BBQ Kembalikan Budaya Mengaji Sejak Dini

0
170 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | SIANTAR |- Dalam mempersiapkan Generasi Emas yang cinta Al Quran Dan Masjid.Telah berdiri  di Kota Pematangsiantar Lembaga Berantas Buta Al Quran (BBQ) sebagai lembaga Sosial Pendidikan Keagamaan dan sekaligus fokus pada upaya  lembaga Sosial Dakwah.

Pimpinan Umum BBQ Kota Pematangsiantar Setiawan Gultom  kepada Monalisanews Senin (8/10/2018) d Press Room Arrows Monalisa Cafe Jl Silimakuta Timbang Galung  Pematangsiantar menjelaskan,Bahwa sasaran Lembaga Berantas Buta Al Quran (BBQ) Kota Pematangsiantar adalah Anak Usia 3 sampai dengan 16 Tahun dan tidak hanya mencakup Kota Pematang Siantar tetapi Kabupaten Simalungun.

“Beberapa program yang disiapkan bersifat Pendidikan Agama dengan terprogram dan sistematis, 4 pilar utama Program Lembaga Berantas Buta Al Quran (BBQ) Kota Pematangsiantar adalah Program Magrib Ber Iqra,Rumah Al Quran dan Madrasah Sore Serta Paud adalah merupakan Program Lembaga Berantas Buta Al Quran (BBQ) dan Dakwah Sosial,”ungkapnya.

Setiawan menambahkan,Sebagai sebuah lembaga Sosial Keagamaan berusaha menempatkan diri menjadi salah satu lembaga sosial yang dapat dipercaya Masyarakat dan para donatur yang telah mempercayakan donasinya. Sebagai konsekuensinya, Lembaga Berantas Buta Al Quran (BBQ) Kota Pematangsiantar telah Menyelenggarakan beberapa kegiatan yang bersifat Publik.

“ Sejak  berdiri Januari 2018 lalu,BBQ merasa peduli terhadap generasi Islam yang sudah terkontaminsasi oleh kemajuan zaman dan teknologi yang meninggalkan anak anak kita jauh dari pendidikan agama.Untuk itu Lembaga Berantas Buta Al Quran (BBQ) hadir menyikapi Masalah Pendidikan Agama sejak dini.”jelasnya.

Ditambahkannya, BBQ  bergerak berkat  peran dari para donatur lembaga berbagai latar belakang pekerjaan dan pendidikan. Mereka datang sebagai individu. Kedatangan mereka menunjukkan semangat saling peduli.

“Kegiatan yang telah dilakukan Lembaga Berantas Buta Al Quran (BBQ) Kota Pematangsiantar diantaranya adalah,Mengaji Gratis Seminggu Gratis,Bantuan Ke Masjid Binaan Berupa Semen dan Al Quran,Bentuan Pendidikan untuk anak Yatim,Santunan Anak Yatim,Pengecatan Musola Binaan,Buka Puasa Gratis bersama,Bantuan 100 Iqra Ke Lombok,Pendidikan Qori Gratis seminggu 2 Kali,Pertemuan Rutin dengan Guru Binaan,Festival Magrib Ber Iqra setiap Tahun ,Sosialisasi Narkoba Sejak Dini,” terangnya.

Berita Terkait: 👉  Untuk Memperlancar Air Ke Persawahan,Babinsa Turun Berihkan Saluran Irigasi

Setiawan menambahkan,melatar belakangi berdirinya BBQ bahwa Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril.sudah tertanam dalam benak kita bahwa membaca memang begitu penting, terutama membaca Al-Qur‟an atau mengaji. Dengan mengaji banyak sekali manfaat luar biasa yang tidak kita sadari yaitu dari segi afektif, mengaji secara tidak langsung mampu mempengaruhi sifat kita menjadi lebih peka terhadap sifat ketuhanan, mereka sadar akan keberadaan Allah SWT. ‘ungkapnya.

“Kenyataan yang kita alami anak-anak tingkat Sekolah Dasar lebih mudah diajak mengaji ke Masjid atau Musholla, bahkan tanpa ada suruhan dari orangtua karena biasanya mereka lebih cenderung akan mengikuti kemana orangtuanya pergi, jika orang tuanya pergi ke Masjid maka tanpa diajakpun mereka akan ikut ke Masjid, bahkan parahnya jika orang tuanya menonton Televisi pada waktu maghrib, mereka kemungkinan besar akan menonton Televisi pada saat itu,” jelasnya.

Setiawan mengharapkan  (BBQ) dapat mengembalikan lagi semangat budaya mengaji yang kini telah memudar, meski kita tahu bahwa mengembalikan budaya agar seperti dulu lagi tidaklah semudah membalik telapak tangan. “Sebenarnya budaya maghrib mengaji bukan hal yang baru tetapi sudah tertanam sejak dahulu kala,namun hal itu sudah tidak terdengar lagi dari kampung sampai perkotaan.,” pungkasnya.(*)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here