Polsek Pinangsori Tapteng Gelar Reka Ulang Tersinggung Tidak Mau Disuruh Keladang, Ayah Taga Membunuh Putri Kandungnya

0
183 views

 

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISA | TAPTENG | – Pembunuhan terhadap almarhum Safrida Batee oleh ayah kandungnya, Antonius Batee pada bulan April 2017 lalu, di dusun 1 Aek Lobu, Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Kamis, (9/1) ada 27 adegan reka ulang (rekontruksi) oleh tersangka di Aula Mapolsek Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumatera Utara.

Kuasa Hukum tersangka, Charles Situmorang kepada wartawan mengatakan, modus pembunuhan terjadi karena masalah sepele, dan dilakukan sendiri oleh tersangka dengan sebilah pisau.“Kepada saya tersangka mengaku melakukan pembunuhan terhadap putri kandungnya itu karena tersinggung atas ucapan anaknya yang tidak mau di suruh keladang”. kata Charles.

Charles menyebutkan, korban menolak suruhan orangtuanya dan kemudian diancam dibunuh.“Saat itu korban malah melawan orangtuanya, jadi tersangka merasa kalau dia selaku orangtua sudah tidak di hargai lagi sama anaknya. Kemudian karena tersangka mengalami tekanan psikologi yang belum stabil akibat di tinggal istri pertama dan kedua, jadi Dia merasa seperti di sepelekan oleh anaknya”. terangnya.

Menurut Kapolres Tapteng, AKBP Hari Setyo Budi melalui Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Zulfikar mengatakan, rekonstruksi yang digelar untuk melengkapi berkas BAP dan harus tetap berkordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan kuasa hukum tersangka.“Saya minta, kita di sini bekerjasama dan selalu bertanya pada jaksa penuntut umum dan pengacara tersangka untuk dilanjutkan ke segmen-segmen yang telah di BAP-kan, agar semua berjalan dengan lancar”. tandasnya.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  PEKERJAAN DAN TUGAS ADALAH AMANAH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here