Bupati Pastikan Tahun 2021 Jalan di Tapteng Sudah Mulus

0
33 views

Laporan Ka Biro Monalisanews Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – IWO Sibolga – Tapteng Ngobrol Santai Bersama Bupati & Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Bakhtiar Ahmad Sibarani, didampingi Wakilnya, Darwin Sitompul.

Diskusi  yang digelar bersama wartawan media online tersebut , Bupati mengajak masyarakat untuk sama-sama membangun Kabupaten Tapanuli Tengah  bukannya  menyebarkan Hoaks untuk menghancurkan Tapteng.

Ajakan itu disampaikan Bakhtiar saat menghadiri acara bertajuk  “Ngobrol Santai Sambil Ngopi”  dengan mengusung  thema “Laju Pergerakan Pembangunan Di Tapanuli Tengah”  bertempat di Kedai Kopi Mamak  Jalan Horas  No 47 Kota Sibolga Prov- Sumut,Sabtu kemarin.

Acara “Ngobrol Santai Sambil Ngopi”  diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya  langsung dipimpin  Kepala Biro media online  Monalisa News, Syarifuddin Simatupang.

Hadir , Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, dan Wakilnya, Darwin Sitompul, Kadis Kominfo Tapteng, Kadis PMD Tapteng, Kadis PU Tapteng, Kabag Humasy Tapteng, dan OPD lainnya. Pengamat pembangunan serta para tamu undangan IWO Sibolga – Tapteng.

Bakhtiar berharap agar semua pihak bisa melihat dua arah sisi dari permasalahan ini, kita jangan berbicara diluar kemampuan kita.”Kita ini bukan Tuhan bukan Malaikat, begitu rusak disitu dibangun. kita juga butuh proses membangun itu,” ujar  Bakhtiar menyikapi persoalan yang terjadi di Kabupaten Tapteng.

Kita disini membicarakan fakta bukan hoaks. tahun 2018 kami, khusus dinas perkerjaan umum. Dipastikan di tahun 2019 jalan di Tapteng sudah mulus, kecuali pembukaan jalan di desa.”Artinya Tahun 2019 selain jalan 126 kilometer. Jalan di Tapteng kami pastikan tidak ada lagi yang rusak, selain jalan desa. Itu sudah menjadi tanggung jawab  para kepala desa,” ungkap Bupati memastikan.

Bakhtiar mengingatkan,’ diawal  masa jabatan  BADAR (Bakhtiar-Darwin)  pada tanggal 22 Mei 2017, mendapat warisan 249 Kilometer Infrastruktur yang hancur total  di Tapteng.

Dalam diskusi yang digelar IWO,Bahtiar menjelaskan, kehancuran infrastruktur di Tapteng adalah kegagalan dari sebelum pasangan Bupati Badar memimpin. Maka dari  itu pembangunan infrastruktur di Tapteng memerlukan waktu agar pembangunan dapat berkelanjutan.

“Kalau dari dulu pembangunan infrastruktur berjalan sebagaimana yang diharapkan, mungkin situasi infrastruktur sekarang tak separah ini. Tetapi kita tidak menyalahkan orang lain, itu memang kewenagan dari pemimpin pada saat itu,”  ungkapnya.

Soal ada keluhan masyarakat belum tersentuh pembangunan ke Desa mereka. Dia berharap agar masyarakat bersabar, karena anggaran APBD Tapteng tidak cukup kalau harus sekaligus membangun ketertinggalan Infrastruktur  di Desa – Desa, mari  sama sama saling mendukung program pembangunan Kabupaten  Tapteng  agar lebih baik lagi.

Pemkab Tapteng telah behasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pada tahun 2017 sebesar Rp.80 milyar, tahun 2018 meningkat Rp.20 milyar  dan telah menjadi Rp.100 milyar.

Berita Terkait: 👉  Ketum PDI Perjuangan Megawati Percayakan Djarot Cagubsu

“Kita akan bekerja semaksimal mungkin, untuk tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama pembangunan akses jalan, kalau jalan sudah mulus pasti perekonomian masyarakat petani tidak kesulitan dalam memasarkan hasil tani mereka,” jelasnya.

Tahun Anggaran (TA) 2018 pembangunan jalan sepanjang 74,97 kilometer telah terlaksana. TA 2019 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng menargetkan pembangunan jalan sepanjang 40,740 kilometer akan segera terealisasi.

“Pemkab Tapteng akan menggenjot pembangunan dibidang insfratruktur. Target kita, tahun 2021 jalan di Tapteng akan mulus, untuk keperluan peningkatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan parawisata di Tapteng,” tegas mantan ketua DPRD Tapteng ini.

Bupati kembali menegaskan, “Kita bicara fakta, jangan hoax, sejak dilantik sebagai Bupati Tapteng bersama Darwin Sitompul sebagai Wakil Bupati, tahun 2018, ada sebesar Rp.141 miliar lebih, untuk pembangunan jalan sepanjang 74,97 kilometer, dan jembatan.” Kenapa jalan disiapkan?… Ini untuk mendukung sektor pariwisata di Tapteng, pada 2019 akan dibangun lokasi wisata di kolang.”ujarnya.

Akhir tahun ini digelar even mengenalkan objek wisata tapteng, ikutilah dan buktikan karya kita. Kalau jalan menuju objek wisata tidak bagus. Sektor Pariwisata  tidak akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, dan itu hanya tinggal angan-angan.

Bakhtiar lebih lanjut menambahkan,Tahun depan Pemkab Tapteng akan memberikan biaya kuliah bagi anak kurang mampu, tapi dengan syarat memiliki kemampuan atau pintar. Ini baru pertama di Tapteng, akan mengkuliahkan anak  yang memiliki kemampuan lebih. tapi kurang mampu kecuali fakultas kedokteran karena biayanya sangat mahal, pemkab tidak sanggup. Kalau fakultas lain kita tanggung.’ tegasnya.

Mulai tahun 2019, Pemkab Tapteng juga akan menerapkan peraturan disiplin terhadap ASN, 1 hari saja tidak masuk kerja tanpa alasan, akan dihentikan TPPD-nya. Kita tegas, kepada ASN, ada yang dipecat karena mengkomsumsi narkoba, dan tidak masuk kerja. Urainya.

Selain itu,Pemkab tadi sudah bertemu dengan investor untuk menyakinkan, agar menginvestasikan dana awal sebesar Rp.10 milyar untuk bantuan modal Koperasi Syariah di Tapteng dengan bunga hanya 1% perbulan. Jelasnya dalam diskusi santai.

Untuk bantuan sosial jelang perayaan Natal,Pemkab Tapteng akan melakukan Safari Natal 2018 dan membagikan santunan tali kasih kepada warga kurang mampu, anak yatim piatu, dan orang tua jompo sebanyak 5000 KK.

Tidak hanya bantuan sosial yang dicanangkan  Pemkab Tapteng. Untuk Pembangunan yang dibiayai Dana Desa sebesar Rp.64 milyar, Pemkab harus  menyisihkan anggaran 10%  dana  shering dari APBD sebagai dana pendamping.

Berita Terkait: 👉  Miliaran Rupiah Pembangunan Lampu Jalan,Ternyata Tidak Berfungsi

Pembangunan yang dibiayai APBN bukan urusan kabupaten. Tapi Pemkab Tapteng  harus mengawasi, juga berusaha melobby anggaran PU Pusat/Provsu agar jalan di Tapteng dibangun.”Bukan kami katakan ini perjuangan kami, tapi saat kami belum menjabat Bupati, pembangunan sudah dikontrakkan namun belum berjalan karena ada konflik tanah masyarakat,” ungkap Bakhtiar.

Jalan Nasional Rampah-Poriaha, dan jalan Provsu menuju Mapolres Tapteng  ini yang dikerjakan Oleh Pemkab Tapteng.

Ada CSR perusahaan, kita bagi ke masyarakat. Kami tidak pernah gunakan APBD untuk poya-poya. Lapangan bola di manduamas berbiaya Rp1,1 miliar, dan pembangunan jembatan di Kecamatan Tapian Nauli, dan di Barus biayanya kita minta dari CSR.jelasnya kepada  audiens.

Satu demi satu program program Pemkab Tapteng dibawah kepemimpinan Bahktiar dan Darwin dipaparkan,mulai hasil yang sudah dikerjakan ,sebelum dikerjakan dan yang akan dikerjakan  sesuai dengan RPJMD Kabupaten Tapteng  sebagai progres pembangunan skala prioritas kepemimpinannya.

Ribuan warga Tapteng menjadi pengangguran karena ada peraturan pukat trawl dilarang beroperasi. Harga tandan kelapa sawit dan karet anjlok. Maka Pemkab Tapteng melobby investor datang ke Tapteng untuk mendirikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Sibabangun senilai Rp125 miliar. Untuk menampung kelapa sawit petani.

“Untuk itu, kita berharap Pemerintah Pusat dapat mencari solusinya. Bahkan ada kapal fiber di Tapteng tidak bisa digunakan nelayan”, sebutnya.

Ada ribuan orang masyarakat Tapteng tertipu dengan modus dijanjikan proyek, dan di jadikan PNS, kini pelakunya sedang menjalani proses hukum.

Program Jokowi melaksanakan pembangunan dari desa sangat bagus, sehingga pembangunan di Desa semakin maksimal, dan Pemkab sendiri hanya bisa melakukan pengawasan.“Kita tidak bisa mengintervensi mereka mau bangun apa, semua hasil musyawarah desa, kita hanya bisa mendorong dan melakukan pengawasan saja. Makanya, saya minta para kades bekerjalah maksimal, mamfaatkan dana desa yang ada, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Pembangunan yang dibiayai Dana Desa banyak yang berantakan, baru 1 atau 2 bulan selesai dikerjakan sudah rusak, Bupati Tapteng dengan tegas meminta Kadis untuk meninjau langsung dan memeriksa kepala desa.”Saya sampaikan bahwa informasi penting seperti inilah yang kita butuhkan, bukan hanya informasi yang bagusnya saja yang dapat kita dengar. Tapi berita kinerja jelek aparat dilapangan-pun harus kita dapat.” harapnya.

Bupati juga meminta wartawan yang bergabung di IWO supaya ikut serta berkerjasama mengawasi dan mempublikasikan pelaksanaan pembangunan Desa di Tapanuli Tengah. Bekerjasama dengan Pemkab Tapteng membuat publikasi desa. Agar masyarakat luas di Tapanuli Tengah tau, pembangunan di desa itu terus bergulir.

Baktiar Ahmad Sibarani mengaku prihatin atas insiden yang dialami keluarga Butarbutar di Kelurahan Sibuluan Kecamatan Pandan baru baru ini terlibat adu fisik dengan Satpol PP Tapteng. Saat kejadian Bupati kebetulan berada di Jawa melakukan kegiatan Rakornas PP Muhamadiyah tepatnya di Surabaya.

Berita Terkait: 👉  BABINSA DAN PETANI MENGAMBIL HAMA KEONG

“Apabila terbukti anggota Satpol PP yang melakukan penyerangan pertama. Saya akan lakukan tindakan tegas, bahkan sampai pemecatan. Juga penegakan hukum supaya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku”.imbuhnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa warung tersebut sudah pernah diperingati, agar tidak menjual minuman terlarang. Dan jangan menyediakan wanita wanita penghibur. Namun laporan yang kita terima, bahwa warung itu tetap buka , dan salah seorang pemilik warung itu datang menyerang Satpol PP menggunakan rantai,”

Bahktiar bersama wakil Bupati Darwin Sitompul meminta kepada masyarakat Tapteng, agar tidak gampang percaya dengan informasi yang disampaikan Media Sosial. Karena menurut Bahktiar, Medsos sering dijadikan sebagai ajang menyebar hoaks dan kebencian.

“Untuk informasi pembangunan ada media. Silahkan, saya sama sekali tidak anti dengan wartawan yang punya media. Tapi saya sangat anti dengan wartawan tanpa media, kawan-kawan IWO kalau ada yang konfirmasi, saya selalu jawab, makanya masyarakat itu harus pandai memilah informasi, mana yang benar dan mana yang tidak benar,”Dimana tempatnya. Saya akan proses secepatnya, tapi jangan direka-reka yah, harus betul-betul,” pungkasnya.

“Ketimbang debat kusir di media sosial, lebih baik berdialog langsung melalui even seperti ini, sehingga tidak simpang siur, tidak hoax, dan lebih terarah, terutama terhadap proses pembangunan di daerah.Saya berharap dialog kali ini dapat bermamfaat bagi masyarakat luas, terkhusus bagi masyarakat Tapteng,”

Bijak Gunakan Medsos, Bicara Fakta dan Jangan Sebar Hoax. Warga harus bijak menggunakan media sosial (medsos), jangan menyebar hoax, apalagi ujaran kebencian.

“Kepada mereka yang menyebar hoax, fitnah dan kebencian di medsos, berhentilah! Jangan karena tidak mampu ‘mengolah’ Bupati, lantas menyebarkan hoax di medsos,”

Bakhtiar pun menjelaskan maksud kata ‘mengolah’ adalah modus yang biasanya digunakan oknum tertentu untuk mendapatkan paket proyek.Alih-alih tidak diberi paket proyek, maka oknum-oknum tersebut kemudian menyebar fitnah melalui media sosial.

“Saya memang tidak bisa ‘diolah’ dan saya juga tidak takut ‘digertak’ apalagi ditakut-takuti,” tandas Baktiar.mengakhiri  acara “Ngobrol Santai Sambil Ngopi” .(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here