JR Saragih Jadi Oprator Alat Berat

0
206 views

Oleh : Herawati Munthe

Monalisa News.Com | SIDAMANIK | – Bupati Simalungun, JR Saragih tidak seperti Kepala Daerah kebanyakan,yang hanya mampu memerintah dan duduk dibalik meja kerja,menandatangani seabrek berkas yang disorongkan para stafnya.JR dibilang kepala daerah yang cekatan,bayangkan!..bukan hanya mesin babat rumput yang dipegang,atau foging tapi kali ini,sebagai oprator alat berat saat meninjau lokasi longsor di daerah kebun teh Sidamanik, ia tampak menjalankan alat berat excavator saat mebuka lahan untuk menutup lokasi longsor.

Tidak hanya itu,sebelum membuka lahan ia tampak sigap memanjat tebing tanah warga untuk memantau bagaimana menutup lokasi longsor.Sedangkan beberapa anggota TNI, dan satpol PP yang ikut bupati tampak kesulitan saat memanjat tebing tanah tersebut.

Seperti diketahui, Longsor yang terjadi di Kecamatan Pematang Sidamanik berada di Nagori Sait Buttu Saribu menyebabkan jalan di Nagori (desa) terpaksa lumpuh total.Saat meninjau lokasi, orang nomor satu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara meminta agar jalan harus selesai tak lebih dari 10 hari.

“Akibat tanah longsor, maka aktifitas di sini (Nagori Sait Buttu Saribu) sudah lima hari mati total, maka saya minta 10 hari harus tuntas biar aktifitas kembali normal dan ini tidak ada toleransi lagi untuk tidak selesai,” tegas Bupati Simalungun JR Saragih, Rabu (12/4/2017).

Dengan melihat rusaknya jalan akibat tanah longsor, mau tidak mau JR Saragih berpikir untuk bergerak cepat dalam memperbaikinya. Alhasil, tanah milik warga dipilih untuk dijadikan jalan baru.Menirut estimasi  dari sisi kerusakan bisa menghabiskan dana lebih dari Rp 6 miliar.

Untuk membuat jalan baru serta tanah warga yang sudah digunakan, JR Saragih memberikan lahan baru yang akan dibuat di bagian bawah jalan tersebut.Adapun tanah yang digunakan oleh pemerintahan Kabupaten Simalungun adalah pertama tanah milik Ibu Suryani.Adapun luas lahan yang diganti 21 meter x 30 meter dengan total Rp23 juta. Hitungan ini didapatkan dari total tanah yakni 51 meter x 6 meter lebar tanah yakni 306 meter kemudian dikalikan dengan harga satu meter tanah yakni Rp75 ribu.

“Saya mau semua transparan dan ini adalah buat kepentingan umum bukan buat pribadi, jangan pikirkan untuk persoalan ganti ruginya karena saya mau semua terbuka. Di sini, semua harus transparan. Biaya ganti rugi kita ganti,” bebernya lagi.

Saat membenahi jalan di Nagori Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pematang Sidamanik, KabupatenSimalungun, Sumatera Utara bahkan JR Saragih pun langsung menaiki exscavator pengeruk tanah untuk langsung dikerjakan.

Sementara itu, Mudahalam Purba, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara meminta kepada seluruh pekerja agar bekerja dengan baik dalam menyelesaikan persoalan longsor tersebut.Penanganan ini biasa disebut bantuan tanggap darurat. Kebanyakan bencana alam di Kabupaten Simalungun,lebih kepada tanah longsor dan puting beliung.

Menurutnya, bencana alam  tanah longsor  yang selalu terjadi yakni jalan yang dekat dengan perbukitan serta daerah aliran sungai.”Kalau bicara banjir itu sifatnya lebih kepada jebolnya tanggul dan itu jarang terjadi. Kemunculan tanah longsor diakibatkan curah hujan yang tinggi,” ucapnya.(*)

Berita Terkait: ūüĎČ  Polisi Berhasil Tangkap ‚ÄúPanakko‚ÄĚ Emas

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here