Selalu Rumah Ibadah Sebagai Ajang Mencari Keuntungan Pribadi “Lapangan Parkir Masjid Al Mukhlisin Jadi Ajang Komersil, Kutip Restribusi Rp 50.000/Minggu”

0
307 views

Oleh Ekolin

MONALISANEWS  | TAPIAN DOLOK | Tak jelas!..Ini kata yang selalu terlontar dari masyarakat awam.Sudah menjadi keharusan setiap rumah ibadah,baik itu mushola ataupun masjid memiliki pengurus dalam mengelola setiap kegiatan syiar islam.

Namun anehnya, masjid yang sudah berdiri beberapa tahun lalu untuk umat muslim menjalankan kewajiban sholat lima waktu, sepertinya mulai lari dari konsep awalnya. Karena tidak memiliki kahlifah atau pemimpin dalam memanajeman kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan demi kemakmuran masjid.

Hingga saat ini Badan Kemakmuran Masjid ( BKM ) Al Mukhlisin beralamat di Jalan Medan tepatnya Simpang Timbangan Dolok Merangir Nagori Pematang Dolok Kahean Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun Sumatera Utara,belum juga terbentuk.Jumat,( 11/05/2018 ).

Informasi didapat Monalisanews dari salah seorang warga,Bintang ( 52 ) yang berdekatan dengan lokasi masjid tersebut.

Dalam keterangannya Bintang kepada Monalisanews mengatakan,dari mulai selesainya pembangunan masjid Al Mukhlisin sampai dengan sekarang belum ada sekalipun di bentuk Badan Kemakmuran Masjid.

Selama ini masjid tersebut dikelola oleh panitia pembentukan masjid,segala bentuk pembukuan dan pengurusan masjid dalam sepengetahuannya dipegang langsung oleh salah seorang panitia pembangunan yang bernama Bentol.

“Ini sangat di sayangkan pak,”sebab pembukuan yang selama ini diduga tidak transparan, sehingga sangat riskan akan menjadi fitnah bagi para pengurus sebab tidak ada yang memonitor atau mengawasi,berapa keluar dan masuknya dana infaq yang berasal dari umat bersedekah di masjid itu”.sebutnya.

Lanjutnya,sepengetahuannya kalau dalam seminggu dana infaq yang masuk dari umat dalam seminggu bisa mencapai Rp.2 s/d 3 juta dan saat ini yang menguasai pembukuannya masih ditangan panitia pembangunan.

Hal yang sangat memprihatinkan saat ini adalah,didalam areal masjid oleh pengurus menjadi lokasi bisnis dan menjadi komersil sehingga membuat para umat yang melakukan ibadah di masjid itu merasa terganggu.

Berita Terkait: 👉  Korem 022/PT Latihan Penanggulangan Bencana Alam

“Bagaimana tidak terganggu pak,sementara yang singgah di masjid bukan semua melakukan ibadah dan bisa jadi hanya sekedar istirahat di tempat tempat jajanan yang ada di areal masjid,tentunya ini sangat mengganggu”.ujarnya.

Sementara menurut,Bintang selaku warga dan umat Muslim,pada waktu akan dilaksanakan pembangunan masjid dan serah terima pinjam pakai dari pihak perkebunan PT.Goodyear ke panitia dan warga ada perjanjian yang telah disepakati bersama.

Dimana perjanjian itu telah tertulis pada pasal 4 yang menyatakan bahwa tidak diperbolehkan di areal masjid terdapat warung  atau pedagang yang dibenarkan adalah berdagang diluar areal masjid.

Saat Monalisanews menyambangi pedagang yang ada di areal masjid mengatakan,setiap minggunya mereka dikenakan retribusi sebesar Rp.50.000,- sedangkan jumlah kios yang ada di dalam areal masjid lebih kurang 10 kios.

“Pengutipan langsung dilakukan oleh pengurus masjid,pak”.ucapnya.

Kepala Kantor Urusan Agama ( KAU ) Kec.Tapian Dolok,Hardianto,saat dikonfirmasi via selular jumat,( 11/05 ) sekitar pukul 16.36 wib,terkait BKM Masjid Al Mukhlisin,mengatakan,pihak KUA Kec.Tapian Dolok tidak mengetahui pengurus masjid tersebut.

Sebab kepengurusan BKM adalah urusan pemerintahan dan warga yang ada di Nagori Pematang Dolok Kahean terkhusus pangulu.”Pembentukan BKM biasanya yang bentuk pemerintahan setempat”.sebutnya.

Memang keberadaan Masjid Al Mukhlisin sudah terdaftar di Departemen Agama Simalungun,namun kalau kepengurusan biasanya setelah terbentuk yang dibentuk oleh pemerintahan setempat baru akan dilaporkan kepada kami.

Masih dalam areal masjid,Monalisanews melihat papan informasi yang terpampang dengan keterangan,Per tanggal,21/04/2018…Saldo Rp.12.852.000,-…Pendapatan Rp.2.000.000,-….Sewa Kantin Rp. 0,-…Pengeluaran Rp.3.570.000,- serta kas akhir Rp.11.282.000,-.

Ini tentunya menjadi pertanyaan bagi umat Muslim yang ada di Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun,sebab masjid tersebut sudah berjalan bertahun tahun,jangan…jangan…?.

Penelusuran tak hanya sampai disini,Monalisanews,akan coba bertanya langsung ke Kakandepag dan Pangulu Nagori Pematang Dolok Kahean Kabupaten Simalungun terkait,kepengurusan BKM Masjid Al Mukhlisin.( Bersambung )

Berita Terkait: 👉  Brakk!...Tiga Pengendara Septor Terkapar

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here