Tuesday, 24/4/2018 | : : UTC+7
Monalisanews
Monalisanews

Partai Demokrat (PD) Curiga Terhadap KPU Sumut

Partai Demokrat (PD) Curiga Terhadap KPU Sumut

Oleh Redaksi

MONALISA | MEDAN | – Dinamika politik di Sumatera Utara (Sumut) pasca penetapan calon Gubernur Sumatera Utara pada Senin 12 Pebruari 2018 kemarin sangat mencengangkan masyarakat Sumatera Utara.Pasalnya hasil Rapat Pleno Terbuka KPU Sumut tentang penetapan pasangan calon Gubebernur Sumatera Utara diluar nalar para elit politik,Pasangan bakal cagub-cawagub, JR Saragih-Ance Selian, tak lolos menjadi peserta Pilgub Sumut 2018.

Pengumuman penetapan cagub-cawagub Sumut 2018 digelar KPU  di lantai 2 Grand Ballroom, Hotel Grand Mercure, Medan, Sumut, Senin (12/2/2018). Tiga pasang calon hadir di acara tersebut.

Partai Demokrat (PD) curiga terhadap KPU Sumut.”Bila benar yang dibuat sebagai alasan adalah legalisasi ijazah SMA, maka KPU harus dicurigai telah jadi kayu pemukul dari permainan kotor partai tertentu,” kata Wasekjen Rachland Nashidik kepada wartawan.

Rachland mengatakan JR Saragih sudah dua periode menjadi Bupati Simalungun, Sumut. Menurut dia, keputusan KPU melawan akal sehat.”Ia (JR Saragih, red) juga adalah lulusan Akademi Militer dan berbakti sebagai Prajurit TNI sebelum memutuskan mundur dan jadi pengusaha rumah sakit,” ujar Rachland.

“Bagaimana itu bisa bila JR Saragih tak punya ijazah SMA? Sungguh keputusan KPU ini melawan akal sehat,” imbuhnya.

KPU menetapkan hanya dua pasang calon, yaitu Letjen (Purn) Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. JR Saragih-Ance, yang diumumkan tak lolos

“Karena ada salah satu syarat calon gubernur, yaitu legalisasi ijazah yang bersangkutan, sehingga berdasarkan regulasi, sesuai aturan, yang bersangkutan tidak bisa ditetapkan pasangan calon karena tidak memenuhi syarat,” kata Ketua KPU Sumut Mulya Banurea.

Sementara Jopinus Ramli (JR) Saragih telah menggugat keputusan KPU Sumatera Utara nomor 07/PL.03.3-Kpt/12/Prov/II/2018 tentang penetapan pasangan calon peserta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara 2018 dimana dirinya tidak dicantumkan sebagai calon peserta Pilgubsu.

Kami telah menggugat. Yang pasti Demokrat, PKPI dan PKB tidak akan tinggal diam,” katanya

JR Saragih menyebutkan persoalan legalisir ijazahnya tersebut sudah pernah digugat pada tahun 2010 lalu dan proses hukumnya sudah sampai hingga ke tingkat Mahkamah Agung dimana diputuskan ijazah yang bersangkutan dan legalisirnya adalah sah.

“Dan inilah yang saya pakai pada saat maju pilkada Simalungun tahun 2015 lalu dan diterima oleh KPU. Makanya kita heran kenapa kemudian ini kembali dinyatakan tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Sekilas tentang persoalan ijazah Bupati Simalungun itu, Benget Silitonga, komisioner KPU Sumut menyebutkan, JR Saragih tidak memenuhi syarat administrasi untuk ikut berkompetisi di ajang Pilgubsu lantaran ijazah SMA miliknya tak pernah dilegalisir lembaga berwenang.

“Sesuai surat Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Nomor 1454/1.851.623 Tanggal 22 Januari 2018 pada poin empat menyatakan Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta tidak pernah melegalisir atau mengesahkan ijazah atau STTB SMA Nomor 1 OC Oh 0373795 Tahun 1990 atas nama Jopinus Saragih,” sebut Benget.

Setelah KPU resmi mengumumkan dan menetapkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang akan bertanding di Pilgubsu 2018-2023, respons warga Sumut pun beragam.

Ada yang menilai JR Saragih harus legowo dan memetik hikmah dari keputusan KPU Sumut itu. Tak sedikit pula respons warga yang menilai menggugat KPU Sumut keputusan yang tepat.

Hasil keputusan KPU Sumut tentang penetapan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023  hanya dua pasangan calon yaitu Letjen (Purn) Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck) Nomor 1 dan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus Nomor 2, sontak JR Saragih jadi buah bibir kalangan elit politik Sumatera Utara. Bahkan Pilgubsu dengan dua pasang calon head to head diprediksi akan lebih seru.(*)

 

 

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.monalisanews.com