Diduga Markup Anggaran Dana Desa Pembangunan Rabat Beton

0
726 views

Rusli Kepala Nagori Tanjung Hataran Layak Dipolisikan

Rabat beton yang mengunakan material batu padas sebagai campuran

Oleh Heri

MONALISANEWS | SIMALUNGUN | – Wajar jika masyarakat dilingkungan III Nagori Tanjung Hataran berang dengan tingkah Pangulu yang terkesan memperkaya diri sendiri dengan mengambil kesempatan mencari untung memanfaatkan Uang negara melalui pengerjaan Alokasi Dana Desa (ADD).

Program Nasional melalui alokasi Anggaran Dana Desa dengan tujuan membangun desa agar perekenomian desa dapat ditingkatkan selain dari pada untuk kepentingan infrastruktur yang menyangkut hidup orang banyak.

Namun lain yang dikerjakan Rusli,sebagai Kepala Nagori, sebagai pamong semestinya ,dia (red) lebih mengutamakan kepentingan masyarakat umum dalam mensejahterakan ekonomi warganya.Karena jabatan yang dimilikinya saat ini amanah masyarakat untuk memimpin dan sekaligus membangun nagorinya dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga.

Syamp Siadari Ketua LSM F 13 kepada Monalisanews mengatakan,Rusli sudah tidak lagi mengemban amanah yang diberikan kepadanya,terlihat jelas dengan caranya mempermainkan Uang Negara Melalui Dana Desa,seperti pembangunan Rabat Beton dihuta III,yang kami tau pembuatan rabat beton itu materialnya jelas mengunakan batu pecah koral,tapi kenyataan dilapangan pengerjaan rabat beton itu menggunakan batu padas.

” Bagai mana mungkin mutu beton yang dikerjakan sesuai dengan beton Standar Nasional Indonesia, wong materialnya aja tidak masuk dalam spesifik teknis pembuatan rabat beton.Kalaupun padas dipergunakan untuk pengerasan jalan yang akan dirabat, harus digilas sehingga padat dan beton yang dihampar dalam mal kekuatannya terjamin tidak abal abal seperti yang dikerjakan Rusli, “terangnya.

Lanjutnya, material batu, semen dan pasir tidak mengandung kotoran organik seperti lumpur,sehingga mutu beton yang dicapai sesuai dalam petunjuk teknis.Apa lagi batu padas tidak termasuk dalam katagori pembuatan rabat beton, ini sudah menyalahi, yang pastinya puluhan juta anggaran menguap masuk kantong pribadi Rusli sebagai kuasa pengguna anggaran.

Berita Terkait: 👉  Hari ini,Perayaan Natal Bersama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Simalungun Tahun 2017

“Sudah selayaknya Rusli di polisikan, yang pasti setiap item pekerjaan di nagori tanjung hataran sudah puluhan juta masuk kantong pribadinya, untuk itu kami akan segera membuat laporan terkait penggunaan anggaran Dana Desa yang terindikasi adanya kerugian negara, ” ujarnya.

Syamp Siadari sangat menyayangkan dengan tidak mengetahuinya jumlah anggaran yang dipakai untuk pengerjaan rabat beton di dusun III,karena tidak terpampangnya plank proyek dari awal pengerjaan dan titik terakhir, yang pastinya ratusan juta rupiah dana yang dialokasikan untuk pmbangunan rabat beton tersebut.

Untuk itu kami sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat meminta kepada pihak berwenang agar segera memanggil dan memeriksa Rusli Pangulu Nagori Tanjung Hataran,juga menghentikan pekerjaan Rabat beton.

Beberapa waktu lalu wartawan Monalisa dan LSM Demban sempat mengunjungi lokasi pelaksanaan pengerjaan rabat beton,namun Rusli tidak berada dikantor,sekretaris desa mengatakan bahwa pangulu pergi melihat orang meninggal yaitu keluarga camat Bandar Huluan.

Lebih lanjut sekdes tidak bisa memberikan informasi terkait pekerjaan tersebut.Bahkan sampai berita ini dilansir Rabu (30/08) ketika dihubungi melalui telpon selular,nada panggil terdengar aktip tapi tidak diangkat oleh Pangulu Tanjung Hataran. (*)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY