RAPAT SINKRONISASI LUAS BAKU LAHAN KABUPATEN LABUHAN BATU

0
10 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS  | MEDAN | – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat  sinkronisasi data luas baku lahan sawah  sesumatera utara. Sinkronisasi tersebut untuk menjawab rilis Badan Pusat Statistik (BPS) dengan metodologi baru membuat luas baku lahan menyusut hingga 181.309 hektare (Ha).

Rapat Koordinasi Dinas Pertanian Se-Sumatera Utara, Membangun Desa Menata Kota Menuju Sumatera Utara Agraris, Selasa (13/11/2018)  di Hotel Garuda Plaza, Medan.

Kepala Dinas TPH Sumut, M Azhar Harahap, menyebut bahwa dalam degradasi luas baku lahan yang dirilis BPS sangat penting untuk dibahas.

Dia mengaku miris melihat angka yang muncul. Betapa tidak, terdapat selisih luas lahan hingga 181.390 Ha. Ada lahan sawah di beberapa kabupaten yang tak masuk data.

Di Kabupaten Mandailing Natal, misalnya, kehilangan lebih dari 10.000 Ha, Labuhanbatu kehilangan 24.000 Ha dan tersisa 1.000 Ha. Kabupaten Tapanuli Tengah kehilangan 15.000 Ha dan tersisa 6.000 Ha, Kabupaten Deli Serdang kehilangan 15.000 Ha, Kabupaten Serdang Bedagai kehilangan 11.000-an Ha dan Kabupaten Labuhanbatu Utara kehilangan sekitar 22.000 Ha.

Menindak lanjuti hasil rapat koordinasi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Labuhan Batu mengadakan Rapat Singkronisasi Luas Baku Lahan Tingkat Kabupaten Labuhan Batu yang dihadiri beberapa pejabat Daerah antara lain, Dandim 0209/Labuhan Batu Letkol Inf Santoso yang diwakili oleh Pabung Labuhan Batu Selatan.

Kadis pertanian Kabupaten Labuhan Batu, Mewakili Ka BPN Labuhan Batu, mewakili Ka BPS  Kabupaten Labuhan Batu, Mewakili Bapeda, Para camat Se-Kabupaten Labuhan Batu, Seluruh Danramil Jajaran Kodim 0209/Labuhan Batu salah satunya Danramil 04/Labuhan Bilik Kapten Inf W. Rajagukguk, PS da Kabupaten Labuhan Batu dan Dinas PU Rantau Prapat.

Berita Terkait: 👉  Ribuan Warga Padati Lapangan Sultan ABD.Jalil Rahmadsyah, Wali Kota Tanjungbalai Irup HUT RI

Kadis pertanian Kabupaten Labuhan Batu mengungkapkan, untuk diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) memperbarui data luas lahan baku sawah yang menunjukkan penurunan luas sawah.

Pembaruan tersebut menjadi bagian dari memperbaiki metode statistik produksi beras nasional dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA).

Metode tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak yakni Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Informasi Geospasial (BIG), serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tegasnya.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here