PELANTIKAN PIMPINAN TINGGI PRTAMA, PEJABAT MUSLIM DIANAK TIRIKAN ” GMNU BUPATI SIMALUNGUN DR JR SARAGIH SH MM, TOLERAN ATAU INTOLERANSI”

1
429 views
Oleh Redaksi
MEDIA BERITA MONALISA | SIMALUNGUN | – Lagi lagi Bupati Simalungun JR Saragih mengambil keputusan kebijakan Spektakuler, namun melukai hati umat muslim. Keputusan tersebut dilakukan bukan untuk pertama kalinya. Pasalnya Bupati yang suka gonta ganti pejabat ini kembali melantik 19 Pejabat Eselon II yang dianggap lulus Job Fit. Pelantikan yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Drs Gidion Purba MSi dilaksanakan di Gedung Harungguan Djabanten Damanik,Rabu (19 Juni 2019).
           Dari 19 orang pejabat Eselon II dan dinyatakan lulus Job Fit, hanya satu orang pejabat muslim yang ikut serta dilantik. Alhasil keputusan yang menjadi hak Prerogatif Bupati menuai protes dari beberapa tokoh agama.
            Al- Ustadz H. Ikhwanuddin Nasution Lc MM terkait 19 Pejabat yang baru di lantik dan hanya 1 Orang pejabat muslim melalui Pers Rilis tertulisnya yang dikirimkan kemeja Redaksi Media Berita Monalisa melalui pesan Whatsapp Rabu malam (19 Juni 2019) pukul 21.35 Wib mengatakan, “Simalungun adalah  Tanah Hanobaron Do Bona, memiliki berbagai etnis suku dan Agama, jumlah penduduk Muslim di Simalungun lebih dari 55%.
         “Saya berharap kepada Bupati Simalungun JR Saragih harus ada perimbangan dalam pengangkatan  Pejabat di Simalungun, dan ini bukti kebersamaan dalam membangun Tanah Habonaron Do Bona. Minimnya pejabat muslim di Pemkab Simalungun dapat memicu kondusifitas sesama ASN sehingga ada rasa kurang percaya atau kurang diperhatikan seperti dianak tirikan,Kita semua ingin bersama memberikan kontribusi dalam membangun  Simalungun ini, kebersamaan akan membuat kita kuat, merasa memiliki akan membuat kita menjaga dan merawatnya, Kita berharap Bupati lebih bijak dalam bersikap, agar semua pihak merasa terwakili,” pungkasnya.
          Minimnya pejabat muslim’, di Pemerintah Kabupaten Simalungun Sumatera Utara di Era Kepemimpinan JR seperti dari tahun ketahun tidak ada perimbangan dalam pengangkatan jabatan pada Kabinet yang baru dilantiknya. Gonta ganti pejabat menjadi hobby sexy orang nomor satu di simalungun ini. SK melalui Whatsapp dan SK langsung secara kolektif sampai kepada pejabat bersangkutan melalaui BKD.
            Tidak hanya tokoh agama yang mulai risih atas Keputusan Bupati Simalungun dengan menganak tirikan Pejabat Pejabat Muslim yang tidak masuk hitungan dalam Kabinet JR Saragih yang baru.
            Generasi Muda Nahdhotul Ulama H.Ibnu Habibi Lubis SHI ikut menyoal Keputusan JR Saragih yang menurutnya tidak Mampu Menjaga Keseimbangan Di Tanah Habonaron.” JR Saragih mulai memantik keutuhan umat beragama dengan cara cara keji dan tidak Toleran. Bagaimana mungkin 19 Pejabat Pratama yang baru dilantik siang tadi. Hanya satu pejabat muslim. Apa ini tidak penghinaan terhadap umat muslim. Sejak priode pertama menjabat sebagai Bupati Simalungun. pejabat muslim yang duduk dan dilantik hanya hitungan jari. Kembali Keputusan yang sama terjadi dan dilakukan JR Saragih pada hari ini,” ujar Habibi juga sebagai Dewan Penasehat GP Ansor.
           Habibi menambahkan, Perlu menjadi pertanyaan kita semua Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM sebagai Kepala Daerah yang Toleran atau Intoleransi.” Sebagai Generasi Muda NU, kita perlu pertanyakan Dia (JR-red) sebagai Bupati Toleran atau Intoleransi sehingga mengabaikan kaidah kaidah yang ada di Bumi Habonaran Do Bona,” pungkasnya.
Adapun, Pelantikan dan pengambilan Sumpah/Janji jabatan pimpinan tinggi Pratama ini berdasarkan pemberlakuan Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS. Serta merujuk dari hasil job fit / uji kesesuaian jabatan pimpinan tinggi Pratama dan Surat dari Komisi Aparatur Sipil Negara dengan nomor : B-1913/KASN/6/2019 tanggal 18 Juni 2019 tentang Rekomendasi Hasil pelaksanaan uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Berita Terkait: 👉  KLIK!....TONTON BERITANYA,.....KECELAKAAN MAUT DI TOL MEDAN TEBING TINGGI

19 orang pimpinan tinggi Pratama yang dilantik adalah Ikutan Ginting, SE, M.Si sebagai staf ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Ramadhani Purba sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Mixnon A Simamora, S.IP, M.Si Kepala Badan Pendapatan, Jamesrin Saragih, S.Pd, M.Si Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, Jon R Damanik, SH, M.Si Kepala Dinas kependudukan dan pencatatan sipil, Pardomuan A Sijabat, SP Kepala Dinas Hanpang, Perikanan dan Peternakan, Dra. Mislaini Saragih Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ronny R Butarbutar, AP, M.Si Kepala Dinas Perhubungan, Elfiani Br. Sitepu, S.Pd, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan, Harmedin Saragih, S.Pd, M.Pd Kepala Dinas Perindag, Herlina Girsang, SH, M.Si Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ir. Ruslan Sitepu Kepala Dinas Pertanian.

Benny S H Saragih, ST, M.Si Kepala Dinas PU, Perumahan dan Penataan Ruang, Ir.Jan Posman Purba Kepala Dinas Koperasi, Ir. Debora Doharma Pintaito Hutasoit, M.Si Kepala Dinas Kominfo, Resman H Saragih, S.Sos Kepala Dinas Pariwisata, Drs. Mudahalam Purba Kepala Dinas Sosial, Drs. Marolop Silalahi,M.Si Kepala Dinas Tenaga Kerja dan dr Jan Maurisdo Purba, M.Kes Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.(*)

1 KOMENTAR