Warga China Ditahan Petugas Bandara Juanda,Bawa Amunisi Ilegal

0
431 views

Oleh Solihin Kohar

MONALISANEWS | JAWA TIMUR | – Petugas Bandara Internasional Juanda Jawa Timur berhasil mengamankan 4 orang penumpang warga China di Airlines C1-751 dengan perjalanan dari Taiwan transit Singapura, yang membawa 400 butir proyektil amunisi dengan ujung berwarna putih dan merah. Pengamanan tersebut dilakukan di terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sabtu (23/2/2019) pukul 23.00 wib.

Informasikan kronologis kejadiannya, sekira pukul 22.57 wib Pesud China Air Lines CI ‚Äď 751 Landing di Bandara Juanda dari Taiwan Transit Singapura, dan pada pukul 23.00 wib, saat melewati pemeriksaan XRay Bea Cukai, termonitor barang bagasi salah seorang penumpang tersebut membawa barang yang mencurigakan.

Penumpang warga negara China yang diamankan berinisial, Stephen Partowidjoyo (37), pada Identitas tertulis alamat Bukit Pakis Utara 3 / TA-19 RT001 RW007, Surabaya, dengan Nomor Paspor B5417090, Soeharjo Partowidjoyo, nomor paspor C 1141510, bersama Theresa Van dengan Nomor pasport C 1141270, dan Silvia Indriani Partowidjoyo, Nomor Paspor B 8552758.

Saat petugas melakukan penggeledah secara manual barang yang mencurigakan tersebut di dapat bungkusan terbalut solasi (lakban) warna putih yang ditempatkan diantara tumpukan baju sebanyak 5 bungkus berisi proyektil amunisi berjumlah total 400 butir dengan ujung berwarna putih dan merah.

Dalam keterangan petugas Bandara Internasiona Juanda, 100 buah Splitzer Caliber 30 (tertulis dalam label bungkusan), 200 buah Held-X Caliber 30 (tertulis dalam label bungkusan), dab 100 buah Hornady ELD-X Caliber 700 mm (tertulis dalam label bungkusan).

Sementara barang lain juga di temukan di dalam koper pelaku 2 buah Styer AUG/MSAR Surpressor Adapter.,1 buah Pelatuk, keterangan dari Stephen penumpang asal China itu bahwa proyektil tersebut didapat dari USA dan dibawa ke Indonesia yang akan digunakan untuk hunting/berburu binatang.

Berita Terkait: ūüĎČ  Mampukah Warga Menjaga Dan Merawat Hasil Pembangunan Dana Desa

Ketika ditanya petugas, Stephen mengaku dirinya anggota Perbakin Surabaya, dan proyektil tersebut nantinya akan dirakit lagi, kemudian dimasukan dalam selonsong yang berisi bubuk mesiu, namun pelaku tidak bisa menunjukan surat pengadaan proyektil dari pejabat berwenang kepolisian ataupun Perbakin dan Stephen tidak bisa menunjukan ID anggota Perbakin dengan alasan ketinggalan dirumah.

Untuk menjaga dari hal yanh menyangkut keamanan Negara, keempat orang penumpang asal China itu beserta barang bukti yang ditemukan langsung dibawa ke kantor KPPBC TMP Juanda untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here