Friday, 25/5/2018 | : : UTC+7
Monalisanews
Monalisanews

Dinas Pendidikan Terkorup di Simalungun,FGHS Gurdak Kantor DPRD

Dinas Pendidikan Terkorup di Simalungun,FGHS Gurdak Kantor DPRD

Kasian,seperti orang orang pesakitan para tenaga pendidik ini rela duduk ditanah ,mendengar keterangan dari para dewan terhormat.malang nian nasibmu wahai pahlawan.

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | PEMATANG RAYA | – Ratusan pahlawan tanpa tanda jasa yang tergabung dalam wadah Forum Guru Honor Simalungunm (FGHS) menggelar aksi menuntut hak mereka sebagai pengajar.Ratusan tenaga honor tersebut mengadukan nasibnya kepada DPRD Simalungun,Senin (14/5/2018).

Dengan membawa sepanduk yang bertuliskan,”Kami bukan saja pahlawan tanpa tanda jasa, tapi kami sudah menjadi pahlawan tanpa gaji. Itulah yang kami alami para guru honorer di Simalungun.Bayar Gaji kami yang masih bersisa 6 Tahun 2016,Tuntaskan Gaji Kami Tahun 2017,Bayarkan Gaji Kami Maret-Mei 2018.Terbitkan SK PTT,Stop Pungli,Stop Intimidasi Terhadap Guru Honorer,”

“Sudah belasan bulan kami tidak pernah gajian, begitupun kami tetap bersabar mendidik anak bangsa,” ujar salah seorang guru honorer kepada Monalisanews,yang ikut serta mengadukan nasibnya kepada DPRD Simalungun.

“Hati kami semakin perih ketika anak anak kami meminta jajan. Selama ini untuk biaya rumah tangga dan transportasi ke sekolah terpaksa kami mengutang ke sana kemari. Kami tidak menyalahkan, tapi tolong perjuangkan nasib kami sebagai guru honor ini,” ujarnya. Ia juga mempertanyakan bagaimana dengan honor yang tersisa 6 bulan lagi tahun 2016.

“Apakah yang enam bulan itu tidak dibayar atau raib begitu saja? Kami minta kepada anggota DPRD Simalungun agar segera membantu kami menuntaskan masalah honor ini,” pintanya guru honor ini dengan berlinang air mata.

Sejak kepemimpinan Bupati Simalungun JR Saragih,pada priode kedua kepemimpinannya.Dunia pendidikan di simalungun terus menerus menuai masalah.Orang nomor satu di Simalungun itu tidak pernah menuntaskan berbagai persoalan yang dialami guru-guru honor Sekolah Dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Simalungun.

Hal yang paling menohok,terkait masalah gaji tak dibayarkan selama enam bulan Tahun Anggaran 2016, intimidasi, pencopotan sepihak hingga pungutan liar perihal biaya pemanjangan Surat Keputusan Pegawai Tidak Tetap (SK PTT) berujung menjadi lahan empuk para oknum pejabat dinas pendidikan Pemkab Simalungun.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Resman Saragih, tidak pernah menuntaskan persoalan gaji guru honorer yang tidak dibayarkan di tahun 2016.Tahun 2017 dan pada Maret hingga Mei tahun 2018.

Menyikapi Aksi para guru honorer tersebut,Ketua Tim Investigasi LSM MASA Muchlis mengecam Plt Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Resman Saragih yang semena mena terhadap hak para tenaga honorer Dinas Pendidikan Simalungun,” Bagaimana Pendidikan di simalungun akan maju pesat,Kadisnya aja tidak memahami pendidikan.Ini akibatnya kalau Kepala Dinas Karbitan tidak perduli dengan kondisi yang ada.Masuk kantor aja ga pernah,boro..bro ngurusi pendidikan.ya inilah akibatnya,kasian mereka tak gajian,bagaimana mereka bisa menghidupi anak istrinya kalau gaji yang sudah menjadi hak mereka tak dibayar juga,prihatin kita melihat para pahlawan tanpa tanda jasa yang hanya bisa menunggu kebijakan Pemkab Simalungun,”ujarnya.

Muchlis menambahkan,Dinas Pendidikan selama kepemimpinan JR Sarigih,diduga sebagai sarang koruptor,karena setiap pengurusan berbagai berkas yang diurus berujung pungli,”Saya berani nyatakan,Bahwa Dinas Pendidikan Simalungun dinasnya para koruptor menjalankan aksinya,terbukti berbagai pungutan yang selalu dibebankan kepada para tenaga pendidik,baik itu pengurusan sertifikasi maupun non sertifikasi,ujung ujungnya duit duit,itu fenomena didinas pendidikan simalungun,”pungkasnya.(*)

 

 

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.monalisanews.com