Menilik Kasus Dugaan Dokumen Palsu Ijazah SMA JR Saragih, Terbukti Bersalah JR Saragih Dikenakan Sanksi 5 Tahun Penjara Denda Rp 500.000.000.-(Bag IX)

0
532 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | MEDAN |- Maraknya pengunaan ijazah palsu pada saat pencalonan kepala daerah maupun anggota legeslativ pernah dikatakan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, perihal terungkapnya kasus ijazah palsu.”sudah menjadi perhatian masyarakat. Jadi, tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa pemerintah tidak memperhatikan kasus ijazah palsu,” katanya.

“Pemerintah tidak pernah membiarkan kasus ini.Kemendikbud pernah mengingatkan kasus ijazah ini dan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penggunaan ijazah palsu,” ujarnya.

Pada setiap pemilihan kepala derah banyak gelar-gelar dari ijazah asli tapi palsu (aspal) sedang marak-maraknya beredar di masyarakat.pengguna ijazah aspal tidak hanya terjadi pada masyarakat biasa.

Hal serupa juga terjadi pada kalangan pejabat,termasuk yang menjerat Bupati Simalungun JR Saragih pada pencalonannya sebagai calon gubernur sumut 2018 terbukti menggunakan dokumen palsu legalisir ijazah SMA atas nama Jopinus Saragih (JR Saragih-red).

Sementara,Ketua Kongres Advokasi Indonesia (KAI) Azman SH mengatakan,”Salah satu isu hukum yaitu mengenai maraknya ijazah palsu di lingkungan pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi. Karena berdampak buruk terhadap dunia pendidikan saat ini,” ujarnya kepada Monalisanews Rabu (22/5/2018).

Dia mengatakan, pemalsuan ijazah atau gelar keilmuan merupakan suatu bentuk pemalsuan terhadap surat atau akta otentik, dan hal ini merupakan suatu bentuk penghancuran terhadap dunia pendidikan. Dari potret penggunaan ijazah palsu dapat dilihat di berbagai segi kehidupan masyarakat.

‚ÄúSalah satu contoh yang menjerat Bupati Simalungun JR Saragih pada pencalonannya sebagai calon gubernur sumut tahun 2018,telah terbukti mengunakan legalisir tanda tangan palsu Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai dokumen persyaratan dalam pencalonan. Ijazah-ijazah palsu yang digunakan calon kepala daerah ini juga telah mengubah mental bangsa Indonesia yang menjauh dari nilai-nilai Pancasila,” papar Azman.

Fenomena tersebut sungguh ironis, dilakukan oleh oknum intlektual yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan. Dampak ijazah palsu telah dirasakan masyarakat dan mengancam masa depan bangsa. Dampak yang dirasakan munculnya sikap-sikap koruptor. Yang mana terjadi penurunan kualitas pelajar angkatan pencari kerja, pengguna lulusan, dan terutama perguruan tinggi.

Berita Terkait: ūüĎČ  Perayaan Hari Bhakti Adhiyaksa ke 58 Kejaksaan Negeri Simalungun ,Jaksa Agung : ‚ÄúTunjukkan kinerja yang objektif, profesional‚ÄĚ

“Marwah dan martabat pendidikan yang dipercayai dan diandalkan masyarakat untuk mencetak tenaga-tenaga intelektual yang berguna untuk membangun bangsa saat ini dipertaruhkan,” ungkap Ketua KAI Siantar Simalungun ini.

Azman menambahkan,pengunaan ijazah palsu ini diawali adanya praktik jual beli ijazah dan ijazah palsu merupakan bagian dari “pembusukan” terhadap dunia pendidikan di Indonesia.”Dunia pendidikan Indonesia saat ini sedang mengalami krisis, karena banyak sekali kepalsuan dan ‘pembusukan’ yang justru dilakukan oleh kalangan intlektual yang notabenenya sebagai kepala daerah dua priode di Kabupaten Simalungun,” terangnya.Azman menambahkan, praktik pengunaan ijazah palsu¬† bagian dari “pembusukan” dunia pendidikan.

Masih dikatakannya, segala kepalsuan dan “pembusukan” itu merupakan proses panjang yang dilakukan oleh pihak-pihak yang juga sudah “busuk”. Karena itu perlu ada pengawasan ketat untuk menghilangkan praktik “busuk” itu.‚ÄĚUntuk menghilangkan praktek busuk pengunaan dokumen palsu tersebut,kasus JR Sargih yang telah dinyatakan lengkap dan P21 agar segera dilimpahkan dipersidangan.Sehingga masyarakat Sumatera Utara mengetahui sanksi hukum yang diterima (JR-red) sebagai tersangka,‚ÄĚ tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan ,untuk kasus yang menjerat Bupati Simalungun JR Saragih dikenakan Pasal 263 KUHP, ayat (1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.ujarnya.

