MD Jual Kavling, Tidak Sesuai Dengan Ukuran

0
239 views

 

Oleh Babe

Monalisanews.com | Simalungun | -Neneng Setianingsih (49) warga Jl Linggar Jati No 27 Kelurahan Merdeka Kecamatan Siantar Timur Kota Pematang siantar Sumatera Utara ini merasa ditipu. Pasalnya,berdasarkan Surat Penyerahan Hak Atas Tanah, dari Ir Makmur Damanik sebagai pihak pertama telah melanggar kesepakatan yang telah berlaku.

Berdasarkan SPHAT yang ditandatangani MD pada tanggal 22 Juli 2013, benar telah menyerahkan Tanah Persil Perumahan No (X) seluas 136 M2 dan No (A1) seluas 153 M2 ,dengan luas keseluruhannya 289 M2.lokasi di Huta Sidouruk Nagori Dolok Hataran Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

Dari hasil uji petik dan pengukuran ulang, bahwa benar tanah  persil perumahan yang telah diserahkan kepada Neneng Setianingsih sebagai pihak kedua tidak sesuai dengan ukuran yang telah tertuang pada diktum 1 SPHAT yang ada.

Pada diktum 2 juga dijelaskan, bahwa pihak pertama benar telah menerima ganti rugi atas tanah tersebut sebesar Rp 67.000.000,- secara tunai dari pihak kedua dan menjamin bahwa tanah dimaksud tidak dalam silang sengketa dengan pihak keluarga maupun dengan pihak lain.

Berdasarkan pengukuran ulang, benar adanya kekurangan lahan persil yang telah diganti rugi oleh Neneng kepafa MD sepanjang 2 m. Akibatnya perselisihanpun terus terjadi.

Arif salah seorang keluarga dari pihak kedua dilokasi pertapakan tanah perumahan yang lagi bermasalah kepada monalisanews.com senin (1/5/2017) sekitar pukul 12.00 wib membenarkan bahwa tanah yang telah diganti rugi oleh mertuanya kepada MD tidak sesuai dengan SPHAT yang telah disepakati yaitu luas dari lahan terbut.

” Kalau berdasarkan surat yang ada ukuran tanah persilan perumahan ini telah sesuai dan tidak ada pengurangan, tapi ketika kita ukur ulang persil No (X) berkurang 2 M, sementara pada saat ganti rugi atas tanah tersebut pembayaran tunai dihitung dari jumlah luas tanah yang  tertuang dalam SPHAT, ” jelasnya.

Lanjutnya,Dari luas tanah No X yang tertuang dalam surat, begitu kita ukur ulang, luas tanah tersebut telah berkurang  dua meter.walau ukuran tetap dipaksakan sesuai dengan surat yang ada,luas tanaha tetap memakan badan jalan. walaupun pada dasarnya parit untuk pembuangan limbah rumah tangga telah ditutup.namun tidak dapat menutupi kekurangan Persil No X sepanjang 2 M2.

” Kami uda ukur ulang, ternyata 2 m x 17 tanah kavpling yang telah kami ganti rugi itu hilang. Artinya MD telah melakukan pembohongan, bahwa lahan yang telah diganti rugi tersebut tidak sesuai dengan surat kesepakatan yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.Dengan menyatakan bahwa tanah tersebut tidak dalam silang seketa,” ujar arif.

Sebagai anak mertua Arif merasa kurang senang atas apa yang telah dilakukan MD terhadap mertuanya. “Sebagai dewan terhormat MD tidak seharusnya melakukan pembohongan terhadap warganya apa lagi persolan jual beli lahan yang menyangkut dirinya. ini artinya menjatuhkan kredibilitas dirinya sebagai DPRD Kabupaten Simalungun yang notabenenya sebagai perpanjangan tangan masyarakat bukan malah melakukan pembohongan kepada masyarkat, ” ujarnya.

Sebagai warga yang baik Arif selalu kooperatif untuk menanyakan solusi apa yang harus di tempuh MD agar tidak berlanjut ke jalur hukum, Berulang kali kita tanyakan kepada MD untuk segera menyelesaikan persoalan yang menyangkut lahan persil yang telah diganti rugikan kepada mertua tapi tidak pernah ketemu.

“Masak tanah yang bermasalah tersebut dikembalikan kepada MD dengan harga empat tahun lalu, ya inikan ga benar. Sementara menurut MD harga tanah disini sesuai NJOP sudah Rp 500 ribu.kita kembalikan dengan harga sesuai NJOP yang MD tetapkan.Dia menolak dan masih bersikukuh dengan harga pertama ganti rugi tanah yang lama. diakan berdagang, setelah kita berdagang MD menolak, ” tegas Arif kesal.

Sementara, MD ketika monalisanews.com mempertanyakan perihal kavling lahan yang telah diganti rugi dengan Neneng.melalui telpon selular MD membenarkan adanya kesalahan dalam pengukuran dan pemetaaan. “saya juga sudah nyatakan ada kesalahan, akibat kelalaian anggota dalam pemetaan,pada saat pengukuran dan kita juga siap membayar kekurangan sesuai harga,” ujarnya diseberang telpon.

Sebagai anggota Dewan MD tidak ingin lahan kavling rumah yang telah diganti rugi menjadi masalah dikemudian hari, artinya sebagai pemilik awal dia bersedia mengganti kekurangannya maupun mengganti rugi kembali tanah miliknya.

“Saya juga sudah tawarkan kepada pemilik lahan, kalau ada kekurangan sekian meternya kita bayarkan sesuai dengan harga tanah disana dan kalaupun tidak kita bersedia mengambil kembali tanah tersebut,dan solusi terbaik juga sudah saya tawarkan,” terang politisi dari partai Golkar ini.

Solusi kedua belah pihak sudah saling diutarakan, namun sampai berita ini dilansir MD belum mengambil keputusan final, akhirnya persoalan kavling tanah miliknya yang telah diganti rugi sesuai SPHAT kepada Neneng terus berlarut larut tanpa penyelesaian jelas. (*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Terima SMS menghina dan melecehkan,Apriliani akan Lapor ke Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here