Butuh Perhatian Pemkab Tapteng,’Lagi, Pasien Penderita Kanker Payudara Diduga Diterlantarkan Rumah Sakit

0
282 views
Luka bekas sayatan pengambilan sampel saat dibersihka bidan klinik.

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISA | MEDAN | – Keluarga Nur Cahaya Silaban (39), warga kurang mampu menderita penyakit kanker payu dara, dari Sp-3 Kelurahan Kan Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumatera Utara, diduga Diterlantarkan Rumah Sakit di Medan.

Menurut keluarga Nur Cahaya, didampingi suaminya Ronal Simatupang (40), saat ditemui Monalisa, Selasa (24/10) dirumah kerabatnya, Raya Silaban (40) tempat Nur Cahaya menumpang, di Gang Pringgan 2 Pasar 16, Kampung Kolam Kecamatan Tembung, Deli Serdang, sangat berharap pelayanan yang serius dari pihak rumah sakit untuk kesembuhannya.

Kata Ronal, pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS di Rumah Sakit masih saja menuai persoalan. Seperti dialami istri saya, Nur Cahaya Silaban, terkesan diterlantarkan oleh Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Medan dengan alasan kamar penuh.

“Istri saya dianjurkan pulang dengan alasan ruangan inap kosong (penuh-red), jadi sampai sekarang saya dan istri saya masih menumpang di rumah sahabat, untuk menunggu sampai datang kabar dari dokter. Kapan istri saya datang lagi ke rumah sakit”. kata Ronal, diamani Raya.

Sebelumnya kata Ronal, istrinya Nur sempat dirawat di Puskesmas Sirandorung dengan menggunakan kartu BPJS mandiri. Kemudian bulan Agustus 2017 baru lalu, pihak Puskesmas tempat tinggalnya merujuk Nur ke RSUD Pandan ibu kota Tapteng.

Selama 2 bulan Nur berulang dari kediamannya di Sirandorung dengan jarak 100 KM ke RSUD Pandan untuk mendapatkan penanganan medis. Akhirnya, Senin (11/9) Nur dirujuk pihak RSUD Padan ke RS Murni Teguh Memorial Hospital Medan, dengan status registrasi sebagai pasien rujukan sejak Kamis (14/9) di rumah sakit tersebut meski tidak langsung menjalani rawat inap.

Kemudian tutur, Ronal, dan Raya, pemeriksaan penyakit istrinya baru menjalani pemeriksaan pekan depan, tepatnya Selasa (19/9). Pemeriksaan dilakukan oleh dokter Hasahatan Simangungsong. Usai pemeriksaan dilakukan, beberapa hari kemudian tepatnya, Sabtu (23/9) ahirnya pengambilan sampel dilakukan.

Berita Terkait: 👉  Prioritaskan Data Adminitrasi Masyarakat,Disdukcapil Telah Layani 11 Kecamatan

“Pengambilan sampel kulit dan sampel darah, sekaligus opname dua malam yakni tanggal 24 dan tanggal 25. Dokter juga menganjurkan agar diperiksa oleh Dokter Dedy Hermansyah,” kata Raya, dibenarkan Nur.

Raya menambahkan, usai menjalani pemeriksaan, Nur kembali disuruh pulang, lalu di dianjurkan, Kamis (5/10) datang kerumah sakit untuk mengganti perban. Usai dilakukan penggantian perban, Nur diminta Kamis (19/10) menjalani Radiologi sesuai yang dijadwalkan.

“Sesuai dengan jadwal, saya mendampingi Nur, Kamis 19/10 datang ke rumah sakit. Namun dokter Dedy tidak ada, dan radiologi tidak jadi dilakukan, perawat pun menyuruh untuk pulang saja sementara perban tidak diganti, tapi disuruh biar diganti di puskesmas saja”. sebut Raya, sedih.

Masih menurut Raya, saran pihak rumah sakit mereka jalani dan mendatangi klinik sekitar rumah Raya untuk membuka perban. Namun, luka bekas sayatan pengambilan sampel kulit ternyata sudah membusuk. Nur akhirnya mengalami pendarahan hebat.

“Karena luka bekas sayatan lokasi mengambil sampel oleh dokter sebanyak 6 sampai 7 jahitan sudah membusuk, sehingga saat dibuka perban terjadi perdarahan luar biasa”. sebut Raya, dibenarkan Nur, ditimpali Ronal.

Karena perdarahan belum henti hentinya hingga sore hari itu, pada pukul 22.00 Wib, Nur yang tak sadarkan diri akhirnya kembali dibawa ke rumah sakit. Nur kembali mendapatkan infus sebanyak 3 botol yang dibawa dari klinik. Sekira pukul 00.Wib upaya pemulangan kembali dilakukan Rumah Sakit.

“Sekitar pukul dua belas malam itu juga pihak rumah sakit murni teguh menyuruh Nur pulang, alasan rumah sakit tidak ada ruangan, sedang penuh”. kata Nur diamini Raya.

Sementara itu, terkait kasus ini, upaya konfirmasi terhadap Rumah Sakit Murni Teguh masih dilakukan, hingga berita ini dikirim belum berhasil.(*)

Berita Terkait: 👉  Bupati 'Berang' ,Terkait Kasus Kaur Pemdes Muara Bolak Tapteng Tertangkap Saber Pungli

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY