Mencari Sosok Pemimpin Melenial, Berintegritas dan Kredibilitas  

0
33 views

“Seorang pemimpin mampu menyentuh hati orang lain sebelum meminta mereka melakukan sesuatu.”  John Maxwell

Oleh Herawati Munthe

MEDIA BERITA MONALISA | – Tidak lama lagi  Komisi Pemilihan Umum akan menyelenggarakan hajatan nasional yaitu pemilihan gubernur, bupati, dan walikota dalam pemilihan kepala daerah serentak gelombang terakhir tahun 2020.

Oleh karena itu, calon kepala daerah  untuk dipilih sebagai pemimpin daerah harus menjadi perhatian bagi masyarakat kota pematangsiantar ditelaah lebih jauh, apakah calon kepala daerah yang akan dipilihnya nanti merupakan sosok pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi daerahnya atau tidak.

Tidak mudah mencari sosok ideal seperti contohnya kepemimpinan Ridwan Kamil dan Risma yang saat ini manjadi tauladan masyarakatnya. Terlebih-lebih jika daerah tersebut tengah dirasuki budaya yang hedonis (pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan.karena ini merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan)hidup dan tindakan manusia.

Hilangnya jati diri semangat kebersamaan masyarakat Siantar dalam nilai kehidupan diukur dengan indikator-indikator yang  bersifat instan. Kepentingan ekonomi lebih mengemuka ketimbang kepentingan sosial. Kepuasan dunia lebih diutamakan dari pada kepuasan bathin. Lebih parah nya lagi, kita tidak terlepas dari budaya transaksional dan menghilangkan budaya budaya leluhur dan kearifan lokal daerah dari pakem Jargon  ‘Sapangambai Manoktok Hitei’.

Dihadapkan pada kondisi yang demikian, sekira nya ada orang yang berkehendak untuk menjadi pemimpin kota Pematangsiantar, pastilah bukan sosok yang berkualitas biasa-biasa saja. Agar dapat mengikuti perkembangan global dan tetap memelihara nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, maka dibutuhkan hadir nya sosok putra daerah yang jempolan, mumpuni dan memiliki kualitas yang baik dan menjadi tauladan.

Berita Terkait: 👉  Membumikan BUMDesa Di Bumi Habonaron Do Bona, Menularkan Visi Semangat Baru SUMUT Dari Kabupaten Simalungun

Dari sekian banyak sosok yang digadang gadang namanya oleh elit politik kota pematangsiantar belum satupun masuk dalam katagori sosok calon pemimpin yang memiliki Populeritas dan Integritas dan kredebilitas sebagai calon walikota. Namun dari hasil survey penulis hanya bisa merekom walikota pematangsiantar H Hefriansyah Noor SE MM yang saat ini masih menjabat walikota, untuk mencalon kembali sebagai walikota pematangsiantar pada pilkada serentak tahun 2020 mendatang.

Apapun tanggapan dan pandangan pembaca Media Berita Monalisa baik itu positive atau negative dari narasi yang kami sajikan ini, bahwa sudut pandang kami sebagai sosok incumbant H Hefriansyah Noor SE MM adalah rival yang cukup tanggguh dan menjadi perhitungan  para calon yang masih digadang gadang sebagai bakal calon walikota siantar Tahun 2020 mendatang. Walau pun saat ini belum berkabar untuk mencalonkan diri kembali sebagai walikota pada pilkada serentak tahun mendatang.

Kami berpikir , bahwa sebagai calon pemimpin pasti tidak akan pernah mengonani idealisme, nasionalisme dan patriotisme yang telah terpatri dalam nurani nya.dan  tidak bakalan pernah mau untuk melacurkan intelektualitas nya sendiri.

Bicara tentang sosok seorang pemimpin di kota pematangsiantar, tidak hanya diukur oleh finansial, tentu harus memiliki berbagai persyaratan. Bukan hanya tergantung pada soal fisik, penampilan dan pencitraan diri, namun yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan yang hakiki pun penting untuk dimiliki nya.

Tidak hanya itu, sosok  seorang pemimpin perlu memiliki sifat seperti guru. Pemimpin mampu mengayomi masyarakatnya dengan memberi perhatian khusus terhadap keinginan dan kebutuhan nya. Termasuk kemampuan dalam menyelesaikan masalah-masalah krusial yang sedang dihadapi masyarakat Kota pematangsiantar saat ini.

Menjadi pemimpin bukan lah tugas yang mudah, kelihatannya saja enak karena bisa memerintah semua bawahan melakukan pekerjaan sesuai keinginan, namun pada kenyatannya tak semudah itu.

Berita Terkait: 👉  MANTAN JAKSA LAPOR KASAT RESKRIM POLRES PEMATANGSIANTAR KE POLDASU

Siap menjadi pemimpin berarti harus siap dengan segala risiko yang harus dihadapi, tanggung jawab yang menanti dan siap untuk menuyusun berbagai strategi, karena menjadi pemimpin yang bijak,tegas dan disukai bawahan bukanlah hal gampang.

Jangan pernah bermimpi ingin menjadi seorang pemimpin kalau tidak memiliki kemampuan dan ide yang mumpuni, harus memiliki karakter yang kuat untuk menunjang kinerja mu kelak. Dibalik atasan yang bijak namun tegas pasti selalu memiliki karakter yang kuat didalam dirinya, sehingga membuatnya menjadi atasan yang akan disukai oleh seluruh bawahannya.

Sering kali saya dengar kata-kata bijak seorang motivator, bahwa semua orang bisa menjadi pemimpin. Kata-kata bijak itu bagi saya tidak seluruhnya benar. Kenapa ? karena menurut saya, menjadi seorang pemimpin itu merupakan suatu talenta atau kelebihan yang dimiliki orang tertentu, terlebih menjadi seorang pemimpin yang ideal terutama bagi orang yang menjadi pemimpin untuk banyak orang.

Pemimpin yang baik adalah yang berproses, pernah menjadi anak buah serta pernah jatuh bangun dengan berbagai kegagalan. Pemimpin yang baik dan tangguh adalah yang diuji dengan kematangan,setiap pemimpin pasti menghadapi tantangan karena kekurangan seorang pemimpin makin tinggi akan makin kelihatan.

Cacian maupun fitnah akan datang silih berganti bahkan, kekurangan disana-sini akan diungkap dengan segala cara oleh segelintir orang yang tidak atau bahkan dengan iseng numpang balas dendam.

Memang menjadi sebuah pertanyaan besar bagaimana bisa mendapatkan pemimpin kalau masyarakat memilih pemimpin dengan cara yang keliru karena harus menunggu berapa uang yang harus didapat dari calon yang akan dipilih. Oleh karena itu semakin tinggi jabatan yang ingin diraih maka semakin ketat seleksi yang dilalui.

Karena itu pemimpin tidak boleh lahir dengan tiba-tiba atau prematur, tidak boleh hanya karena banyaknya uang lalu ingin meraih kekuasaan, karena pemimpin harus punya kemampuan intelektual dan kecerdasan yang mumpuni karena pemimpin tidak lahir dengan tiba-tiba.“Jika kalian ingin menjadi Pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator.”Hadji Oemar Said Tjokroaminoto.(*)

 

Berita Terkait: 👉  " MESTIKAH KEMERDEKAAN PERS DI PERTARUHKAN DAN PERAN DEWAN DIPERTANYAKAN"

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here