“Jangan Panik” Difteri Belum Ditemukan

0
80 views

Oleh Redaksi

MONALISA | SIANTAR | – Menanggapi informasi tentang “suspect difteri” yang di alami salah seorang warga serapuh kabupaten Simalungun baru baru ini” Walikota Hefriansyah, SE, MM melalui kadis Kesehatan Pematangsiantar dr. Ronald diruang kerjanya Senin pagi (5/2) mengatakan, terhadap kasus pasien yang diduga difteri, sudah dirujuk ke RSU Adam Malik Medan.

Hingga saat ini Dinkes terus melakukan investigasi riwayat si anak, semisal daerah tinggal dan riwayat imunisasinya “staf kita terus bekerja, karena memang untuk pasien yang dinyatakan positif difteri melalui hasil lab Kemenkes RI, pemerintah akan melakukan ORI (Out Break Response Immunization) di wilayah itu”, ungkap dr. Ronal.

Meskipun pasien positif difteri belum ditemukan di kota Pematangsiantar, pemerintah kota melalui dinas kesehatan bergerak cepat untuk melakukan tindakan-tindakan antisipasi.

Lebih jauh dr. Ronald menjelaskan, tim dari dinas kesehatan siaga 24 jam untuk mendeteksi bila ada pasien yang dinyatakan suspect atau diduga terkena difteri, “bila dapat informasi baik itu dari rumah sakit, pusat pelayanan yang ada dan Masyarakat, tim langsung terjun ke lokasi”, tegasnya.

“Dihimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi faktor perubahan iklim dimana saat ini kondisi kesehatan harus kita jaga dan segera melaporkan ke dinas kesehatan melalui puskesmas bila mengalami demam disertai amandel untuk di berikan pengobatan dan observas,” imbuhnya.

Dijelaskannya, penyakit difteri hampir sama gejalanya dengan radang tenggorokan, duksolitis dan faringitis, “kepada masyarakat diminta jangan panik”,pungkas dr Ronald.

Senada dengan itu dr. Dorlin Sirait menambahkan bahwa tim dinas kesehatan siaga 24 jam untuk mendeteksi penyebaran penyakit difteri, “bila ada informasi kita terus turunkan staf untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan mencari riwayat kasus tambahan serta kontak langsung” katanya.

Berita Terkait: 👉  SMA/SMK Plus Kesehatan Efarina Jalin Kerjasama Diklat Bintalfisdis Dengan Rindam I BB

Ditambahkan dr. Dorlin, sesuai dengan kajian klinis kasus difteri selanjutnya akan rujuk segera ke RSU Adam Malik untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut, “sesuai protap dari Kemenkes RI kita rujuk ke Medan karena serum nya di Dinkes Provinsi”, katanya.

RSUD Djasamen Saragih telah menyiapkan satu ruang khusus observasi suspect difteri, sampai saat ini penduduk kota Pematangsiantar belum ditemukan positif terserang difteri, untuk itu kepada masyarakat bila mengetahui dan mengalami gejala demam dan disertai radang tenggorokan agar segera melaporkan ke Puskesmas, RT/RW dan lurah setempat untuk di tindak lanjuti ke dinas kesehatan.

Dinas kesehatan kota Pematangsiantar sedang melakukan strategi pencegahan dan pengendalian virus difteri seperti penguatan imunisasi rutin, sosialisasi, dan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), kata dr. Ronal didampingi Kepala Bidang P2P (perencanaan dan pengendalian penyakit), dr Dorlin Sirait, M. Kes serta beberapa pejabat lainnya.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY