Penjarakan Imran, ( PPK ) Dinas PKP Provinsi Sumut Dan Rekanan Terkait Proyek Drainase Tak Sesuai RAB Di P.Siantar

0
255 views
Proyek drainase bermasalah

Oleh Ekolin

MONALISA | SIANTAR |-Proyek Drainase Dinas Perumahan Kawasan Dan Pemukiman ( PKP ) Provinsi Sumatera Utara,yang dikerjakan di Jalan Purba Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba hingga saat ini masih menjadi pertanyaan.Dimana sebelumnya Monalisa telah merilis berita bahwa proyek tersebut tidak menggunakan pondasi dan batu pasangan.

Beberapa kali saat dikonfirmasi melalui telepon seluler,Imran,selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) mengatakan,akan segera meninjau proyek drainase tersebut kepada Monalisa,namun hal yang perna diutarakan sama sekali tidak pernah dilakukan.

Sementara rekanan,Boby,juga hanya berjanji kalau dirinya akan melakukan perbaikan terkait proyek yang tidak sesuai dengan RAB dan selalu memberikan jawaban yang sama saat dikonfirmasi.”Minggu depan kami akan tinjau ke siantar bang,”dan akan melakukan perbaikan,‚ÄĚ jawab Boby saat di hubungi via selular.

Hal ini layak menjadi pertanyaan,sebab proyek tersebut bernilai lebih kurang Rp. 750.000.000,- ( Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah,- ),tentunya ini sangat merugikan negara dan ini tindakan korupsi.

Mangunsong salah seorang pekerja harian yang ikut serta dalam membuat drainase proyek Dinas PKP saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan,perbaikan yang dilakukan terkait rusaknya drainase belakangan ini,hanya sebatas penempelan semen yang langsung ke tanah namun tidak disertai pemasangan batu pondasi.”Belum lama ini memang diberbaiki,tapi cuma ditempel semen saja,tidak dipasang pondasi bang,‚ÄĚ sebutnya.

Pantauan Monalisa,Rabu,( 31/01 ) saat berada dilokasi,bahwa proyek tersebut terlihat sama sekali belum ada upaya pihak Dinas PKP dan rekanan melakukan perbaikan,bahkan genangan air yang berada di dalam parit dialirkan kebadan jalan.

Anehnya lagi,Proyek darainase yang dikerjakan oleh rekanan lebih tinggi parit dibandingkan badan jalan,akibatnya pada saat musim penghujan debit air yang dari hulu parit,mengenangi badan jalan.Dari hasil pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh rekanan terkesan asal jadi,sudah sepantasnya pihak berwenang memanggil Dinas terkait dan rekanan untuk mempertanggung jawabkan pekerjaan tersebut yang disinyalir merugikan keuangan negara.(*)

Berita Terkait: ūüĎČ  "Sopir Ngantuk".? Mobil Pic-Up Grand Max warna silver nomor polisi BK 9112 CT Masuk Parit Di-Tapteng.

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here