KP Bank Indonesia Pematangsiantar Menggelar Sosialisasi Elektronifikasi

0
84 views
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ibu Elly Tjan.

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | SIANTAR | – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar mengelar Sosialisasi dengan thema “Elektronifikasi Pemerintah Kota Pematangsiantar” kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Lurah sekota Pematangsiantar,bertempat di Hotel Horison, Kota Pematangsiantar. Acara sosialisasi tersebut dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ibu Elly Tjan. Senin (30/7/2018).

Dalam sambutannya, Ibu Elly Tjan menyampaikan bahwa kondisi Indonesia terkait akses keuangan. Tingkat keuangan Inklusif pada tahun 2014 mencapai 36% penduduk Indonesia dewasa yang memiliki rekening pada lembaga keuangan formal, sedangkan pada tahun 2017 telah meningkat mencapai angka 49%.

“Meskipun telah meningkat, namun tingkat keuangan Inklusif belum optimal. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain adalah (1) tingginya biaya pembukaan cabang bank; (2) dibutuhkan waktu dan biaya bagi masyarakat untuk pergi ke cabang bank terdekat; (3) belum ada produk yang sesuai.” Ujarnya.

Diharapkan, pada tahun 2019, tingkat keuangan Inklusif mencapai 75% secara nasional. Beberapa manfaat dari meningkatnya keuangan inklusif adalah menurunnya tingkat kesenjangan sosial, mendukung pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan, mendukung budaya menabung dan lain-lain!..pungkasnya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar melakukan fasilitasi seluruh Kabupaten dan Kota yang berada di Wilayah Kerja Bank Indonesia mengenai perkembangan, kendala dan tantangan yang dihadapi dalam transaksi penerimaan dan pengeluaran bekerjasama dengan masing-masing Bank Penyelenggara. Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar juga secara aktif melakukan edukasi kepada seluruh stakeholder.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar dalam sosialisasi mengenai elektronifkasi pemerintah juga menyampaikan mengenai Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

GPN telah diluncurkan oleh Bank Indonesia bersama seluruh Bank pada tanggal 14 Desember 2017.

Berita Terkait: 👉  Aksi Cepat Tanggap JR Institut

GPN memiliki tujuan untuk mengintegrasikan berbagai instrumen dan kanal pembayaran. Dengan interkoneksi dan interoperabilitas, GPN memungkinkan transaksi elektronik dapat digunakan seluruh masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan transaksi elektronik yang aman, berkualitas, dan efisien.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82/2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), salah satu pilar SNKI merupakan layanan keuangan pada sektor pemerintah.

Hal ini didukung dengan kebijakan dan regulasi yang kondusif sebagai salah satu pondasinya. Sosialisasi kepada seluruh OPD, Camat dan Lurah se-Kota Pematangsiantar diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai tujuan dan mekanisme transaksi non tunai dari sisi penerimaan maupun pengeluaran.(*)