Honor K2 Yang Tertipu Di Zaman Kepemimpinan RBS Unjuk Rasa Ke Kantor Bupati Tapteng

0
329 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS |TAPTENG| – Ketua Forum Honorer Kategori 2 (FHK2) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut, Gideon Purba bersama sekitar 36 orang Guru Honorer K2 melakukan Unjuk Rasa, Jumat (4/5-2018) di depan Kantor Bupati Tapteng di Pandan.

Para pengunjuk rasa berjalan dan berorasi di depan Kantor Bupati Tapteng sambil membawa berbagai spanduk, yang berbunyi.“Tangkap, Adili, Usut Tuntas Penipuan Honorer K2 Di Kabupaten Tapanuli Tengah”.

“Kami Korban Penipuan Honorer Dijanjikan Menjadi PNS Oleh Oknum-Oknum Di Masa Bupoati Bonaran Situmeang”.

“Tolong Kami Pak Bupati, Kami Honorer Korban Penipuan, Tolong Agar Uang Kami Dikembalikan”.

Ketika dikonfirmasi Monalisa News. Giden Purba menuturkan, mereka merupakan korban iming-iming, atau penipuan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab saat penerimaan CPNS Honorer K2 pada 2013 yang lalu.

“Kurun waktu 5 (lima) tahun sejak kejadian itu, hingga saat ini belum ada itikad baik dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut”. tukas Gideon.

Selanjutnya disampaikan Gideon, yang melapor sama kami baru sekitar 34 orang lebih. Yang belum terdata masih ada juga kita perkirakan ada 50 lebih yang menyetor uang menyetor Rp.105 juta, ada yang Rp.58 juta, dan Rp.35 juta.

“Para korban dicari dan didatangi, dijanjikan pada saat itu. Kawan kawan korban ini terlena dan bersedia memberikan uang itu, karena percaya akan diangkat CPNS saat itj. Kita berharap, bermohon kepada Bupati Tapteng, dan Wakilnya, bersedia membantu memfasilitasi kita dengan permasalahan ini”. katanya

Gideon juga menceritakan. Uang yang di setor mereka adalah hasil pinjaman mereka dari bank, maupun dari rentenir yang berbentuk berbunga. Karena uang yang dipakai, yang diberikan kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab adalah yang dipinjam dari rentenir.

Berita Terkait: 👉  Bupati Tapteng Hadiri Pembukaan Musyawarah Daerah IMM XVIII Sumut

“Selain itu, uang yang disediakan juga dari saudaranya bahkan ada juga yang sudah jual rumah. Sehingga, kami sangat berharap pengembalian uang itu dan kita tahu sampai mana tanggung jawab penerima uang itu kita telah serahkan kasus ini ke Pemkab tapteng”. tukas Gideon.

Selain itu, lanjut Gideon, uang yang disediakan juga dari saudaranya bahkan ada juga yang sudah jual rumah. “Sehingga, kami sangat berharap pengembalian uang itu dan kita tahu sampai mana tanggung jawab penerima uang itu kita telah serahkan kasus ini ke Pemkab tapteng”. ujar Gideon.

Selanjutnya disampaikan Gideon, Aspirasi dengan guru honorer K2  kepada  Bupati, dan  Wakil Bupati Tapteng yang  berharap dapat diselesaikan. Sebagian korban memiliki kwitansi dan ada beberapa  barang bukti lainya

“Dari sejumlah Guru Honorer korban tersebut, menyanggupi memberikan sejumlah uang menjual rumah, meminjam ke Bank, dan lainnya dengan harapan diangkat menjadi CPNS. Untuk itu, Pemkab Tapteng agar membantu para korba sehingga uang dapat kembali”. tandasnya.

Amatan Monalisa News, pengunjuk rasa selanjutnya diterima Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul didampingi Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  Yetty Sembiring SSTP MM, Inspektur Inspektorat Mangihut Simanullang SE, Kabag Hukum dan Ortala Humanjar Panggabean SH, dan Kabag Humas Fadlan Satia Siregar SSTP di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Dinas Dukcapil Jemput Bola Pelayanan Administrasi Kependudukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here