Jadi untuk pasal dimaksud dan dirunut pada ayat (2) Dengan hukuman serupa itu juga dihukum, barang siapa dengan sengaja menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, kalau hal mempergunakan dapat mendatangkan sesuatu kerugian.Pasal Demi Pasal menjelaskan bahwa yang diartikan dengan surat dalam ketentuan tersebut adalah segala surat baik yang ditulis dengan tangan, dicetak, maupun ditulis memakai mesin tik dan lain-lainnya.

Berita Terkait: ūüĎČ  Gebyar!... Hari Jadi Sergai Ke-14 Tahun 2018

Selain itu ujar Azman, surat yang dipalsu itu harus suatu surat yang: a.Dapat menerbitkan suatu hak (misalnya: ijazah, karcis tanda masuk, surat andil, dll);…. penggunaan surat palsu itu harus dapat mendatangkan kerugian.

Kerugian tersebut tidak hanya meliputi kerugian materiil, akan tetapi juga kerugian di lapangan kemasyarakatan, kesusilaan, kehormatan dan sebagainya,yang dihukum menurut pasal ini tidak saja ‚Äúmemalsukan‚ÄĚ surat (ayat 1), tetapi juga ‚Äúsengaja mempergunakan‚ÄĚ surat palsu (ayat 2).

‚ÄúSengaja‚ÄĚ maksudnya, bahwa orang yang menggunakan itu harus mengetahui benar-benar bahwa surat yang ia gunakan itu palsu. Jika ia tidak tahu akan hal itu, ia tidak dihukum. Tentunya terkait dengan tahu atau tidak tahunya pemohon itu harus dibuktikan dalam pemeriksaan oleh penyidik maupun dalam persidangan.

Khusus untuk ijazah tambah Azman, di luar KUHP sudah ada pengaturannya tersendiri, Pasal 69 ayat [1] UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur bahwa, ‚ÄúSetiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).‚ÄĚ… Dan untuk penggunaan ijazah palsu, pemohon dapat dikenakan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)!.pungkasnya.

Tapi karena ada undang undang yang telah mengatur dalam pelaksanaan Pilkada yang menjerat Bupati Simalungun , disangka telah melakukan perbuatan melawan hukum diancam dengan Pasal 184 UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah,ujar Azman.

Adapun isi pasal yang menjerat JR Saragih,adalah Setiap orang yang dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar atau menggunakan surat  palsu  seolah-olah  sebagai  surat  yang  sahtentang    suatu    hal    yang    diperlukan    bagi persyaratan   untuk   menjadi   Calon   Gubernur, Calon   Wakil   Gubernur,   Calon   Bupati,   Calon Wakil  Bupati,  Calon  Walikota,  dan  Calon  Wakil Walikota,    dipidana    dengan    pidana    penjara paling  singkat  36  (tiga  puluh  enam)  bulan  dan paling  lama  72  (tujuh  puluh  dua)  bulan  dan denda   paling   sedikit   Rp36.000.000,00   (tiga puluh   enam   juta   rupiah)   dan   paling   banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).jelasnya.

Berita Terkait: ūüĎČ  Korem 022/PT Gelar Doa Bersama

Azman menambahkan,Setiap orang,Dengan sengaja Memberikan keterangan¬†¬†¬† yang tidak¬†¬† benar¬†¬† atau¬†¬† menggunakan surat¬† palsu¬† seolah-olah¬† sebagai surat¬† yang¬† sah¬† tentang¬† suatu¬† hal yang¬† diperlukan¬† bagi¬† persyaratan untuk¬† menjadi¬† Calon¬† Gubernur, Calon¬†¬†¬† Wakil¬†¬†¬† Gubernur,¬†¬†¬† Calon Bupati, Calon Wakil Bupati, Calon Walikota, dan Calon Wakil Walikota,‚ÄĚPidana penjara¬† paling¬† singkat 36¬† (tiga¬† puluh¬† enam)¬† bulan dan¬†¬† paling¬†¬† lama¬†¬† 72¬†¬† (tujuh puluh dua) bulan dan;Denda paling sedikit Rp36.000.000,00¬†¬† (tiga¬†¬† puluh enam¬† juta¬† rupiah)¬† dan ¬†paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).tegasnya.(Bersambung)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here