Warga Desa Hurlang Muara Nauli Tapteng “Berang” Proyek DD Dikerjakan AJA

0
278 views

Kades “Berkilah” : “Ada Sekelompok Warga Dengki Tentang Proyek Dana Desa”

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Menyikapi kritik dan sorotan warga Desa Hurlang Muara Nauli, Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Proyek pembangunan parit beton, yang dibiayai Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2017 di Desa itu terkesan Asal Jadi Asal Siap (AJAS) membuat warga sekitar Berang. Medapat bantahan dari Kepala Desa (Kades).

Kades Hurlang Muara Nauli, Rudi Hartono Sitompul, Jumat (22/9) menjelaskan kepada wartawan. Dua jenis pekerjaan proyek yang dibiayai dana desa di Dusun III Desa Hurlang Muara Nauli. yaitu pekerjaan parit beton, volume 364 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp.435.843.300. Sementara satunya lagi pekerjaan rehab parit beton volume 622 meter dengan pagu anggaran Rp.280.289.700,-

“Memang ada dua jenis pekerjaan, makanya dibuat dua papan informasi kegiatan. Satu rehab, sedangkan sebagian lagi pembuatan parit baru”. kata Rudi Hartono Sitompul.

Kades Rudi Hartono membantah penyelewengan proyek dana desa itu. Bahkan Kades ini menuduh kepala dusun (kadus)-nya iri tentang pelaksanaan pekerjaan dana desa membuat ulah akibat dengki dan sakit hati.

Kades Hulang Muara Nauli mengatakan, sebelum pekerjaan proyek dana desa dilaksanakan, diawali musyawarah desa (mudes) di bulan Mei 2017 baru lalu.

“Kami ada pra pelaksanaan, kami sudah melakukan musyawarah desa. Hanya saja, tidak seluruh warga yang hadir. Yang diundang dan diutamakan hadir perangkat desa yaitu Kaur, Kadus, BPD, dan Dewan Desa”. kata Kades.

Kades ini berkilah, kesalahan PPK tidak memperhitungkan teknis efek pekerjaan sebelumnya. Dan tidak mengantisipasi terjadinya genangan air akibat tingginya bangunan parit dari pekarangan warga. posisi bangunan parit yang baru direhab menjadi lebih tinggi dari permukaan tanah pekarangan rumah warga.

Berita Terkait: 👉  Penggalangan Dana IMM Sibolga-Tapteng Berhasil Mengumpulkan Rp 11.400.000

“Awalnya, ini salah teknis PPK, tidak membuat dibangunan lobang buangan air keparit. Bangunan yang baru tetap mengikuti ketinggian permukaan jalan. Kondisinya saat ini tanah pemukiman warga lebih rendah dari badan jalan. Hendaknya warga membuat lobang buangan air keparit untuk mencegah genangan air”. kilah Kades.

Masih menurut Kades, pekerjaan pembangunan parit beton baru, juga dilaksanakan seperti tercantum pada papan informasi proyek. “Laporan warga itu salah. Awalnya memang sudah ada parit. Sesuai kesepakatan dengan konsultan, hasilnya rehab sepanjang 622 meter, dan pamasangan baru 364. Di dusun itu memang sudah ada parit disepanjang pemukiman warga sekitar sepanjang 900 meter, tapi tidak semua paritnya dibeton”. kilah Kades lagi seraya mengatakan warga melaporkan mungkin karena ada kepentingan pribadi.

Kemudian diterangkan Kades Rudi Hartono Sitompul, bahwa, Asdin Situmeang, dipecat dari Kadus karena mengadakan Pungli, dan menaikkan harga Raskin terhadap warga, sehingga pihak pemerintaha Kecamatan Kolang memberikan sanksi.

Terkait warganya melaporkan Kades diduga menyelewengkan dana desa pada proyek pembangunan parit tersebut terhadap penegak hukum. Kepala desa ini malah mengajak awak media ini untuk bertemu. Tapi ketika ditegaskan kembali untuk memberikan tanggapannya, Kades ini menyatakan sudah siap mempertanggungjawabkan pekerjaan proyek dana desa tersebut. “Saya siap  bertanggungjawab”. tandasnya.(*)

 

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Terkait OTT Dinkes Simalungun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here