Tuesday, 12/12/2017 | : : UTC+7
Monalisanews
Monalisanews

Miris..! Ibu Muda Cantik Dipasung Ditengah Ladang

Miris..! Ibu Muda Cantik Dipasung Ditengah Ladang

Keluarga & Warga Sekitar Berharap Perhatian Bupati Bakhtiar A Sibarani

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISA | TAPTENG | – Siapa tidak miris hatinya bila menyaksikan seorang ibu muda cantik, beranak 2 sudah hampir setahun harus dikurung didalam ruangan gubuk berukuran sekira 2 X 1,5 X 2 meter ini, di Desa Ladang Tengah Kecamatan Amdan Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumatera Utara.

“Uda,, mami,, ibu,, tolong buka kan lah gombok kurungan ku ini, aku ngga tahan lagi diikurung disini, aku bukan ‘gila’ aku bukan sakit, tolong keluarkan lah aku uda, tolong keluarkan lah aku mami,, tolong keluarkan lah aku ibu”.teriaknya.

Begitu suara Mustina Sinaga (38) dari dalam kurunganya, mengetahui Oppung Parulian Simatupang datang dari lobang ukuran sekira 15 X 20 Cm untuk memberikan kebutuhan dan keperluan Mustina sehari hari. Membuat kita tak kuasa menahan air mata menyaksikan penderitaan Mustina dari keluarga kurang mampu itu.

Oppung Parulian didampingi Katarina Sigalingging, Warga Kelurahan Bajamas Kecamatan Sirandorung Tapteng, dan tutur keluarga juga warga sekitar Mustina, Erlis Manalu (36), Aminah Panjaitan (52), bersama Monalisa saat menghampiri kurungan Mustina Sinaga, putri pertama 4 bersaudara dari pasangan Irwan Sinaga dan Kamna boru Manullang ini, Sabtu (11/11) di Desa Ladang Tengah.

Erlis Manalu menuturkan, Mustina setelah tamat dari MAN Barus Tapteng TA 2012 lalu berangkat merantau ke Medan. tidak berapa lama diperantauan berumah tangga dengan Suhery Jawa.

“Setelah 20 hari melahirkan anak pertamanya penyakit Mustina-pun datang. Diguga akibat himpitan eknomi”. tutur Ellis, dibenarkan Kamna.

Kamna (ibu kandung Mustina) menambahkan. Sulut masalahnya sepele, tetapi telak membuat Mustina pada hari itu depresi. “Maklum orang berumah tangga, tentu bisa saja ada pertengkaran, karena kebutuhan baru melahirkan, lalu suami Mustina berangkat kerja tidak pulang seharian tanpa meninggalkan pesan. Membuat mental Mustina dawn, “. sebut Kamna.

Dari situlah awalnya, ujar Kamna, selama sebulan Mustina tidak sadarkan diri. “Setelah kami bawa berobat, Mustina sehat, tetapi setelah melahirkan anaknya yang kedua, penyakit Mustina kambuh dan kelakuannya menjadi jadi, kadang mau memaki orang, mau jalan jalan kekampung tetangga hingga bermalam dirumah orang lain. Kami takut terjadi yang tidak diinginkan maka kami kurung”. ujar Kamna, dibenarkan Ellis, dan Aminah.

Katarina, Kamna, Ellis, Aminah dan sebahagian warga sekitar desa Ladang Tengah sangat berharap perhatian Pemerintah Kabupaten Tapteng dibawah kepemimpinan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Kami sangat berharap perhatian Bupati Bakhtiar, agar bisa Mustina kami bawa berobat untuk menyembuhkan penyakitnya di rumah sakit jiwa, agar Mustina bisa merawat dan membesarkan kedua anaknya, dan sebagai mana layak nya ibu rumah tanga”. harap mereka.

Ibu Mustina mengaku ‘memang pihak Puskesmas Amdan Dewi’ sudah datang meninjau Mustina lalu memberikan obatnya. “Harapan kami ada kelanjutan perobatannya dirumah sakit jiwa,” pungkasnya.(*)

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *