Gas Elpiji Bersubsidi 3Kg Masih Banyak Digunakan Pengusaha, Akibatnya Warga Sulit Memperolehnya

0
137 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Restoran dengan modal di atas Rp.50 juta, dan omzet Rp 300 juta per tahun, tidak diperbolehkan menggunakan gas elpiji 3 kg. Untuk itu, Dinas Perindustirian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), gelar Inspeksi Mendadag (Sidag), Kamis (27/9) sore bersama sejumlah awak media, dibeberapa rumah makan di ibu kota Tapteng, Pandan.

Pada Sidak dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Tapteng Jhonson Doloksaribu dibeberapa usaha restauran dan rumah makan, petugas dari Dinas Perindag Tapteng ini berhasil mendapati beberapa usaha rumah makan yang menggunakan gas elpiji bersubsidi, seperti dari rumah makan bakso Pak Min Pandan, ditemukan sebanyak 11 tabung gas elpiji 3 kg.

Padahal, sesuai peraturan dari Kementerian ESDM serta Kementerian Koperasi dan UKM, restoran dengan modal di atas Rp 50 juta dan omzet Rp 300 juta per tahun, tidak diperbolehkan menggunakan gas elpiji 3 kg. Sesuai ketentuan, hanya rumah tangga miskin dan usaha mikro yang berhak menggunakannya.

Saat sidak di restoran Bakso Pak Min Pandan, petugas menemukan 11 tabung elpiji 3 kg. Saat itu pengelola Bakso Pak Min sedang menggunakan elpiji 3 kg untuk memasak. Selanjutnya petugas memberikan peringatan kepada pengelola agar tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi, seraya dimbau agar pengusaha restauran dan rumah makan untuk menggunakan gas elpiji non subsidi 12 kg, atau 5,5 kg.

Jhonson Doloksaribu menjelaskan, pemakaian gas elpiji bersubsidi ini tidak boleh sembarangan, karena hanya diperuntukkan untuk warga tidak mampu. Sementara untuk usaha seperti hotel, restoran, rumah makan dan cafe harus menggunakan elpiji non subsidi, yaitu yang 12 kg, atau yang 5,5 kg.

“Kami imbau mulai hari ini jangan lagi memakai elpiji 3kg. Jika ketahuan akan diberikan sanksi tegas. Kami akan laporkan ke polisi”. imbuhnya.

Berita Terkait: 👉  JR Lover's Tanah Karo, " Gaungkan JR SARAGIH Menang Gubernur Sumut 2018"

Pemilik bakso Pak Min mengaku, tidak mengetahui bahwa mereka tidak bisa menggunakan elpiji 3 kg. Meski demikian, mereka berjanji tidak akan menggunakan lagi elpiji bersubsidi itu. Menurut pemilik bakso Pak Min, elpiji 3 kg itu dibeli dari pangkalan seharga Rp.25 ribu per tabungnya, namun jika elpiji 3 kg sulit didapat, mereka akan memakai tabung 12 kg.

“Saya beli langsung dari pangkalan, belinya 25 ribu, tabungnya pinjaman semua Pak. Pas langka kami pake yang besar”. akunya.

Sedangkan Pemilik warung lesehan Rahayu Pandan, juga berjanji tidak akan menggunakan lagi elpiji 3 kg. Pemilik warung lesehan Rahayu ini juga mengaku sudah dua tahun menjadi pangkalan elpiji 3 kg.(*)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY