Tuesday, 24/4/2018 | : : UTC+7
Monalisanews
Monalisanews

Diduga Korupsi Dana Desa, Tiga Pangulu dilaporkan Ke Kejari Simalungun

Diduga Korupsi Dana Desa, Tiga Pangulu dilaporkan Ke Kejari Simalungun

Erianto Saragih,didampingi Jadiaman Purba,M Saleh Purba, Pandan Purba, Al Medi Purba dan Hamdani Saragih melaporkan tiga orang Pangulu

MonalisaNews | Simalungun | – Tiga orang Pangulu Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun Sumatera Utara dilaporkan Erianto Saragih beserta kawan kawan karena diduga telah meyelewengkan anggaran Dana Desa Tahun 2016.Selasa (9/5/2017) dikejaksaan simalungun jalan Asahan Pematangsiantar.

Erianto Saragih,didampingi Jadiaman Purba,M Saleh Purba, Pandan Purba, Al Medi Purba dan Hamdani Saragih melaporkan tiga orang Pangulu.yakni Pangulu Nagori Banjaran Siholman Purba, Pangulu Nagori Marubun Siboras Robert Purba, Pangulu Nagori Sambosar Raya Prihanda Sinaga.

Dalam Laporannya Erianto meminta Kejaksaan Negeri Simalungun untuk segera memeriksa tiga pangulu yang diduda telah melakukan penyelewengan penggunaan Dana Desa Ta 2016.

” Ada tiga Pangulu yang kami laporkan terkait dugaan penyelewengan Dana Desa  dalam pelaksanaan kegiatan pembangunam inprastruktur yang telah dikerjakan oleh ketiga pangulu ini dimasing masing nagori, ” jelas Erianto sebagai koordinator.

” Surat Laporan Sudah kami sampaikan dan diterima langsung oleh Sabrina Parapat sebagai staf tatausaha kejari simalungun dan sudah diregretrasi,” ujar Erianto diamini warga lainnya.

Untuk tindak lanjut laporan yang telah kami sampaikan kami diminta agar menunggu dua minggu setelah surat ini diterima, ” kami diminta nunggu dua minggu,sebagai warga negara yang baik kami akan ikuti apa yang telah menjadi ketentuan. Tapi apa bila tenggang waktu yang telah ditetapkan tidak ada juga jawaban dari kejaksaan simalungun kami akan melaporkan penyelewengan kuangan negara ini ke instansi yang lebih tinggi,dan bila perlu ini akan kami laporkan ke Kementerian, “tegasnya.

Selain kekejaksaan, surat laporan ini juga kami tembuskan kepada Bupati dan Inspektorat Pemkab Simalungun, “Jangan jambret yang mencuri ratusn ribu babak belur diamuk masa, tapi korupsi ratusan juta rupiah tetap berkeliaran dan tidur nyenyak menghabiskan uang negara,” ujarnya.

Erianto berharap agar Kejaksaan benar benar menindaklanjuti hasil investigasi yang telah kami sampaikan, artinya dengan terbongkarnya penyelewengan dana desa tahun 2016 akan membuat efek jera bagi para pengulu yang mengelola dana desa.

” Dengan laporan yang kita sampaikan, diharapkan untuk tahun 2017 penggunaan dana desa dapat lebih selektif dan skala prioritas,sehingga bermanfaat bagi orang banyak, ” imbuhnya. (Red)

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.monalisanews.com