Jembatan Sungai Aek Tumba Ekstrim , Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

0
122 views
Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Masyarakat berharap perhatian Bupati Bakhtiar Sibarani, dan Wakilnya Darwin Sitompul, untuk mengalokasikan anggaran membangun Jembatan Sungai Aek Tumba yang menghubungkan Desa Tumba, dengan Desa Parsihotangan Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov-Sumut.

Jembatan yang menghubungkan kedua desa tersebut sungguh sangat memprihatinkan dan sangat Ekstrim bagi pengendara roda dua sehingga dapat berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.Meski sudah goyang dan tidak kuat lagi akibat sebahagian tiang besi penyanggah jembatan sudah tidak ada lagi.

Jembatan ini adalah akses utama bagi anak-anak sekolah,mengangkut hasil panen petani,dan warga kedua desa.

Beberapa warga yang berhasil ditemui Monalisa News, Jumat (21/9-2018) di desa Tumba dan desa Parsihotangan salah salah satunya Donnaria boru Sitanggang (56), Hotber Sihotang (28), Ramli Manalu (45), Kunan Siringo-ringo (62), Sekiel Simamora (48) menuturkan,Bahwa saat ini warga sangat berharap perhatian pemerintah untuk membangun jembatan Aek Tumba.

Menurut warga, sebelumnya jembatan  sungai Aek Tumba sepanjang 15 meter itu, terbuat dari batang kelapa dan batang bambu. Pada tahun 2012 lalu, berkat bantuan dari Pemprovsu sebesar Rp.50.000,000,- dibantu swadaya dan swadana warga di 2 desa, jembatan dibuat dari tiang  besi. Tetapi akibat diterjang luapan sungai Aek Tumba,Akibatnya  jembatan rusak.

Tonton Videonya:

Penuturan warga dibenarkan Kepala Desa (Kades) Tumba, Rajawali Nainggolan, dan Kades Parsihotangan, Ratna Depi boru Silitonga. Katanya, “Dalam Musrembang Tahun 201, desa sudah menyusun  anggaran, untuk tahapan pembangunan tahun 2018. Membangun jembatan itu, dan mebuat bronjong sepanjang 3 km, yakni 1500 meter kiri, dan 1500 meter kanan bibir sungai Aek Tumba, untuk mengatasi Abrasi pemukiman Penduduk”. sebut Rajawali, dan boru Silitonga.

Kades Tumba, dan Kades Parsihotangan dan masyarakat dari kedua desa  sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, dibawah kepemimpinan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani, dan Wakilnya Darwin Sitompul, dapat memprioritaskan anggaran membangun jembatan ini, agar jangan bertambah korban jatuh kedalam sungai Aek Tumba.

Berita Terkait: 👉  Pengerjaan Rabat Beton di Nagori Totap Majawa Disoal Masyarakat

“Karena parahnya kondisi fisik jembatan aek Tumba ini, pejalan kaki-pun terpaksa secara bergantian melewatinya. Juga pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraannya, dan itu-pun harus lewat secara bergantian”. pungkas Kades Parsihotangan, diamini Kades Tumba.

Situasi ini, lanjut Ratna Depi boru Silitonga. Selain berpotensi membahayakan keselamatan pengguna, tentu juga berdampak melambannya aktivitas warga sekitar.

“Jembatan ini memiliki fungsi penting, yang setiap harinya digunakan masyarakat didua desa,khususnya anak sekolah maupun keperluan warga lainnya. Kami sangat berharap, bapak Bupati dan bapak wakil Bupati Tapteng, dapat memberikan perhatian serius untuk membangun jembatan ini,” ujar mereka penuh harap.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here