Terkuak, Kasus Dugaan Ayah Bunuh Putrinya Di Tapteng

0
595 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Sadis, luar biasa tegahnya seorang ayah menghabisi nyawa putri kandungnya, Seprida Bate’e (22), hanya persoalan tidak mau si-anak perempuannya disuruh bekerja dikebun yang menjadi sumber hidup keluarga ber-inisial AB (53) ayah dari 8 anak warga Dusun 1 Aek Lobu Desa Danau Pandan Kecamatan Pinang Sori Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumut.

Kasus dugaan tindak pidana pembunuhan seorang ayah terhadap putri kandungnya ini ter-ungkap, berkat seorang kerabat keluarga itu, Ndraha (34), warga Aek Gambir, Kecamatan Lumut Tapteng, Jumat (29/9), mendatangi Mapolsek Pinangsori.

Sebelumnya, Senin (25/9), Ndraha bersama kakek korban Yafeti Bate’e (74), telah melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kini petugas Polsek Pinangsori telah menangani tersebut

“Korban ini namanya Seprida Bate’e. Saya mengetahui kejadian ini karena diceritakan oleh saudara korban yang lain bernama Rinta Bate’e, umurnya 14 tahun, dia yang mengetahui kejadiannya. Kalau waktu kejadiannya sudah lama, kalau tidak salah 5 bulan yang lalu, bulan April 2017 pas hari Paskah “. kata Ndraha.

Menurut cerita adik korban itu, sambung Ndraha, ayahnya ini emosi kepada korban lantaran tidak mau disuruh kerja ke kebun. Karena pekerjaan sehari-hari keluarga ini memang berkebun dan menyadap getah pohon karet. Ndraha pun mempercayai pengakuan adik korban itu mengingat terduga pelaku ini dikenalnya sebagai seorang yang bertempramen tinggi.

“Karena rasa takut sama ayahnya itu dan jarak yang jauh ke kantor polisi, makanya kasus ini tidak langsung dilaporkan ke yang berwajib saat kejadian”. sebut Ndraha lagi.

Pasca pelaporan sekarang, beberapa saksi, diantaranya adik-adik korban, sedang dimintai keterangan oleh polisi.

“Si Rinta Bate’e ini pun katanya sempat diancam akan dibunuh oleh ayahnya itu, makanya dia sempat kabur ke Gunungsitoli baru-baru ini. Ini dia baru berani pulang ke sini karena masalah ini sudah sampai ke polisi dan ayahnya sudah diamankan polisi”. papar Ndraha.

Berita Terkait: 👉  Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Hutabalang Badiri, Biaya Ditanggung Bupati & Wakil Bupati Tapteng

Pihak Polsek Pinangsori sendiri belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan tindak pidana pembunuhan ini. Namun terpantau, penyidik menghadirkan seorang pengacara prodeo Carles Situmorang SH, untuk mendampingi terlapor. Kepada awak media, Charles mengatakan dirinya juga belum dapat berkomentar terkait kasus tersebut.

“Saya belum bisa beri keterangan apa-apa, apa motif dan bagaimana kronologi kejadiannya, soalnya yang diduga pelaku ini belum bisa dimintai keterangan. Dia bungkam terus, tidak mau bicara. Jadi kita tunggu sajalah persesnya, ya,,”. pinta Charles di Mapolsek Pinangsori.(*)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY