TANGGUNGJAWAB PENYELENGGARA PEMILU 2019 PATUT DIAPRESIASI, WALAU HARUS BERMALAM DI TEMPAT TERBUKA

0
102 views
Oleh: Syarifuddin Simatupang
MEDIA BERITA MONALISA | TAPTENG | – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Pileg dan Pilpres tahun 2019 berbagai komentar dan pengorbanan.
    Diantaranya, Rabu (17/04-2019) di Kelurahan Bajamas Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng)  Sumut.
    Para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang mengorbankan waktunya bekerja mulai Selasa (16/04-2019) siang mempersiapkan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga malam hari.
    Selanjutnya Rabu 17/04 mulai pagi pukul 05,30 sudah berada di TPS tempat KPPS bertugas untuk diambil sumpah, pikul 06,00 Wib oleh Ketua KPPS setempat.
    Lalu melaksanakan tugasnya sampai pagi subuh, Kamis pukul 05.00 Wib,  bahkan tugas mereka belum tuntas juga. Karena mereka sudah lelah dan mengantuk. Sehingga ibu ibu ini-pun tidak segan merebahkan tubuhnya tidur diatas kursi, atau di lantai beralaskan apa adanya.

    Ketua KPPS, Redin Marbun ketika ditemui MBM,  Kamis (18/04) dini hari sekitar pukul 04.00 Wib di TPS II Kelurahan Bajamas Kecamatan Sirandorung Tapteng, dengan beranggotakan masing masing Katarina Sigalingging, Riswan Marbun, Lundu Simatupang.

Dan Fitri Situmeang, Jesika Situmeang, Risda Malau, juga pengawas di TPS, Rosmaida Pasaribu, serta Linmas, Rasdin Malau dan Silaban.

Ibu ibu dan anak gadis ini rela berbaur dan rela bekerja hingga pukul 05.00 Wib dini hari bertugas mengawasi jalannya pemungutan suara dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

“Dimulai sejak pagi di hari H pencoblosan (Rabu, 17 April 2019) hingga pukul 05.00 Wib besoknya (Kamis, 18 April 2019) belum tuntas,  karena kelelahan dan rasa ngantuk tidak terlawan lagi terpaksa merebahkan badan dulu dan tidur sekejab untuk memulihkan tenaga,” sebut Katarina Sigalingging.

Berita Terkait: 👉  Babinsa Gotong royong Bersama Warga

Meskipun sampai harus bermalam, lanjut Katarina seorang ibu rumah tangga ini, tapi dia senang dan bangga bisa ikut andil dalam pesta demokrasi ini.

Amatan awak media di TPS, mata KPPS ini tajam sejak pemungutan suara dimulai, warga antusias berbondong-bondong datang ke TPS. Mengawasi dan memastikan agar jalannya Pemilu Serentak 2019 di tempatnya bertugas lancar aman dan tertib.

“Antusias masyarakat di TPS ini sangat tinggi. Mereka datang berbondong-bondong untuk menggunakan hak suara,” ujar Redin Marbun, diamini petugas lainnya.

Selanjutnya dikatakan pengawas di TPS, Rosmaida Pasaribu, serta Linmas dan Rasdin Malau, Silaban. Kegiatan pencoblosan berlangsung hingga siang hari. Satu per satu kotak suara dibuka dan dihitung, disaksikan saksi dan masyarakat. Tugasnya sebagai pengawas belum berakhir sampai situ.

“Penghitungan suara cukup lama sampai larut malam. Pokoknya tugas kami belum selesai tadi sekitar jam 05.00 Wib dini hari. Pukul 07.00 Wib kami lanjutkan lagi sampai tuntas semua pukul 10.00 Wib pagi ini,” ujar boru Pasaribu.

Meski lelah, tetapi seorang ibu rumah tangga dan dipercaya suami. Ibu ibu ini mensyukuri dan bangga bisa menjadi KPPS dan pengawas TPS, mengawal jalnnya pesta demokrasi.

“Tentu bangga dan senang sekali. Semoga Pemilu 2019 ini lancar dan sukses. Dari pagi sibuk sampai lupa apa-apa. Tapi saya senang bisa ikut menjadi bagian dalam Pemilu 2019 ini,” sebut Fitri Situmeang.

Secara terpisah,  Lurah Bajamas Rasman Marbun mengapresiasi antusias masyarakat cukup tinggi dalam menyalurkan hak suaranya. Rasman-pun senang melihat hal itu. “Jelas senang karena masyarakat menggunakan hak suaranya dengan baik,” ucapnya.

Tokoh masyarakat Kelurahan Bajamas,  Jisman Sianturi mengaku bangga menyaksikan petugas KPPS tergolong ibu ibu rumahtangga di 11 TPS di Kelurahan Bajamas, bekerja sampai pagi Kamis. Rasa capek, lelah dan ngantuk mereka itu. Namun begitu, petugas KPPS dan pengawas TPS itu tetap tegar.

Berita Terkait: 👉  6.798 Siswa Di Simalungun  Ikuti (UNKP), Sekdakot Budi Utari Siregar AP Tinjau UNBK Di Kota Pematangsiantar

“Senang banget kita menyaksikan mereka. Kendatipun capek tapi namanya tugas harus mereka selesaikan dengan tanggung jawab. Puji Tuhan lancar meskipun selesai sekitar jam 10.00 pagi kamis ini,” tandas Jisman Sianturi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here