Puluhan Nelayan Aksi Damai, Ka UPT Dinas Perikanan dan Kelautan Diminta Beri Teguran Kepada Nelayan Luar Dan Aksi Lanjut Ke SPBU

0
242 views

Oleh Heru

MONALISANEWS | BENGKAYANG | –  Puluhan nelayan tradisional menggelar aksi damai, meminta  Ka UPT dinas perikanan dan kelautan melakukan tindakan kepada kapal motor nelayan dari  bangka belitung yang beroprasi di sekitaran wilayah tangkap nelayan tradisional. Aksi tersebut di koordinir Tarmizi  ketua kelompok nelayan Sungai Raya,  Senin  (14/10/2019) sekira jam 09.00 wib.

Warga Desa Sungai Raya  bergabung dengan  nelayan tradisional Desa Sungai Raya Kecamatan sungai raya kepulauan, dan Nelayan tradisional Sungai Duri kecamatan sungai raya. Namun sangat disayangkan., Aksi mereka kandas. Pasalnya tidak satupun Pegawai/staf dari UPT dapat ditemui.

Bripka Taufik Urahman bhabinkamtibmas Sungai Raya melalui via WhatsApp kepada Monalisanews  membenarkan, Bahwa sekira pukul 09.15 wib puluhan nelayan tradisional bergerak ke Tempat penampungan ikan milik Edi,di Desa Sungai Raya karena tempat mangkalnya motor air nelayan luar bangka belitung tersebut di Stegher milik Edi.

Nelayan tradisional yang melakukan aksi, Diterima Edi dan menyampaikan jika nelayan lokal tidak menerima adanya nelayan luar bangka Belitung dengan Alasan jumlah motor air nelayan luar yang cukup banyak sehingga dapat memperngaruhi hasil tangkapan ikan nelayan lokal dan alat yang digunakan oleh nelayan luar baik dari GPS dan radar lebih canggih.

Mereka meminta kepada pihak nelayan luar bangka blitung tidak lagi melakukan tangkapan ikan di wilayah tangkapan nelayan tradisional lokal apapun alasannya, akan dituangkan dalam surat pernyataan dari nelayan tradisional lokal dan nelayan luar daerah tersebut.

Edi meminta kelompok aksi agar koordinasi kembali ke Pihak Perikanan dan kelautan, Pol Air Polres Bengkayang dan Pihak Kepolisian Sektor Sungai Raya, dengan mengundang seluruh nelayan luar baik yang ada di Desa Sungai Raya maupun yang ada di Sungai Duri, karena nelayan luar yang ada ditempatnya tidak dapat mewakili nelayan luar/blitung secara keseluruhan.

Berita Terkait: 👉  BI Gelar Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017

Atas pengawalan dan arahan dari Anggota Polsek Sungai Raya dan Pol Air, ratusan nelayan melanjutkan aksi menuju SPBU Sungai Raya memprotes kebijakan (SPBU 64.79.11) sungai raya kepulauan, yang nelayan tradisional tidak bisa membeli solar bersubsidi menggunakan jerigen.

Sekira pukul 11.00 ratusan nelayan tradisional melalui perwakilan nelayan menemui pihak manajemen SPBU 64.79.11 sungai Raya  agar dapat memperoleh BBM  Solar bersubsisi yang sangat sulit mereka dapatkan kalaupun ada harganya sudah sangat jauh dari harga subsidi.

Nelayan meminta BBM bersubsi diberikan oleh manajeman SPBU setiap lima hari sekali maksimal 70 liter untuk 1 motor air nelayan tradisional lokal.

Untuk memenuhi tuntutan nelayan, manajeman SPBU meminta nelayan tradisional agar membuat surat rekomendasi dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkayang agar dapat dijadikan bahan pengajuan oleh SPBU 64.79.11. ke Pertamina sehingga nelayan tradisional local dapat membeli BBM solar bersubsidi.

Setelah memproleh penjelasan dari pihak SPBU nelayan tradisional lokal tersebut membubarkan diri dengan tertib .(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here