Mankrak Dua Minggu,Proyek Drainase Jl Kamboja Rusak Pipa PDAM Tirtalihou

0
403 views
Oleh Ekolin
MONALISANEWS | TAPIAN DOLOK | – Sejak proyek parit pasang berbiaya Rp.193.500.000,-mandek hampir lebih kurang dua minggu. rekanan CV YOBEl sebagai pelaksana kegiatan mulai mengerjakannya kembali.
Ironisnya,PPK Dinas PUPR sebagai pengawas kegiatan ditengarai tidak pernah meninjau atau mengawasi proyek yang mandek hampir 2 minggu lamanya.
Pengerjaan drainase di Lorong Kamboja Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun Sumatera Utara yang sejak awal disoal warga.Pasalnya pekerjaaannya sembarangan dan asal jadi serta tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya menurut warga sekitar kepada monalisanews.
Dari pantoan monalisanews,Jumat (5/10/2018) di lokasi Pengerjaan drainase yang sempat tertunda itu,akhirnya dikerjakan kembali,namun kali ini pengerjaan diteruskan baru sebatas pengorekan parit dengan menggunakan alat berat ( beko ) tanpa adanya pekerja lain.
Pengorekan parit yang dilakukan rekanan sama sekali tidak di awasi oleh pihak rekanan maupun Dinas PURP yang diwakili oleh PPK sebagai penanggung jawab proyek yang sedang berjalan.
Fatalnya,pengerjaan pengorekan parit tersebut merusak fasilitas instalasi PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun,dimana pipa yang mengaliri ke rumah penduduk porak poranda.
Sementara dilokasi,Abd.Gani Lubis,kepala unit PDAM Tapian Dolok kepada Monalisanews,meerasa kecewa saat warga melaporkan pipa air bersih kerumah rumah warga putus.
“Ini adalah kali ke dua Dinas PUPR Simalungun melakukan pengorekan tanpa berkoordinasi dengan pihaknya,dimana kejadian awal saat pengerjaan proyek dimulai,”ujarnya
“Kejadian ini sangat merugikan pihak PDAM Tirta Lihou,terutama unit Tapian Dolok,sebab kerusakan ini,pihak PDAM Tirta Lihou Kabupaten sama sekali tidak ada menganggarkan biaya kerusakan yang di sebabkan oleh proyek dinas lain yang sedang melakukan pekerjaan,”terangnya.
Tambahnya lagi,sebenarnya waktu kejadian pertama,Lubis telah mengingatkan apabila masih ada penggalian segera berkomunikasi kepada dirinya agar lokasi dapat di kondisikan sehingga dapat meminimalisir kerusakan pipa yg tertanam milik PDAM.
Melihat kondisi ini,Kepala Unit PDAM coba menghubungi pihak rekanan yang diketahui bermarga ,”Pardede”,dalam pembicaraan via telepon genggam terdengar tuntutan dari PDAM agar rekanan harus mempertanggung jawabkan masalah yang terjadi.
Lubis juga menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang sibuk melakukan pemasangan ke pelanggan khususnya di unit Tapian Dolok dari dana hibah kementerian ( MBR ) 2018 dan harus selesai pada waktu yang sudah ditentukan,sekarang ditambah lagi dengan kerusakan yang dibuat oleh dinas PUPR,hal ini yang membuat Lubis dan stafnya merasa jengkel.
“Saat ini pemborong lagi keluar bang,katanya besok baru bisa ketemu,”kami tetap akan meminta pertanggung jawaban mereka,akibat kerja yang dilakukan mereka kami yang menanggung resiko,warga banyak memprotes kami dikarenakan air mereka mati,sedangkan air merupakan kebutuhan pokok warga,bukan hanya satu keluarga tapi banyak yang memprotes kami,kami berharap besok pihak pemborong menepati janjinya untuk mencari solusi terbaiknya,”pungkasnya.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: ­čĹë  Sergai Jadi Lokasi SCORA PEMA FK USU Tahun 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here