat kondisi sapsitengnya masih seperti itu”.ungkapnya.

Lanjutnya, kalau kita hitung waktu, saat ini telah memasuki pertengahan bulan desember, sebentar lagi sudah masuk tahun baru 2019, material yang harus dikerjakan masih menumpuk serta apa yang harus dikerjakan masih berserak,” Manalah mungkin mereka (KSM Melati ā€“red) bisa menyelesaikan proyek ini, omong kosonglah,” ujarnya.

Warga berharap agar pihak dinas yang terkait khususnya Dinas Tarukim Kota Pematang Siantar selaku pengawas dalam proyek tersebut harus meninjau ulang kembali sebab apabila proyek ini terbengkalai dan tidak bermanfaat bagi warga maka akan terjadi kerugian negara, apalagi uang tersebut berasal dari uang rakyat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here