Giliran Anak Medan Terjaring OTT KPK

0
96 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS |JAKARTA | – KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Setelah di Indramayu dan Kaltim, OTT kali ini dilakukan di Medan.”Ada tim di Medan tadi malam,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

Dia belum menjelaskan siapa yang terjaring OTT. Febri juga belum menyebut terkait kasus apa. Pihak yang diamankan masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam sebelum menentukan status hukum pihak yang terjaring OTT.

Pejabat yang kena OTT adalah Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.”Kepala daerah dibawa pagi ini ke Jakarta,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Belum diketahui berapa orang yang diamankan. Dia juga belum menyebut kasus apa yang membuat Eldin terjaring OTT. Eldin masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukumnya.

Selain Eldin, KPK juga mengamankan Kadis PU Medan hingga ajudan Eldin.”Total 7 orang diamankan, yaitu dari unsur Kepala Daerah, Kepala Dinas PU, protokoler dan ajudan wali kota, swasta,” kata Febri.

OTT ini terkait dugaan setoran dari dinas-dinas kepada Eldin, KPK juga mengamankan duit Rp 200 juta. “Tim sedang mendalami lebih lanjut,” jelas Febri.

Ketujuh orang tersebut masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1×24 sebelum menentukan status hukum mereka.

Walikota Medan Zulmi Eldin diduga sudah beberapa kali menerima setoran dari dinas-dinas di Pemkot Medan.”Diduga praktik setoran dari dinas-dinas sudah berlangsung beberapa kali,” urainya.

Namun, Febri belum menjelaskan duit setoran itu berasal dari dinas mana. Total ada 7 orang yang diamankan KPK. “Tim sedang mendalami lebih lanjut,” ujarnya.

OTT ini terkait dugaan setoran dari dinas-dinas ke Eldin.”Diduga ada setoran dari dinas-dinas ke kepala daerah,” jelasnya lagi.

Berita Terkait: šŸ‘‰  Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon Berharap Pengusutan Kematian Wartawan Yusuf Segera Diusut

Febri belum menjelaskan detail dinas mana saja yang menyetor duit ke Eldin, Ada duit ratusan juta rupiah yang diamankan.

Sepanjang 2019, KPK melakukan 20 operasi tangkap tangan (OTT). Dari jumlah OTT tersebut, didapati sejumlah bukti uang dari Rp 20 juta hingga yang terbesar Rp 8 miliar.

Berikut daftar barang bukti yang didapat dalam OTT Ā KPK.

  1. Bukti dari Bupati Mesuji senilai Rp 1,2 Miliar.
    2. Bukti dari anggota DPR Romahurmuziy alias Rommy senilai Rp 156.758.000.
    3. Bukti GM Central Maintenance dan Facilities PT Krakatau Steel bukti senilai Rp 20 juta.
    4. Bukti dari anggota DPR Bowo Sidik senilai Rp 8 miliar.
    5. Bukti dari Bupati Kabupaten Kepualaun Talaud senilai p 513.855.000.
    6. Bukti dari Hakim di PN Balikpapan senilai Rp 128,5 juta.
    7. Bukti dari Kepala Kantor Imigrasi Mataram senilai Rp 1,2 miliar.
    8. Bukti dari Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebanyak SGD 20.874, USD 700 dan Rp 200 juta.
    9. Bukti dari Gubernur Kepulauan Riau sebesar Rp 666 juta.
    10. Bukti dari Bupati Kudus sebesar Rp 170 juta.
  2. Bukti dari Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Tbk sebesar USD 96.700
    12. Bukti dari Anggota DPR I Nyoman Dhamantra sebesar Rp 2 miliar.
    13. Bukti dari Jaksa di Kejari Yogyakarta dan Surakarta sebesar Rp 110 juta.
    14. Bukti dari Bupati Kabupaten Muara Enim sebesar USD 35 ribu.
    15. Bukti dari Direktur Utama PTPN III (Persero) dengan bukti SGD Uang 345.000
    16. Bukti dari Bupati Kabupaten Bengkayang sebesar Rp 336 juta.
    17. Bukti dari Dirut Perum Perikanan Indonesia sebesar USD 30 ribu.
    18. Bukti dari Bupati Lampung Utara sebesar Rp 728 juta.
    19. Bukti dari Bupati Indramayu sebesar Rp 100 juta.
    20. Bukti dari Balai Pelaksana Jalan Wilayah XII sebesar Rp 1,5 miliar.(Sumber detik.com)
Berita Terkait: šŸ‘‰  Jeritan Hati Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, JR Saragih Pecat 1.695 Guru PNS Simalungun

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here