DITENGARAI LOKALISASI PROTITUSI BERKEDOK TEMPAT KUSUK & LULUR, BKM MASJID SITI OMEH MINTA WALIKOTA SIANTAR TUTUP USAHA TEMPAT JASA MAKSIAT

0
198 views
Oleh Teguh Suhendri

MEDIA BERITA MONALISA | SIANTAR | – Pematangsiantar dengan julukan Kota Intoleran mulai tercoreng dan menjadi buah bibir masyarakat. Pasalnya, lokasi protitusi berkedok panti pijit & Lulur mulai menjamur beroperasi disudut sudut kota.

               Salah satu lokasi yang ditengarai sebagai lokasi protitusi berkedok Panti Pijit & Lulur, berdiri berdampingan dengan rumah ibadah. tepatnya berhadapan dengan masjid Hajjah Siti Omeh Jl, H Sanggup Kataren Viyata Yudha Kelurahan Setia Negara Kecamatan Sitalasari,Kota Pematangsiantar Sumatera Utara.
              Puluhan bahkan lebih, Jemaah. melalui Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Hajjah Siti Omeh sebelumnya telah menyurati Pemerintah Kota Pematangsiantar yang ditembuskan kepada : DPRD Kota Pematangsiantar, Kapolres Kota Pematangsiantar, MUI Kota Pematangsiantar, Kasat Pol PP, Camat Sitalasari dan Lurah.
             Namun hingga berita ini dilansir, Surat keberatan yang dibubuhi petisi puluhan jemaah Masjid Hajjah Siti Omeh dan ditanda tangani Ketua BKM Masjid Hajjah Siti Omeh, Dedi Irawan serta di ketahui RT setempat belum mendapat respon dan tanggapan serius dari institusi yang dituju.
             Surat keberatan Jemaah tersebut, atas beroperasinya usaha Kusuk & Lulur Erika Two dilingkungan Masjid Hajjah Siti Omeh. warga dan sekaligus sebagai jemaah  masjid merasa terganggu.menurut mereka jam operasi tidak mengenal waktu, seperti pada saat bulan ramadhan kemarin.
             Maraknya lokalisasi protitusi berkedok Kusuk dan lulur yang ada dikota Pematangsiantar, semakin merajalela dan akibatnya menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan mental kaum muda dan para masyarakat yang ada di sekitaran tempat tempat tersebut.
             Selama ini, lokalisasi yang menyediakan kusuk dan lulur diduga sebagai kedok  semata untuk penyediaan tempat orang yang berbuat maksiat.
              Salah satu contoh peristiwa pada selasa (11/6/2019) pagi  seorang pria berusia 64 tahun ditemukan tak bernyawa karena diduga mengkonsumai obat kuat sebelum berkencan di salah satu tempat Kusuk yang ada di Jl H. Adam Malik Kelurahan Timbanggalung Kecamatan Siantar barat.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Sebanyak 478 Kaum Duafa & 4 Orang Mualaf di 3 Kecamatan Terima Zakat ASN Pemkab Tapteng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here