Gunakan Bahasa Asing, Tagihan Telkomsel “Jerat Leher” Konsumen

0
143 views
Layanan Telkom (CS) gunakan bahasa Aing

Oleh Ekolin

MONALISANEWS | SIANTAR | – Customer Service ?.. diperuntukkan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan melalui pelayanan yang diberikan seseorang secara memuaskan. Pelayanan yang diberikan termasuk menerima keluhan / masalah yang sedang dihadapi oleh pelanggan.

Salah satu perusahaan pelayanan Telokomunikasi terbesar di Indonesia yaitu PT Telkom Tbk (Perseo) Pematangsiantar sepertinya tidak mencerminkan bahwa perusahaan tersebut sebahagian besar konsumen adalah bangsa indonesia. Ironisnya informasi yang disampaikan mengunakan bahasa asing tidak di didukung dengan terjemahan dengan bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan.

Pasalnya, Grapari  Tekomsel Jl WR Supratman Kota Pematangsiantar Sumatera Utara, masing masing Customer Service (CS) menggunakan petunjuk bahasa asing yang tidak dimengerti oleh konsumen untuk informasi keluhan/masalah yang dihadapi  oleh pelanggan.

Alhasil, Natsir Armaya Siregar  sebagai pelanggan Telkomsel menuai protes, dalam postingan  Face Book nya Sabtu pukul 10.45 menyesalkan kebijakan  Manajeman PT Telkom Tbk (Persero) Pematangsiantar.

”Grapari Tekomsel bahasanya seperti  bukan di Indonesia untuk pelayanan Publik. Jutaan rumah tangga di Indonesia berlangganan IndiHome apa semua masyarakat mengerti bahasa asing.Sebagai perusahaan terbesar di indonesia, Telkomsel seharusnya lebih mengutamakan kearifan lokal dengan mengunakan bahasa indonesia, bila perlu manajeman sudah harus berpikir dan berinovasi mengunakan bahasa daerah dengan persentase konsumen dimasing masing daerah,” ujarnya.

“Anda bisa bayangkan kalau konsumen yang mengajukan keluhannya itu orang desa,apa lagi yang notabenenya sehari hari sebagai petani.Bisa bengong dan berjam-jam menunggu layanan.”tegasnya.

Sementara itu, Hera kepada monalisa news mengatakan,  sebagai pelanggan merasa aneh dengan manajeman IndiHome menunjukkan sejumlah persoalan serius tentang “managing business”. web Indihome yang dirilis tidak ada informasi harga didalamnya. Aneh, info sepenting ini tidak muncul di web mereka.

Berita Terkait: 👉  Sambut Natal Dan Tahun Baru 2018,Pemkab Sergai Gelar Survey Harga Kebutuhan Pokok

Digital marketing strategy IndiHome juga relatif buruk. Kampanye terpadu dalam semua kanal digital (mulai dari Twitter, Facebook, Youtube, hingga Mobile Friendly Web) nyaris tidak terlihat. Padahal segmen konsumen yang merek bidik mangkalnya di social media channel tersebut.

“Saya temui saat mau register, visitor malah dibuang ke web telkomShop yang TIDAK mobile friendly. Ajaib perusahaan sekelas Telkom, membuat web yang mobile friendly saja tidak sanggup. Sudah tidak mobile friendly, ribet lagi. Muter-muter.” terangnya.

Lanjutnya, Saat mau pasang IndiHome, dibilang tarifnya 299 ribu per bulan untuk akses internet kecepatan 10 MBps plus gratis langganan TV kabel. Harga yang menarik.Namun ketika akhirnya mau membayar, petugas penagihan bilang bayarnya tetap Rp 450 ribu/bulan dan kadang lebih, tidak ada harga promosi. Mereka bilang tidak ada komunikasi dengan bagian marketing.

“Inikan aneh, kita harus membayar lebih, setiap bulannya. Sebab harga bayarnya variatif. Seolah konsumen dibohongi.Lebih cocoknya Telkomsel jualan batu akik saja. Bukan jualan layanan digital broadband.” Pungkasnya (*)