Wanita Pelayan Kafe Takut & Malu Terjaring Razia Satpol PP Tapteng, Lalu Melarikan Diri 1 Orang Ditemukan Tewas

0
531 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISA | TAPTENG | – Ketika Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumatera Utara menggelar Razia, Minggu (14/1-2018) dini hari sekitar pukul 01.30 Wib. Para wanita pelayan di Kafe ketakutan dan malu akan terjaring razia. Lalu mereka ada yang sempat lari menyembunyikan diri.

Informasi yang dikutip Monalisa News, Minggu (14/1-2018) siang dari sejumlah Warga Desa Sipea-pea tepatnya disekitar perbatasan Desa Aek Raso Kecamatan Sorkam Barat Tapteng.

Kaum ibu-ibu, dan bapak-bapak warga 2 desa itu mengaku sangat meng-apresiasi tindakan tegas Satpol PP atas instruksi Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, untuk menertibkan kafe remang remang di “Negeri Wisata Sejuta Pesona” ini.

“Para wanita pelayan kafe remang remang itu ketakutan dan rasa malu akan terjaring razia Satpol PP, 4 orang lari menyembunyikan diri ke belakang kafe”. Cetus marga Simatupang.

Tidak lama kemudian, lanjut Simatupang, setelah petugas Satpol PP usai melaksanakan razia dilokasi kafe milik Siritua Simarmata itu, lalu petugas meninggalkan lokasi.

“Kemudian pemilik kafe menemukan Lasma boru Manalu (40) terbujur kaku tidak bernyawa lagi disekitar belakang kafe”. pungkas Simatupang.

Kepala Satpol PP Tapteng Hikmal Batubara membenarkan. Minggu (14/1-2018) pihaknya menggelar razia dengan mengerahkan sebanyak 60 personil dengan menyasar 3 titik lokasi di Tapteng, yakni Tanah Merah, Kecamatan Pinangsori, Sipeapea dan Pantai Binasi, Kecamatan Sorkam.

‚Äúiiya, 60 personil hanya satpol pp saja”. ujar Kepala Satpol PP.

Disinggung dengan penemuan mayat seorang pelayan kafe yang ditemukan di kafe yang berada di Desa Sipeapea usai pihaknya menggelar razia.

Hikmal menjelaskan, tidak tau menau akan hal itu, dan selama bawahannya melakukan operasi razia. Dikatakannya tidak diperkenankan untuk melakukan pemukulan.

Berita Terkait: ūüĎČ  Press Tour Kabupaten Temanggung

‚ÄúManalah tau kami pulak itu, kepemimpinan saya tidak satupun dibenarkan untuk melakukan pemukulan saat operasi atau menggelar razia. Trus yang kami dapat tadi malam yang sehat-sehat semua, yang kami tau anggota saya menangkap pelayan-pelayan itu yang ada disitu yang sehat-sehat semua. Kalau sakit pulak yang meninggal, iya diluar kemampuan kami mengetahui itu”. sebut Hikmal.

Dengan tegas Kepala Satpol PP ini menjelaskan. Setelah pihaknya menggelar razia di Kafe yang berada di Desa Sipeapea tersebut. Pihaknya-pun meninggalkan lokasi antara pukul 01:00 ‚Äď 02:00 Wib dengan membawa 2 orang pelayan dari kafe tersebut. Dan selama menggelar operasi razia di kafe tersebut. Pihaknya tidak menemukan ada pelayan yang sakit ataupun meninggal.

‚ÄúJam 1 atau jam 2 tadi malam, yang penting, selama kita melakukan operasi, kita tidak ada melihat yang sakit atau meninggal, buktinya mereka sehat, bisa mereka lari”. jelas Hikmal.

Lebih jauh dijelaskan Hikmal Batubara, hasil dari operasi razia yang digelar Petugas Satpol PP, Minggu (14/1) petugas berhasil mengamankan sebanyak 12 orang wanita pelayan kafe. Dan saat ini ke- 12 wanita pelayan kafe itu telah dikirimkan ke Parawasa Brastagi untuk menjalani pembinaan.

‚ÄúAda 12 orang wanita pelayan kafe yang terjaring razia, diantaranya dari kafe Tanah Merah 10 orang, dan dari kafe Sipeapea 2 orang. Usai didata, pagi tadi sekitar pukul 05.00 Wib, mereka langsung diantar semua ke Parawasa untuk dibina”. tandas Hikmal.

Sebelumnya, secara terpisah. Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi, melalui Paur Subbag Polres Tapteng, Aiptu Hasanuddin Hasibuan membenarkan seorang wanita pelayan kafe ditemukan tidak bernyawa dibelakan kafe, milik Soritua Simarmata di Desa Sipeapea Kecamatan Sorkam Barat Tapteng.

Berita Terkait: ūüĎČ  Musim Tanam,Babinsa Lakukan Pendampingan Untuk Tikatkan Hasil Panen Melimpah

Paur Subbag Polres Tapteng, Aiptu Hasanuddin Hasibuan, menerangkan. Petugas menerima laporan dari masyarakat atau pemilik Kafe di Desa Sipeapea, Kecamatan Sorkam. Dalam laporannya bahwa ditemukannya mayat berinisial LM (40) dibelakang Kafe miliknya pada Minggu (14/1) sekira pukul (01:30) WIB.

‚ÄúSekira pukul 01.00 wib datang Satpol PP melakukan Razia di Kafe milik SS, kemudian 4 orang pelayan kafe tersebut ketakutan dan melarikan diri kebelakang kafe tersebut”. sebut Hasibuan.

Setelah Satpol PP melaksanakan Razia dan meninggalkan kafe kemudian korban sempat menelepon pemilik kafe untuk meminta minum.

“Tidak berapa lama kemudian, pemilik kafe sampai ke TKP, korban ditemukan tidak bernyawa lagi, dari mulut dan hidungnya mengeluarkan buih”. sebut Humas Polres Tapteng dalam pesan tertulisnya.

Sementara dugaan penyebab kematian pelayan kafe tersebut hingga saat ini belum diketahui pasti, dan peristiwa tersebut masih dalam penanganan proses lebih lanjut oleh pihak Polres Tapteng yang telah terjun kelokasi TKP.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here