Minimnya Jam Bimtek KPPS, Lambatnya Perhitungan Logistik

0
64 views
Oleh Redaksi
MEDIA BERITA MONALISA | SIANTAR | – Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar, lamban dan butuh waktu lama saat menghitung logistik Pemilu.
Pasalnya sebagai penyelenggara, minimnya waktu bimtek yang harus disosialisasikan kepada petugas KPPS.
Kondisi tersebut terjadi saat simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019, di Lapangan  Farel Pasaribu, Kecamatan Siantar Selatan, Sabtu (13/4).
Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pematangsiantar, Gina Ruthefefiliana Ginting mengakui hal tersebut.
“Karena ini simulasi, KPPS kita sedikit grogi ya. Sejauh ini kendala belum kita temui. Tapi memang pada awal TPS dibuka, KPPS memerlukan waktu yang relatif lama dalam penghitungan logistik,” ungkap Gina.
Diterangkan Gina, simulasi yang dilaksanakan oleh KPU Pematangsiantar ini sama persis dengan kondisi pada hari H Pemilu nantinya, Rabu (17/4).
“Simulasi digelar dengan mengundang 280 pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dipakai untuk simulasi ini. Sebanyak 280 pemilih yang terlibat adalah warga sekitar. Logistiknya sudah menyesuaikan. TPS juga di-setting sesuai keadaan ril seperti pada hari H,” terang Gina.
Simulasi, lanjutnya, para petugas PPS, KPPS, serta penyelenggara tingkat desa/kelurahan sebagai saksi yang nanti akan bertugas pada hari H.
“Tujuan simulasi ini untuk memeroleh dan menggali sebanyak-banyaknya hal-hal yang sekiranya nanti menjadi permasalahan di TPS pada hari H,” katanya lagi.
“Kami juga memberikan ruang untuk mengimplementasikan, menerapkan hal-hal teknis dari penyelenggaraan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS,” tambah Gina.
Simulasi pemungutan suara dimulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Kemudian, dilanjutkan penghitungan suara, dan diakhiri membagikan formulir C dan C1 kepada para petugas KKPS dan saksi.
Asisten I Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar Leonardo Simanjuntak SH MHum mengatakan, dengan diadakan simulasi, dapat diaplikasikan saat berlangsungnya Pemilu sebenarnya. Ia mengharapkan masyarakat Pematangsiantar agar berbondong – bondong ke TPS untuk menyalurkan suaranya.
“Jangan golput,” ajak Leonardo.
Frans Herbet Siahaan, mewakili partai politikm (parpol) peserta Pemilu juga meminta masyarakat Pematangsiantar datang ke TPS untuk menyalurkan suaranya.
“Jangan golput agar sistem pemerintahan kita berjalan sebagaimana mestinya,” harapnya.
 Turut hadir di acara simulasi yakni dari DPRD Pematangsiantar, perwakilan parpol, polisi serta masyarakat. (*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  "Aneh"Dana ( BOS ) SD Negeri 095560 Tak Cukup Untuk Perawatan Sekolah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here