Jalan Rabat Beton DD TA 2018 Siharbangan Kini 250 Cm X 314 Meter

0
135 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Awalnya warga pemilik tanah tidak mau menghibahkan lebar 3 meter untuk dijadikan lokasi pembangunan jalan rabat beton yang dibiayai Dana Desa  (DD)  Tahun Anggaran (TA) 2018 di Dusun II Desa Siharbangan Kecamatan Barus Utara Kabupaten Tapanuli Tengah Sumut.

     Akhirnya masyarakat rela menghibahkan lahan selebar 250 cm sepanjang 314 meter untuk pembangunan jalan rabat beton dengan biaya Rp.334.390.000,- tetapi setelah selasai dikerjakan lebar 2 meter sepanjang 314,meter baru warga pengguna jalan itu sadar kurang layak bila buka jalan itu hanya 2 meter.

     “Kurang memadai bila hanya buka jalan itu 2 meter, maka sesuai hasil rembuk oleh Kepala Desa dan BPD bersama masyarakat,  maka kami setuju menghibahkan tanah milik kami lebar 3 meter untuk dijadikan jalan rabat beton,” tutur Rahman Simatupang.

      Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Siharbangan, Pamilian Tarihoran ketika ditemui Monalisa News,  Jumat (07/02-2018) dikediamannya, didampingi warganya,  Riel Simatulang (58). Ketua BPD,  Elias RH Matondang (42), dan Simson Tumanggor.Pamilian mengapresiasi niat baik warganya mendukung pembangunan di desanya.

      “Sebelumnya pasca pra pelaksanaan pengerjaan proyek yang dibiayai dana desa ini. Warga pemilik tanah tidak rela menghibahkan tanahnya selebar 3 meter untuk areal pembangunan rabat beton sepanjang 314 meter itu. Maka kita buat buka 2 meter,” kata Pamilian.

      Setelah warga penghuna jalan sadar bahwa kurang layak buka jalan itu 2 meter,  maka meraka rela menyerahkan tanahnya. “Maka kita kerjakan kembali untuk menjadikan buka lebar 250 cm,  sepanjang 314 meter,” sebut Pamilian.

      Masyarakat pengguna akses jalan melalui Rahman Simatupang, Mesdin Simatupang,  Royman Simatupang,  dan Santun Sinaga berterimakasih kepada kepala desanya,  atas tanggung jawabnya dan kesabarannya menghadapi warganya.

Berita Terkait: 👉  Polsek Serbelawan Grebek Bandar Narkoba

       “Benar,  kami pemilik tanah tidak setuju awalnya bila diambil tanah kami selebar 3 meter.  Tetapi setelah selesai dikerjakan jalan rabat beton itu sangat sempit hasilnya. Maka atas usul dan pemahaman yang disampaikan kepala desa maka kami menyetujui,” ujar mereka.

      Riel Simatupang menambahkan, dari awal pun tidak ada niat kepala desa Siharbangan ini untuk melakukan penyimpangan RAB DD TA 2018 itu.

     “Jika warga pemilik tanah bertahan tidak merelakan tanahnya untuk ditambahi ukuran lebar jalan rabat beton itu. Maka akan direvisi dan ditambah panjang jalan itu dari 314 menjadi 350 meter,” kata Riel, diamini Pamilian, Simson, dan Elias.

       Simson Tumanggor selaku tim tehnik DD Siharbangan menjelaskan, saat proses pengecoran jalan rabat beton itu pihaknya menggunakan splet colar berukuran 1.3 atau-pun 2.3, bukan splet colar dari batu ayat-an pasir.

        “Sekarang tidak lebar 200 cm, atau 2 meter lagi,  karena sudah kami tambahi lebarnya menjadi 250 cm seoanjang 314 meter seperti lajimnya yang dibutuhkan pengguna jalan antar dusun didesa.” tandas Simson.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here