Puluhan Guru Honorer Tagih Pengembalian Uang Dari Mantan Bupati RBS

0
699 views
Oleh: Syarifuddin Simatupang
MONALISANEWS | TAPTENG | – Diketahui, mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) yang kini berstatus tersangka kasus dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan menjadi tahanan Polda Sumut.
Setibanya pesawat yang ditumpang RBS, Senin (11/02-2019) di Bandara DR FL Tobing di Kecamatan Pinangsori Tapteng, dengan pengawalan ketat petugas kepolisian dan kejaksaan Sumut.
Puluhan guru-guru honorer K2 di Tapteng menyambut kedatangan mantan Bupati Tapteng RBS dengan poster dan spanduk berisi tuntutan “Kembalikan uang kami RBS”.
Mantan Bupati Tapanuli Tengah yang kini berstatus tersangka kasus dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan menjadi tahanan Polda Sumut.
Seorang ibu guru K2 asal Sorkam mengungkapkan, kedatangannya ke bandara untuk menagih uang yang pernah ia kasih saat mengurus CPNS tahun 2013 lalu.
“Saya awalnya guru kontrak K1 di zaman Tuani, tapi janganlah tulis nama saya. Nah terus saya K2 udah masa Bonaran, Rp53 juta saya kasih ke korwilnya Bonaran, Bakhtiar Simanjuntak,” ungkapnya.
Kala itu, kata dia, ia menyerahkan uang itu karena dijanjikan akan lulus sebagai PNS dengan syarat yang diminta. “Katanya udah keluar namanya tapi katanya ada administrasinya katanya Rp50 juta,” ungkap dia.
Dia menyebut, saat ujian berlangsung ia kembali diminta sebanyak Rp3 juta lagi. “Tapi pas ujian, diminta Rp3 juta lagi, jadi total Rp53, yang minta korwil, katanya dikasih ke RBS (Raja Bonaran Situmeang),” katanya.
Perlakuan ini tidak hanya kepada dirinya, tetapi ada sebanyak 10 orang lainnya di desanya yang juga menjadi korban.”Kami di Gotting Mahe (nama kecamatan di Tapanuli Tengah) rata-rata Rp53 juta, ada 10 orang, tapi udah ada yang lolos,” ujarnya.
Br Silaban, guru dari Kecamatan Kolang juga mengungkap hal serupa. Ia menduga, uang yang ia serahkan untuk mengurus CPNS waktu itu tidak sampai ke tangan Bonaran, dan karenanya tidak lolos menjadi PNS.
“Kamilah yang kalah, uang gak dikasih ke si bonaran, kalau dikasih kan menangnya kami,” katanya.
Br Silaban menyebut, ia menyerahkan uang sebesar Rp40 juta. Dan sudah dikembalikan sebagiannya.
“Aku udah dikembalikan sebagian uangku. Kalau aku udah sering kenak. Zaman bonaran Rp40 juta, tapi tinggal Rp6 juta lagi,” katanya.
Sementara itu, Bonaran Situmeang berbicara irit saat hendak ditanyai awak media setibanya di bandara DR FL Tobing. Tangannya diborgol dan ditutup kain berwarna biru. Sejumlah petugas polisi dan Jaksa terlihat mengawalnya.
“Nanti ya, nanti,” katanya.
Puluhan honorer yang mengaku menjadi korban penipuan mantan pengacara Anggodo itu, berteriak-teriak. Bahkan saat Bonaran digiring masuk ke mobil patroli pengawal, puluhan guru itu terus meneriakinya.”Kembalikan uang kami!!” teriak mereka.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: đŸ‘‰  Perayaan Tahun Baru Imlek di Sibolga Berjalan Himah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here