Miris!… JR Saragih ‘Bongsai’ Anggaran,MTQ Ke46 Ta 2018 Gagal Dilaksanakan

0
939 views
Kegiatan Pembukaan MTQ ke 45 Tingkat Kabupaten yang dilaksanakan di Opent stage Parapat Tahun 2017

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | SIMALUNGUN | – Even religi tahunan MTQ Ke 46 Tingkat Kabupaten Tahun 2018 seyogianya telah dilaksanakan oleh Panitia LPTQ Kabupaten Simalungun, pasalnya dana untuk kegiatan yang sudah menjadi agenda nasional itu tidak memadai,dari Rp 2 miliar Tahun 2017, untuk TA 2018 terjadi pemangkasan hanya tinggal Rp 200 jt.

Wakil Bupati Simalungun Ir Amran Sinaga MSi saat dikonfirmasi melalui layanan Whatsaap kepada Monalisanews Sabtu (28/4/2018) menjelaskan, Bahwa untuk kegiatan MTQ Ke 46 Tingkat Kabupaten panitia hanya menggelar STQ (seleksi tilawatil qur’an).sehubungan dengan keterbatasan anggaran.”untuk tahun ini kita hanya melaksanakan STQ saja.hasilnya kita berangkatkan kontingen  simalungun ke tingkat provinsi Sumatera Utara di medan,” jelas Wakil Bupati singkat.

Berbagai hal penyebab anggaran MTQ menurun drastis,ketika dipertanyakan kembali kepada Wakil Bupati Ir Amran Sinaga melalui layanan Whatsaap,hanya dibaca,tidak memberi komentar lebih lanjut.

Ketua LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Kabupaten Simalungun Ir Ramadhani Purba terkait tidak digelarnya event religi MTQ Ke 46 Tingkat Kabupaten Tahun 2018 kepada Monalisanews di Mesjid Sigudaba Pematang Raya beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa untuk tahun ini kemungkinan besar hanya seleksi karena anggaran untuk kegiatan MTQ tingkat kabupaten ditampung hanya sebesar Rp 200 juta.

“Tahun ini anggaran hanya ditampung Rp 200 juta, untuk kegiatan MTQ tingkat kabupaten terlalu minim untuk dilaksanakan,.Tapi kita akan coba koordinasi dengan pimpinan apakah anggaran tersebut bisa ditambah.Karena masih ada waktu sampai bulan oktober.Kita tunggu ajalah apa petunjuk dari pimpinan,”ujar Kadis Perhubungan ini.

Sementara itu, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Pematangsiantar dan sekaligus Kepala Sekolah SMK Teladan Bangun Ir Syofiar Mangkoeto SPd sangat menyesalkan bahwa pembinaan umat melalui lomba baca al-qur’an tidak mampu dilaksanakan oleh LPTQ Kabupaten Simalungun.Ini artinya ketidak mampuan pejabat muslim dalam melakukan lobby lobby terhadap anggota Dewan untuk meluluskan anggaran pembinaan umat islam.

Berita Terkait: 👉  Pemerintah Kabupaten Simalungun Diminta Segera Terbitkan Payung HukumTentang BUMDesa

“Kita sama sama tau kok, kalau pemkab simalungun dalam hal ini Bupati Simalungun JR Saragih dalam membatu kemaslahatan umat sangat besar dan jor-joran.Kok,’malah ada Wakil Bupati sebagai perpanjangan tangan umat islam bisa anggaran yang ada menciut begitu drastis. Jadi apa artinya ada perwakilan umat yang menduduki jabatan tertinggi itu tidak mampu mempertahankan anggaran yang sudah ditetapkan seperti pada tahun 2017.ini malah berkurang jauh,mana kepedulian Umaro terhadap umatnya.”tegas Atok Koyong sapaan akrab setiap harinya.

Lebih lanjut Atok Koyong menambahkan, bagaimana anak anak akan gemar mengaji kalau pemerintah saja sudah berani mengkebiri anggaran untuk umat beribadah sekaligus berlatih memahami isi kandungan Al quran, mungkin Kabupaten Simalungun satu satunya yang tidak mengelar Event Religi yang sudah menjadi kelender tahunan dan Nasional ini.

“Kalau sudah begini ceritanya perlu pengkajian ulang terhadap para petinggi umat islam yang bertugas di Pemerintahan Kabupaten Simalungun. Anggaran MTQ dari tahun ketahun sudah di plot bazet yang layak untuk dialokasikan.Ini malah hanya tinggal 10% dari total anggaran tahun 2017.Kalau katanya rasionalisasi anggaran tidak akan mungkin dipotong sedemikian besarnya apa lagi anggaran dipergunakan untuk kegiatan keagamaan.ini pekerjaan yang membutuhkan keberanian khusus memotong anggaran tersebut,ini jadinya kalau agama dijadikan kenderaraan politik,seperti ini jadinya,”pungkasnya.(*)

 

 

 

 

 

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Pesan JR Saragih ,'Jalin Keharmonisan, Sesama Kader Demokrat'

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here