IWO: “Berhentilah Sebar Hoaks, Fitnah dan Tutup Akun Palsu !”

0
95 views

Oleh : Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Jurnalis (wartawan) online yang bergabung dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapanuli Tengah dalam siaran perssnya menghimbau agar warganet jeli, agar melihat dan membaca informasi dari sebuah akun.

Memeriksa terlebih dahulu pemilik facebook apakah orang pemilik akun facebook itu benar atau palsu. Karena bukan saja masyarakat awam, kadang awak media-pun bisa terjebak dalam informasi yang masih sumir dan hoaks.

Ketua IWO Sibolga-Tapanuli Tengah, Damai Mendrofa, didampingi Sekretarisnya Rommi P Pasaribu, Bendahara Cottob Nasution, dan anggota IWO lainnya, Senin (24/12-2018) di Sibolga berharap, penggunaan media sosial (medsos) yang kerap menjadi pemicu persoalan menjadi santapan yang tak habis-habis.

“Tidak saja di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, tapi kita bisa lihat di berbagai tempat di Indonesia, kabar-kabar berujung perdebatan panas yang berawal dari postingan di media sosial, menjadi sumber perpecahan, sumber pengaduan dan berakhir di meja pengadilan,” kata Damai Mendrofa.

Tahun 2018 akan segera berakhir dan tinggal menghitung hari lalu berganti ke tahun 2019. Saatnya memasuki momen-momen refleksi dan evaluasi baik secara pribadi maupun dalam berkehidupan sosial sepanjang tahun 2018.

Selanjutnya diharapkan Damai, pemanfaatan media sosial memang terus mengalami peningkatan dan eskalasi. Media sosial menjadi wahana paling banyak digunakan masyarakat menyebarkan informasi sekaligus menerima informasi.

Sayangnya, penggunaan medsos ini tak jarang berujung salah kaprah. Yakni ketika para pemilik akun medsos terkadang terbawa emosi. Dan tak bisa menahan diri sebelum menyebarkan atau berkomentar atas sebuah informasi.

“Ini yang kita sayangkan, memposting terlalu cepat, berkomentar tanpa di filter, akhirnya berjung hoaks dan fitnah, terus dilaporkan dan berhadapan dengan hukum. Padahal jika saja lebih bijak dan berfikir matang sebelum memposting atau berkomentar, hal itu bisa dihindari,” kata Damai.

Berita Terkait: 👉  TNI DAN MASYARAKAT GOTONG ROYONG ATASI TANGGUL YANG JEBOL

Sekretaris IWO Sibolga-Tapteng, Rommi P Pasaribu menambahkan, salah satu pemicu menyebarkanya hoaks dan fitnah juga disebabkan maraknya akun-akun palsu yang sulit di deteksi siapa pemiliknya.

Menurut Rommi, para pengelola akun palsu tentu tidak memiliki beban dan ketakutan apapun jika menyebarkan kabar dan informasi yang hoaks (tidak benar) atau fitnah.

“Namanya saja sudah palsu, apalagi postingannya dan informasinya, tentu tidak bisa kita percaya dengan cepat, butuh cek dan ricek dan kroscek,” katanya.

Rommi agaknya memberi tips untuk mengetahui apakah sebuah akun dikelola secara baik atau palsu. Yakni dengan mengkroscek informasi yang disebutkan di profil pemilik akun.

“Ini yang kita imbau agar warganet juga kian jeli, agar jika melihat ada informasi dari sebuah akun, agar memeriksa terlebih dahulu. Itu facebook nya orang benar atau palsu, karena bukan saja masyarakat awam, kadang kami awak media juga berpotensi terjebak dalam informasi yang masih sumir dan bahkan hoaks,” ujarnya.

Menurut Rommi, pihaknya dari IWO Sibolga Tapteng menganjurkan agar siapapun pengelola akun palsu di media sosial agar berhenti dan menutup akun tersebut di tahun 2019 mendatang.

Rommi menegaskan, akun palsu dengan berbagai informasinya yang bisa dipastikan diragukan kebenarannya akan berdampak buruk secara meluas.

“Dampaknya banyak, apakah itu merusak karakter dan mental, apakah itu merusak kebenaran informasi, atau bisa juga menjadi faktor terganggunya pembangunan masyarakat, karena itu, kami imbau tutuplah akun palsumu,” tandas Rommi.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Bappeda Dan Dinas PUPR Karo Lakukan Pengukuran Pelebaran Jalur Wisata Hotspring Simpang Desa Doulu – Semangat Gunung Menjadi 20 Meter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here